Detik Ramadhan 1434 H : Masjid Agung Demak, Saksi Berkembangnya Islam di Tanah Jawa - Kemenag Kabupaten Karimun
Headlines News :
## Selamat Menunaikan Ibadah Haji Tahun 1435 H / 2014 M ## Acara Pelepasan JCH Kabupaten Karimun Tahun 1435 H / 2014 M pada Hari Minggu 14 September 2014 di Halaman Rumah Dinas Bupati Karimun ## JCH Kabupaten Karimun Tahun 1435 H /2014 M Berangkat Dari Bandara Hang Nadim Batam pada Hari Senin 15 September 2014 dengan Nomor Penerbangan SV 5107 ##
Home » , » Detik Ramadhan 1434 H : Masjid Agung Demak, Saksi Berkembangnya Islam di Tanah Jawa

Detik Ramadhan 1434 H : Masjid Agung Demak, Saksi Berkembangnya Islam di Tanah Jawa

Written By Kemenag Karimun on Wednesday, 17 July 2013 | 15:05

Sri Anindiati Nursastri - detikRamadan
Jakarta - Adalah Raden Patah, Sultan pertama Kesultanan Demak yang mendirikan masjid sebagai basis berkumpulnya Wali Songo. Hingga kini, Masjid Agung Demak di Jawa Tengah jadi destinasi religi sekaligus sejarah tentang perkembangan Islam.

Kesultanan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Yang menjadi Sultan yaitu Raden Patah, tepat pada tahun 1478. Sepanjang perjuangannya menyebarkan agama Islam, Raden Patah menyatukan beberapa kota penganut Islam lainnya seperti Jepara, Tuban, dan Gresik.

Pada 1477, sang Sultan mendirikan sebuah masjid yang jadi basis penyebaran agama Islam. Bangunan ini kemudian dikenal sebagai Masjid Agung Demak.

Konon, pembuatan masjid ini juga dibantu oleh Wali Songo yang dikenal luas sebagai pejuang Islam di Pulau Jawa. Empat di antaranya adalah Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Ampel, dan Sunan Gunung Jati. Selain menjadi pusat kegiatan Wali Songo dan Kesultanan Demak, masjid ini juga menjadi tempat berlangsungnya upacara Sekaten.

Upacara ini dilakukan dengan cara membunyikan gamelan dan rebana di depan serambi masjid. Lalu, para Wali mengadakan semacam pengajian akbar sehingga rakyat pun mengerumuni masjid tersebut. Mereka lalu dituntun untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

Eksistensi Masjid Agung Demak sebagai basis penyebaran Islam di Jawa tidak sia-sia. Pada 1527, Kesultanan Demak menghalau tentara Portugis yang mendarat di Sunda Kelapa. Yang jadi panglima perang saat itu adalah Fatahillah, yang namanya melekat pada salah satu museum di Kota Tua Jakarta.

Sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia, Masjid Agung Demak punya ciri khas arsitektur Islam. Kayu menjadi material dominan. Di dalamnya terdapat empat tiang utama yang disebut dengan Saka Guru. Atap limasnya terdiri dari tiga bagian, yang masing-masing menggambarkan Iman, Islam, dan Ihsan.

Dari buku "100 Masjid Terindah Indonesia" yang dikutip detikramadan, Sabtu (21/7/2012), makna filosofis juga tampak pada lima pintu penghubung antar ruang yang jadi simbol Rukun Islam. Enam buah jendela mencerminkan Rukun Iman.

Masjid Agung Demak juga menyimpan beberapa benda bersejarah seperti Soko Majapahit. Ini adalah delapan buah tiang hadiah dari Prabu Brawijaya V Raden Kertabumi, yang diletakkan di serambi masjid. Selain itu ada pula Surya Majapahit, sebuah gambar hiasan segi delapan yang dibuat pada 1479.

Di masjid ini, Anda juga bisa mendapati beberapa makam Sultan Demak dan para abdinya. Ada pula Museum Masjid Agung Demak, yang berisi sejarah riwayat berdirinya masjid ini terkait penyebaran Islam di Indonesia.
( rmd / rmd )
Share this article :
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Edited By Muntazhir | Mas Template
Copyright © 2011. Kemenag Kabupaten Karimun - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger