September 2013 - Kemenag Kabupaten Karimun
Headlines News :
## Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1435 H ## Ramadhan Momentum Muhasabah ## Kemenag Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI atas Laporan Keuangan Tahun 2013 ##
Copyright © Kementerian Agama Kantor Kabupaten Karimun. Powered by Blogger.

Berita Terkini

Berita Kemenag: Apa Hukumnya Buang Angin Saat Sa'i ?

Written By Kemenag Karimun on Monday, 30 September 2013 | 19:17

Berita Kemenag: Apa Hukumnya Buang Angin Saat Sa'i ?

Berita Kemenag: Apa Hukumnya Buang Angin Saat Sa'i ?. REPUBLIKA.CO.ID, Assalamualaikum, Wr Wb

Ustaz, kalau saya buang angin sewaktu melaksanakan sa’i, apa hukumnya?  Lalu apa yang harus saya lakukan?

Heni Faridah

Cianjur, Jawa Barat



Jawab: Berita Kemenag: Apa Hukumnya Buang Angin Saat Sa'i ?

Waalaikumussalam Wr Wb,

Buang angin sewaktu sa’i tidak membatalkan sa’i nya. Hal ini disebabkan tidak adanya keharusan menurut syar’i bahwa sa’i harus suci dari hadas. Berbeda dengan thawaf yang secara tegas disamakan statusnya dengan shalat sebagaimana hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi “Ath thowafu haulal baiti mitslush sholaah” (Thawaf disekitar Baitullah semisal dengan Shalat).

Dalam kesejarahannya posisi mas’a (tempat sa’i)berada di luar Masjid. Ia adalah area perbukitan. Keadaan ini sedikit banyak mempengaruhi hukum-hukum peribadahannya. Berbeda dengan thawaf yang sejak dahulu dilakukan di dalam Masjid.

Jadi ketika jama’ah yang bersa’i buang angin, maka tidaklah perlu berwudlu atau bertayamum terlebih dahulu untuk melanjutkan sa’inya. Berita Kemenag: Apa Hukumnya Buang Angin Saat Sa'i ?

Berita Kemenag: Muslim Indonesia di Inggris Tak Perlu Antre Haji

Berita Kemenag: Muslim Indonesia di Inggris Tak Perlu Antre Haji.

Berita Kemenag: Muslim Indonesia di Inggris Tak Perlu Antre Haji. REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Masyarakat Muslim Indonesia yang berada di Inggris sangat beruntung karena tidak perlu antre hingga 10 tahun untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Hal itu diungkapkan Ustazah Upi Usmawati Bundari, pimpinan Yayasan Nurul Hayah Jakarta, yang kebetulan sedang berada di Inggris mengisi pengajian bulanan yang diadakan di KBRI London, Sabtu malam waktu setempat.

"Masyarakat Indonesia sangat beruntung," ujarnya dalam pengajian yang dihadiri sekitar 200 masyarakat Muslim Indonesia yang datang dari berbagai pelosok kota London dan sekitarnya.

Pengajian bulanan yang diadakan di KBRI pada setiap bulan dan dikelola oleh masyarakat Indonesia di London itu juga diisi dengan pengajian untuk anak-anak dan remaja berusia 6-15 tahun. Berita Kemenag: Muslim Indonesia di Inggris Tak Perlu Antre Haji

Menurut ustazah Upi, selain tidak perlu menunggu lama dalam menunaikan ibadah haji , biayanya pun lebih murah dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan calon haji Indonesia yang berangkat dari Tanah Air.

"Di Indonesia kita harus menyetor deposit tanda jadi untuk memastikan akan berangkat haji, meskipun harus menunggu 10 tahun sampai pelaksanaan keberangkatan dipastikan. Hal ini karena kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi yang tidak imbang dengan peminat ibadah haji," katanya.

Ia mengakui kuota yang diberikan kepada Indonesia tidak banyak yakni hanya sebesar 120 ribu, sementara yang ingin menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci mencapai jutaan jumlahnya.

Berita Kemenag: Muslim Indonesia di Inggris Tak Perlu Antre Haji. Ustazah Upi mengatakan saat ini pemerintah Indonesia memprioritaskan calon haji yang akan pergi harus berusia 60 tahun dan baru pertama kali menunaikan rukun Islam yang kelima ini.

Pada tahun 1960-an, calon Indonesia yang menunaikan haji menggunakan kapal laut Tampomas yang memakan waktu selama tiga bulan perjalanan.

Indonesia dengan populasi Muslim terbesar di dunia, keinginan untuk menunaikan ibadah haji sangatlah tinggi, karena itu negara Saudi Arabia memberikan kuota untuk semua negara, termasuk Indonesia.

Biaya yang dikeluarkan calon haji Indonesia di Inggris sama nilainya dengan biaya yang dikeluarkan oleh calon haji Indonesia yang menunaikan ibadah Umroh.

Ia menambahkan untuk pelaksanaan haji di negara Inggris sangatlah mudah, bahkan tidak perlu menunggu lama seperti di Indonesia.

Sementara pengelolaan ibadah haji dilakukan oleh biro perjalanan haji yang banyak tersebar di seluruh kota besar di Inggris Raya. Berita Kemenag: Muslim Indonesia di Inggris Tak Perlu Antre Haji

Berita Kemenag: Ribuan Jamaah Tersesat di Tanah Suci

Berita Kemenag: Ribuan Jamaah Tersesat di Tanah Suci 

Berita Kemenag: Ribuan Jamaah Tersesat di Tanah Suci . REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Pemugaran Masjidil Haram  membuat masjid terbesar di dunia itu makin membingungkan jamaah haji.
Jangankan mereka yang masih baru naik haji, pemandu haji yang hampir setiap tahun ke Makkah saja dibuat bingung. Hingga saat ini, pelaporan jamaah haji yang tersesat sudah mencapai angka 1.383 orang.
Data tersebut sebagaimana dikutip dari data resmi Media Center Haji. Kepala Seksi Pengamanan Daker Madinah Maskat Ali Jasmun melaporkan, jamaah yang tersesat rata-rata adalah mereka yang lanjut usia pula.

”Jumlahnya dipastikan akan terus bertambah. Alhamdulillah, sejauh ini semuanya dapat teratasi dengan baik. Para jemaah yang tersesat dapat kembali ke penginapan dan kloternya masing-masing,” jelas Maskat.
Sementara itu data harian Seksi Pengamanan Daker Madinah mencatat, terhitung dari awal kedatangan jamaah haji ke Madinah hingga hari ke-17 (Kamis 26 September 2013), sudah ada 95 orang yang tersesat.
Padahal, di Madinah sendiri transportasi dan jalanan sudah teratur tidak seperti di Makkah. Umumnya mereka yang tersesat ketika akan pulang dari Masjid Nabawi ke Maktab (pemondokan). Berita Kemenag: Ribuan Jamaah Tersesat di Tanah Suci

Daker Madinah juga mencatat, selain tersesat, juga tercatat 18 kasus kehilangan uang dan barang. Petugas mengatakan, baru 10 diantaranya yang sudah terselesaikan. Sementara 8 lagi masih dicari petugas. Tak tanggung-tanggung, uang yang hilang mencapai 12.730 riyal (Rp 38 juta).

Petugas Daker Madinah mengatakan, kehilangan uang memang disebabkan faktor kelalaian jamaah sendiri, bukan karena tindak kriminal berupa pencurian. Ia mengimbau agar jamaah lebih hati-hati menjaga barang bawaannya dan tidak menaruh uang maupun barang secara sembrono.

Daker Madinah telah menyimpan uang jamaah haji yang belum menemukan tuannya dengan total 4.445 riyal (Rp. 6,7 juta). Uang tersebut diamankan Daker Madinah berdasarkan temuan petugas dan jamaah di sekitar Masjid Nabawi.

Di samping uang, ada barang-barang milik jamaah yang ditemukan di dalam Masjid Nabawi. Namun barang-barang tersebut masih berada di Petugas Keamanan Masjid Nabawi. Berita Kemenag: Ribuan Jamaah Tersesat di Tanah Suci

Berita Kemenag: Kemenag Jamin Kehalalan Suntik Vaksin

Berita Kemenag: Kemenag Jamin Kehalalan Suntik Vaksin.

Berita Kemenag: Kemenag Jamin Kehalalan Suntik Vaksin. REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Ibnu Sa'dan menyatakan calon jamaah haji di daerahnya tidak perlu khawatir dengan suntik vaksin meningitis, karena sudah terjamin kehalalannya.

"Vaksin meningitis sangat aman dan dijamin halal, sehingga para calon haji tidak perlu mengkhawatirkan penggunaannya," katanya di Banda Aceh, Minggu.

Dijelaskannya, setiap calon haji yang akan bertolak ke Tanah Suci wajib dilakukan suntik meningitis.
"Calon haji yang tidak disuntik vaksin tersebut tidak dibolehkan turun di bandara Arab Saudi," ujarnya.

Ia mengatakan, pemberian vaksin tersebut guna melindungi jamaah dari serangan penyakit radang membran pelindung sistem syaraf pusat. "Masyarakat tidak usah khawatir karena vaksin ini juga telah dijamin halal," katanya. Berita Kemenag: Kemenag Jamin Kehalalan Suntik Vaksin

Karena itu, ia berharap seluruh calon haji dapat mengerti dan tidak menolak vaksin tersebut. "Kami juga telah menyosialisasikan jauh hari sebelumnya kepada calon haji dan panitia di kabupaten/kota," katanya.

Ia mengatakan satu orang calon haji Aceh yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dengan kloter pertama ditunda keberangkatannya karena tidak mau disuntik.

"Ke depan kami berharap tidak ada lagi yang demikian, sehingga seluruh jamaah yang dijadwalkan dapat berangkat sesuai jadwal," kata Ibnu.

Pada musim haji 1434 Hijriah, Embarkasi Banda Aceh akan memberangkatkan sebanyak 3.147 orang calon haji ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar. Berita Kemenag: Kemenag Jamin Kehalalan Suntik Vaksin

Kemenag Kepri: Kanwil Kemenag Kepri Selenggarakan Workshop Jurnalistik

Kemenag Kepri: Kanwil Kemenag Kepri Selenggarakan Workshop Jurnalistik

Bintan_Humas——Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan Workshop Jurnalistik yang diikuti oleh para pelaksana humas di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Kepri yang diwakili oleh Pymt. Kabag Tata Usaha Syahjohan, S.Ag di Bintan Agro Resort Jalan Trikora Bintan, Jumat (27/9). Kemenag Kepri: Kanwil Kemenag Kepri Selenggarakan Workshop Jurnalistik

Dalam laporannya Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Kepri H. Sukirno mengatakan dalam upaya meningkatkan pencitraan Kementerian Agama, tidak dapat dilepaskan dari peran para jurnalis yang dilaksanakan oleh para pelaksana humas. 

“Kita bercita-cita mewujudkan jurnalisme berkualitas untuk mewujudkan Kementerian Agama yang berkualitas juga. Melalui kegiatan ini diharapkan akan lahir tenaga terampil jurnalistik yang mengusai teknologi informasi sampai lingkungan kerja terkecil”, kata H. Sukirno.

“Melalui narasumber yang kita undang diharapkan para peserta akan memahami teknik penulisan artikel yang baik, memahami bagaimana memanage media informasi yang tersedia, sampai kepada mampu menyelesaikan sengketa informasi jika memang dibutuhkan”, katanya lagi. 

Kemenag Kepri: Kanwil Kemenag Kepri Selenggarakan Workshop Jurnalistik. Peserta pada kegiatan ini berjumlah 42 orang, dimana sebelumnya para peserta yang mengikuti kegiatan ini pernah mengikuti workshop kehumasan yang diselenggarakan pada bulan Juli yang lalu. Adapun rinciannya adalah Kanwil Kemenag Kepri 7 orang, Kan. Kemenag Bintan 7 orang, Kan Kemenag Karimun 6 orang, Kan. Kemenag Lingga 4 orang, Kan. Kemenag Natuna 2 orang, Kan Kemenag Kota Tanjungpinang 6 orang, Kan. Kemenag Kota Batam 8 orang, dan Kan. Kemenag Anambas 2 orang. 

Kepala Kanwil Kemenag Kepri melalui Pymt. Kabag Tata Usaha Syahjohan dalam arahannya mengatakan, workshop jurnalistik sangat penting untuk dilaksanakan. Melalui kegiatan ini dirinya berharap para peserta mampu melakukan publikasi terhadap Kementerian Agama lebih baik lagi. 

“Banyak kegiatan kita yang menyentuh kebutuhan masyarakat belum terekspos dengan maksimal. Misalnya terkait dengan penyaluran bantuan operasional sekolah (BOS) yang belum terkekspos, padahal masyarakat berhak tahu dengan apa yang kita kerjakan sehingga ada peningkatan citra lembaga secara sistematis”, kata Syahjohan.
“Melalui kegiatan inilah kita berharap akan lahir para pelaksana kehumasan yang mampu mengemas konten-konten kehumasan melalui workshop jurnalistik yang akan membimbing mereka selama beberapa hari ini”, tambah Syahjohan.

Kemenag Kepri: Kanwil Kemenag Kepri Selenggarakan Workshop Jurnalistik Leiga Mariza, salah satu peserta kegiatan yang berasal dari Madrasah Tsanawiyah Negeri Tanjungbatu mengatakan dirinya telah mengikuti kegiatan tersebut sebanyak dua kali. Ia mengatakan sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini terutama dalam mendalami ilmu jurnalistik. 

“Banyak informasi di madrasah yang seharusnya bisa kita gali dan publikasikan secara lebih luas. Madrasah melakukan pelayanan secara langsung kepada masyarakat, oleh karenanya informasi yang disampaikan dan diterima masyarakat harus cepat dan berimbang”, ucap Leiga Mariza. 

“Saya bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini sehingga dapat lebih memperdalam khazanah kelimuan khususnya tentang jurnalistik sebagai kelanjutan dari kegiatan workshop kehumasan sebelumnya”, tambah Leiga Mariza.   

Narasumber yang menyampaikan materi pada kegiatan ini adalah mereka yang ahli dibidangnya, antara lain Ka. Kanwil Kemenag Kepri H. Handarlin H. Umar, Kabid Jaringan Kemenag RI Jakarta H. Ahmad Gufron, S.Kom, Pimred dan Litbang Haluan Kepri H. Fery Heryanto, Ketua Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Riau H. Arifuddin Jalil, dan fotografer professional Tundra Laksamana.

Pelaksanaan kegiatan akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 27 – 29 September 2013 yang bertempat di Bintan Agro Beach Resort Jalan Trikora Km. 36 Bintan. (h) Kemenag Kepri: Kanwil Kemenag Kepri Selenggarakan Workshop Jurnalistik

Kemenag RI: 79.928 Jamaah Haji Indonesia Sudah Di Makkah

Kemenag RI: 79.928 Jamaah Haji Indonesia Sudah Di Makkah

Makkah (Pinmas) —- Jamaah haji Indonesia terus berdatangan di Bumi Makkah Al-Mukarramah, baik dari Madinah maupun Jeddah. Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) menunjukan bahwa sejak Minggu (29/09) dini hari sampai Senin (30/09) dini hari (00.00 WAS), petugas Daerah Kerja (Daker) Makkah telah menerima 12 kloter jamaah haji Indonesia dari Madinah dan 11 kloter jamaah dari Jeddah. Kemenag RI: 79.928 Jamaah Haji Indonesia Sudah Di Makkah

Dua belas kloter dari Madinah tersebut adalah SOC/24 (372 jamaah), JKS/22 (442), BDJ/1 (322), BTH/11 (447), JKS/21 (450), MES/8 (437), BPN/8 (356), SOC/26 (374), JKG/14 (453), SUB/19 (449), SUB/18 (449), dan PLM/3 (356). Jumlah totalnya adalah 4.907 jamaah. 

Kemenag RI: 79.928 Jamaah Haji Indonesia Sudah Di Makkah. Adapun sebelas kloter dari Jeddah yang sudah tiba di Makkah adalah PDG/10 (370 jamaah), JKG/26 (455), JKS/41 (438), BDJ/7 (325), SOC/44 (375), MES/15 (439), SOC/45 (373), PLM/9 (359), SUB/39 (441), UPG/21 (373), dan JKG/27 (455). Jumlah totalnya adalah 4.403 jamaah.

Sebelumnya dilaporkan bahwa sampai hari Minggu (29/09) dini hari,  jamaah haji Indonesia yang sudah tiba di Makkah berjumlah 70.618 orang yang berasal dari 173 kloter.

“Dengan tambahan 4.907 orang dari Madinah dan 4.403 dari Jeddah, berarti jumlah jamaah yang sudah di Makkah sampai Senin (30/09) dini hari adalah 79.928 orang yang berasal dari 196 kloter,” kata Kasi Pelayanan Siskohat MU. Asep SA. Kemenag RI: 79.928 Jamaah Haji Indonesia Sudah Di Makkah

Kedatangan Jamaah Ke Makkah
Sementara itu, Kepala Seksi Kedatangan dan Pemulangan Daker Makkah, Miftahul Maulana menjelaskan bahwa pada Senin (30/09), Daker Makkah dijadwalkan akan menerima kedatangan 16 kloter jamaah haji dari Madinah dan 11 kloter jamaah haji dari Jeddah.  Enam belas kloter dari Madinah adalah SUB/20 (449 jamaah), UPG/11 (370), BTH/12 (448), JKS/25 (449), SOC/29 (375), MES/10 (435), JKG/16 (453), JKS/26 (443), BDJ/2 (324), PLM/4 (360), SOC/30 (374), SUB/21 (447), SOC/31 (374), SUB/22 (444), BTH/13 (450), dan LOP/9 (324). Totalnya berjumlah 6.519 jamaah.
Adapun 11 kloter jamaah haji dari Jeddah adalah PDG/11 (374), JKG/28 (455), SUB/41 (450), SOC/47 (375), SOC/46 (375), BDJ/8 (325), UPG/22 (375), JKS/42 (450), BTJ/1 (325), JKS/44 (450), dan JKS/43 (450). Totalnya berjumlah 4.404 jamaah. Kemenag RI: 79.928 Jamaah Haji Indonesia Sudah Di Makkah

Kemenag RI: Mbah Selamat Nyasar ke Jeddah tapi Selamat

Kemenag RI: Mbah Selamat Nyasar ke Jeddah tapi Selamat.

Makkah (Pinmas) —- Tabah aku, tebal imanku. Demikian penuturan Mbah Selamat (69) ketika mengisahkan peristiwa yang baru saja dialaminya, tersesat hingga ke Jeddah, Minggu (29/09).
Mbah Selamat bin Rana Wijaya adalah warga Labuhan Batu, Sumatera Utara. Dia terdaftar sebagai anggota kloter 15 embarkasi Medan (MES/15) yang baru tiba di Makkah pada Sabtu (28/09) malam, pukul 23.30 WAS.  Bersama jamaah lainnya, Mbah Selamat ditempatkan di Sektor 2, daerah Mahbas Jin. Kemenag RI: Mbah Selamat Nyasar ke Jeddah tapi Selamat
Pagi itu, Minggu (29/09), Mbah Selamat bersama rombongannya pergi ke Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah umrah. Sampai di Masjidil Haram sekitar pukul 07.30 WAS, Mbah Selamat pun melaksanakan ibadah thawaf.
Awalnya semua berjalan lancar; Mbah Selamat terus berputar, mengitari Ka’bah, beriringan dengan rombongannya. “Setelah berputar lima kali, saya kok kehilangan teman-teman saya, semuanya tidak ada. Tapi saya memutuskan untuk meneruskan tawafnya,” kisah Mbah Selamat penuh semangat.
Kemenag RI: Mbah Selamat Nyasar ke Jeddah tapi Selamat. “Putaran ke enam, saya juga tidak melihat rombongan saya. Putaran ketujuh apalagi, semuanya sudah tidak ada,” tutur Mbah Selamat yang akhirnya memutuskan untuk memutari Ka’bah sekali lagi guna mencari rombongannya.
Nihil, Mbah Selamat pun memutuskan untuk keluar dari arena Ka’bah. Tapi bukan juga untuk melakukan Sa’i. Di tengah kebingungannya mencari anggota rombongan, Pak Selamat keluar Masjidil Haram.
Sembari duduk-duduk di halaman depan Bab Malik Abdul Aziz Masjidil Haram, Mbah Selamat celingak-celinguk mencari rombonganya. Tetap tidak menemukan apa yang dicarinya.
“Sekitar jam 12 siang, saya turun ke terowongan,” tutur Mbah Selamat. Diduga, terowongan yang dimaksud adalah Bab Bilal, tempat pemberhentian bus dan taksi.
“Taksi, saya mau ke asrama haji,” kata Mbah Selamat. Pria kelahiran Banyu Mas ini memang terbilang mempunyai nyali tinggi, meski tidak di negeri sendiri. Dia bercerita kalau supir taksi itu kemudian menawarinya ke Jeddah. “Asrama haji itu di Jeddah? Berapa ongkosnya?” tanya Mbah Selamat yang membayangkan pemondokan tempat tidurnya semalam adalah asrama haji. Supir taksi mengiyakan sambil mengatakan bahwa ongkosnya adalah 15 Riyal. Mbah Selamat pun meluncur ke Jeddah, tempat yang baru semalam dia tinggalkan.
Menurut keterangan Kepala Bidang Pengamanan Haji, Kasmudi, yang mengantarkannya dari Jeddah kembali ke Makkah, Mbah Selamat diturunkan oleh supir  di Cornesy, salah satu supermarket di Jeddah. Setelah membayar ongkos taksi dan keluar mobil, Mba Selamat baru sadar kalau dia tidak berada di daerah pemondokannya. Mbah Selamat merasa asing dengan daerah yang baru saja dijejakinya.
Mbah Selamat mengaku bingung. Untung, tidak lama kemudian ada seorang muqimin Indonesi yang mendekatinya. Kata Kasmudi, sang muqimin merasa aneh di Jeddah ada orang mengenakan pakaian ihram dan menduganya sebagai jamaah tersesat.
Kemenag RI: Mbah Selamat Nyasar ke Jeddah tapi Selamat. Setelah mengobrol sebentar, muqimin itu yakin kalau Mbah Selamat itu tersesat jalan. Dia pun mengantarkan Mbah Selamat ke Kantor Urusan Haji Indonesia di Jeddah dan dipertemukan dengan Kasmudi.
Setelah menanyakan beberapa hal, Kasmudi tahu bahwa Mbah Selamat adalah jamaah haji Indonesia dari kloter 15 Embarkasi Medan (MES/15). Kasmudi pun kemudian berinisiatif mengantarkan Mbah Selamat ke Makkah, tepatnya di Sektor 2 daerah Mahbas Jin.
Dari hasil bincang-bincang dengan Mbah Selamat, Kasmudi juga tahu kalau Mbah Selamat ternyata membawa kunci kamar. Terbayang oleh Kasmudi kalau teman-teman kamarnya, selain resah memikirkan keberadaan Mbah Selamat, juga bingung karena kamarnya terkunci.
Tepat pukul 15.00 WAS, Mbah Selamat yang diantar Kasmudi sampai di Sektor 2 Daerah Kerja Makkah. Kepada tim MCH Mbah Selamat berkisah tentang pengalaman yang baru saja di alaminya dengan penuh semangat, tanpa menunjukan rasa lelah dan khawatir. Kemenag RI: Mbah Selamat Nyasar ke Jeddah tapi Selamat
“Tabah aku, tebal imanku,” kata Mbah Selamat penuh bangga, meski baru saja tersesat jalan.
“Bapakku kasih nama aku Selamat. Jadi biar diterkam Harimau pun, aku tetap Selamat,” tuturnya disambut tawa tim MCH.
Mbah Selamat juga bercerita bahwa dirinya berangkat haji bersama anak dan menantunya. Sebagian uang hasil menjual 18 ekor sapinya yang berjumlah Rp120juta, digunakannya untuk membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Kini, mimpi yang dirangkai sejak tahun 1970-an itu menjadi nyata, Mbah Selamat bertamu di Baitullah, menjadi Dluyufur-Rahman bersama jutaan jamaah lainnya.
“Karena belum sempurna ibadah umrahnya, mohon agar disampaikan kepada pembimbingnya untuk mendampingi Mbah Selamat agar menyempurnakan ibadahnya,” pesan Kasmudi sembari mengembalikan Mbah Slamte kepada Kepala Sektor 2, Abdullah bin Abdurrahim.
Oleh Abdullah, Mbah Selamat di antar ke pemondokannya, dipertemukan dengan anak, menantu, dan sahabat yang sudah menunggunya. Mbah Selamat nyasar ke Jeddah, tapi Selamat! (mkd/mkd) Kemenag RI: Mbah Selamat Nyasar ke Jeddah tapi Selamat

Kemenag RI: Jamaah Haji Indonesia Nyasar Sampai Jeddah

Kemenag RI: Jamaah Haji Indonesia Nyasar Sampai Jeddah.

Jeddah (Pinmas) —- Selamat Bin Rana Wijaya, 69, jamaah haji Indonesia dari embarkasi Medan, Sumut, nyasar sampai ke Jeddah setelah menyelesaikan thawaf, Minggu (29/09). Selamat, yang memiliki kebun sawit di Labuhan Batu, Sumatera Utara, kehilangan jejak anak dan menantunya setelah menyelesaikan tujuh putaran mengeliling Ka’bah. Kemenag RI: Jamaah Haji Indonesia Nyasar Sampai Jeddah
“Selesai thawaf sehabis subuh, saya tidak melihat anak dan menantu saya. Saya keluar ke jalan raya sendiri, ketemu mobil, langsung naik mobil yang sopirnya berbahasa Arab,” kata Selamat, yang sejak tahun 1967 merantau ke Sumatera. 
Oleh sopir taksi dia diantar ke Jeddah yang jaraknya sekitar 74 kilometer dari Masjidil Haram, Mekkah. Dia sampai di Jeddah sekitar pukul 13 siang WAS.
Kemenag RI: Jamaah Haji Indonesia Nyasar Sampai Jeddah“Saya bayar 15 Riyal (sekitar Rp 45 ribu) dan diturunkan di pasar. Dari pasar saya ketemu orang Indonesia dan diantar ke sini. Tidak bayar,” jelas Selamat sambil menikmati jeruk ketika ditemui di Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) di Jeddah.
Selamat yang menunggu lima tahun untuk bisa berhaji, diterima Pengendali Teknis Keamanan Jamah Haji Indonesia Abu Haris di kantor KUHI. Setelah didata dan beristirahat, Selamat yang menbawa kunci kamar penginapannya kemudian diantar Kabid Pengamanan Haji 2013 Kasmudi ke Mekkah. (is/sup/mkd) Kemenag RI: Jamaah Haji Indonesia Nyasar Sampai Jeddah

Kemenag RI: 19 Katering Saat Armina

Kemenag RI: 19 Katering Saat Armina.

Jeddah (Pinmas) —- Sedikitnya 19 perusahaan katering disiapkan pada puncak haji di Armina. Untuk keperluan tersebut para juru masak (koki) dari 19 perusahaan katering itu dikumpulkan di Kantor Daerah Kerja (Daker) Jeddah, Minggu (29/09).

Mereka diberi penjelasan tentang berbagai persoalan menyangkut menu, bumbu yang digunakan hingga cara memasaknya. “Sosialisasi ini demi menyamakan persepsi, sehingga kualitas dan cita rasa masakan bisa terjaga,” ujar Direktur Pelayanan Haji, Sri Ilham Lubis. Kemenag RI: 19 Katering Saat Armina

Menurut Sri Ilham Lubis, ada 15 varian menu yang disiapkan bagi jamaah untuk 15 kali makan, mulai 8-13 Dzulhijah. Pihak katering nantinya melayani di 24 maktab dari 48 maktab yang ada. Sedangkan sisanya dilayani Muassasah atau Asosiasi Perusahaan Pelayanan Katering Arab Saudi.

Demi menjaga agar masakan tetap segar dan kualitas terjaga, kata Sri Ilham, proses memasak dilakukan di tenda dekat Maktab dan disajikan dalam bentuk nasi kotak. (obi/KR/mkd) Kemenag RI: 19 Katering Saat Armina

Kemenag RI: Muassasah Minta Jamaah Jangan Beri Tip Supir

Kemenag RI: Muassasah Minta Jamaah Jangan Beri Tip Supir

Madinah (Pinmas) —- Ketua Muassasah Adilla As’ad Ismail Masluh meminta jamaah haji Indonesia untuk tidak memberikan tip kepada supir bus yang mengantarkan jamaah haji karena mereka sudah mendapatkan upah dari perusahaan bus.
“Kalau ada yang meminta-minta tip,  agar dilaporkan ke kami, karena ada nomor pengaduannya. Jamaah juga jangan mengkoordinir untuk memberi tip ke supir,” katanya menjawab pertanyaan wartawan ketika ditemui di Kantor Muassasah ‘Adilla di Madinah, Sabtu (28/09) malam.
As’ad meminta agar jamaah mau melaporkan melalui nomor telepon 8260088,  jika ada supir yang berulah macam-macam jika tidak diberi tip. Kemenag RI: Muassasah Minta Jamaah Jangan Beri Tip Supir
Hampir semua pengurus kloter dari Indonesia selalu mempersiapkan tip bagi supir yang besarnya sekitar 100 riyal atau Rp310 ribu sekali jalan. Itu dilakukan karena mereka berpedoman pada pengalaman penyelenggaran haji sebelumnya, di mana tanpa tip biasanya supir akan berulah.
 Sebelumnya, Ketua Daker Madinah Akhmad Jauhari juga membenarkan adanya jamaah yang mengkoordinir untuk memberi tip bagi supir dan ia juga mengakui ada supir yang meminta- minta tip itu.  “Jamaah Indonesia menganggap tip itu biasa dan sukarela karena di Indonesia sudah biasa. Walaupun kita sudah mengimbau berkali-kali agar tidak memberikan itu, tetapi prakteknya ada,” katanya.
Kemenag RI: Muassasah Minta Jamaah Jangan Beri Tip Supir .Jika ada supir yang berulah dengan menghentikan bus sebelum diberi tip, Akhmad mengatakan, hal itu diluar pengawasan dan kewenangan Daker. “Itu bagian dari pelayanan Muassasah dan di luar pengawasan dan kendali kami,” katanya.
Terkait dengan larangan membawa koper dalam bus, Ismail menjelaskan bahwa pelarangan itu demi kenyamanan penumpang. “Kalau satu diizinkan untuk membawa koper, nanti yang lain mengikuti sehingga mengganggu penumpang sendiri,” katanya.
Aturan itu juga membuat 70 tas tentengan, dan tiga koper besar milik rombongan kloter 17 embarkasi Jakarta tidak terangkut bus yang dioperasikan syarikah (perusahaan otobus) Qowafil. Perusahaan itu akhirnya memberangkatkan barang yang tertinggal pada hari Jumat (27/09) itu dengan bus ukuran sedang sehari kemudian. Kemenag RI: Muassasah Minta Jamaah Jangan Beri Tip Supir
Seperti diberitakan sebelumnya, supir angkutan haji di Madinah berusaha mendapat jatah untuk mengantar jamaah haji Indonesia ke Kota Makkah karena orang Indonesia sopan dan dikenal royal memberikan uang tip kepada supir.  Tidak jarang, satu calon haji memberikan satu riyal untuk supir dan diberikan setelah dikoordinir.
Seorang petugas transportasi Tajudin Nirwan mengatakan, setiap pagi stiker yang akan dipasang di bus-bus jadi rebutan mereka. “Stiker itu sebagai tanda bus ditunjuk untuk mengangkut jamaah, dan mereka berebut untuk mendapatkan itu,” katanya.
“Jamaah kita dikenal sopan, tidak rewel, dan suka memberikan tip,” katanya. (budi/ant/mkd) Kemenag RI: Muassasah Minta Jamaah Jangan Beri Tip Supir

Kemenag RI: Wanita Penjual Jasa Ibadah Diamankan Petugas

Kemenag RI: Wanita Penjual Jasa Ibadah Diamankan Petugas.

Jeddah (Pinmas) —- Seorang wanita penjual jasa ibadah diamankan petugas keamanan Masjidil Haram, Sabtu (29/9). Wanita tersebut  menawarkan jasa membantu jamaah haji yang berkursi roda untuk melakukan thawaf sebanyak tujuh putaran mengelilingi Ka’bah. Masalahnya,  mereka melanggar perjanjian dengan jamaah.
“Perjanjian awalnya, 150 Riyal untuk tujuh putaran, tapi baru sampai tiga putaran, mereka mengeluh capek atau alasan lainnya. Kalau mau dilanjutkan, bayarannya 500 riyal. Ini kan masalah,” kata Kepala Bidang Pengamanan Haji, Kasmudi, di Jeddah, Minggu (29/9). Kemenag RI: Wanita Penjual Jasa Ibadah Diamankan Petugas
Menurut Kasmudi, modus kejahatan yang dilakukan wanita pelaku tersebut adalah membaurkan diri dengan jamaah haji Indonesia. Untuk menyamarkan diri, dia menggunakan gelang jamaah haji tahun 2012 yang sudah tidak berlaku.  
“Setelah kita periksa, dia mengatakan bahwa  ingin mencari uang tambahan,” jelas Kasmudi.
Kemenag RI: Wanita Penjual Jasa Ibadah Diamankan Petugas“Tapi caranya yang tidak benar, ada unsur pemaksaan yang merugikan dan membuat tidak nyaman jamaah haji Indonesia,” jelas Kasmudi
Kasmudi menegaskan bahwa seluruh petugas haji agar tidak bosan dalam memberikan imbauan kepada jamaah untuk tetap berhati-hati. “Tak bosan-bosannya kita mengimbau para jamaah untuk tetap waspada tanpa mengurangi kekhusyuan beribadah,” pungkas Kasmudi. (is/mkd) Kemenag RI: Wanita Penjual Jasa Ibadah Diamankan Petugas

Kemenag RI: Umat Beragama Dihimbau Jaga Kerukunan Jelang Pemilu

Kemenag RI: Umat Beragama Dihimbau Jaga Kerukunan Jelang Pemilu

Semarang (Pinmas)- Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada banyak tantangan dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Salah satunya adalah terjadinya permasalahan antar agama dan antar umat beragama. Hal itu disampaikan pada acara Doa Untuk Bangsa yang diadakan Majelis Nichiren Soshu Budha Dharma Indonesia. Di Semarang, Jawa Tengah Minggu (29/9).

“Tahun 2014 adalah tahun transisi dimana terjadi proses pergantian kepemimpinan melalui Pemilu. Peristiwa ini hendaknya tidak dirusak oleh konflik antar umat beragama,” ungkap Menag. Esensi dan makna demokrasi yang berarti kebebasan hendaknya dimaknai sebagai kebebasan yang terbatas. Umat beragama dan tokoh agama hendaknya bisa memberi nilai pada demokrasi melalui sikap santun.

Menag mengatakan tidak ada kebebasan yang sebebas-bebasnya. Yang ada hanyalah kebebasan yang terbatas. Pemahaman yang baik terhadap agama, lanjut Menag, merupakan fondasi kuat bagi umat beragama dalam bersikap terhadap sesama dan menjaga kerukunan antar sesamanya. Pemilu 2014 diharapkan berjalan lancar dengan adanya partisipasi antar umat beragama. Kemenag RI: Umat Beragama Dihimbau Jaga Kerukunan Jelang Pemilu

Tanggal 3 Januari yang merupakan hari ulang tahun Kementerian Agama (Kemenag) akan diusulkan menjadi hari kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Momen ini diharapkan mampu menjadi wadah upaya mengharmoniskan antar umat beragama.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Nichiren Soshu Budha Dharma Indonesia Aiko Senosunoto mengatakan dibutuhkan iman yang kuat agar bisa menyuarakan suara hati dengan lantang tanpa menghilangkan persatuan bangsa. Perbedaan akan menjadi warna yang indah dalam mewujudkan pembangunan bangsa. “Hendaknya doa yang dipanjatkan dapat membawa kebaikan bagi bangsa Indonesia, ungkapnya.

Lebih lanjut, Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Budha Kementerian Agama (Kemenag) A. Joko Wuryanto mengatakan, pelaksanaan doa untuk bangsa merupakan perwujudan dari ajaran Budha sebagai upaya menjaga kedamaian, persatuan dan kesatuan bangsa. Diharapkan doa ini dapat menjadi landasan bagi bangsa yang sebentar lagi akan melangsungkan Pemilihan Umum (Pemilu)pada 2014.(vera/ful) Kemenag RI: Umat Beragama Dihimbau Jaga Kerukunan Jelang Pemilu

Kemenag RI: Wamenag: Boarding School, Tren Baru Pendidikan di LN

Kemenag RI: Wamenag: Boarding School, Tren Baru Pendidikan di LN. 

Boarding School saat ini menjadi  tren baru pendidikan di luar negeri (LN) yang patut dicermati. Potret tersebut dapat dilihat di Inggeris, yang sekarang ini lagi tren diberitakan sekolah-sekolah baru dalam bentuk boarding school dan juga langsung disikapi oleh pemerintah Australia. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Agama ketika menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2013 di Jakarta, Sabtu Malam (28/9). Di Inggeris, Australia, dan New Zealand sedang tren rame-rame membuka boarding school untuk tingkat SLTA.

 “Mereka menyadari betul, bahwa boarding school adalah lembaga utuh menciptakan karakter masa depan bangsanya. Salah satu poinnya disitu  adalah, boarding school memanfaatkan malam hari sebagai waktu untuk menempa karakter siswa”, ujar Wamenag.

 “Ternyata internalisasi nilai-nilai karakter itu justru menjanjikan dan memberikan sesuatu yang lebih  positif manakala anak-anak seusia itu di-boarding”, lanjut Wamenag. Kemenag RI: Wamenag: Boarding School, Tren Baru Pendidikan di LN

Wamenag mengutip kesimpulan seorang profesor yang datang ke Indonesia untuk melakukan penelitian tentang pondok pesantren (Pontren). Kesimpulannya cukup mengagetkan, bahwa sistem pendidikan pontren adalah modern, padahal di Indonesia konotasi pontren kita adalah tradisional.

Kemenag RI: Wamenag: Boarding School, Tren Baru Pendidikan di LN. Di pontren menurut Wamenag, peran guru sangat-sangat sentral selain kurikulum yang sederhana. Pontren-pontren dalam sejarahnya tidak terlalu mementingkan soal kurikulum. Kadang-kadang kitab Tafsir Jalalain dari awal sampai akhir, tidak tahu kurikulumnya seperti apa.

“Yang jelas, Kiai-nya sangat bagus, tenaga-tenaga pengajarnya mengajar dengan hati”, ujar Wamenag.
Dan out put-nya lanjut Wamenag, seperti yang kita saksikan, jarang sekali pontren melakukan dan mensponsori demo dan lainya dan tapi justru menjadi sandaran moral, hal ini juga ada pada lembaga pendidikan agama tidak terkecuali pendidikan di agama-agama lain.

 “Pendidikan yang bermasa depan itu tidak lain adalah pendidikan yang berkarakter keagamaan”, ujar Wamenag. (g-penk/dm) Kemenag RI: Wamenag: Boarding School, Tren Baru Pendidikan di LN

Kemenag RI: Wamenag: Cermati Fenomena Perubahan Sosial Masyarakat

Kemenag RI: Wamenag: Cermati Fenomena Perubahan Sosial Masyarakat. Pejabat Kementerian Agama termasuk para Rektor atau pimpinan PTAN diminta untuk mencermati terjadinya fenomena perubahan sosial di masyarakat. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Agama ketika menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2013 di Jakarta, Sabtu Malam (28/9).

Fenomena sosial yang patut dicermati menurut Wamenag adalah semakin maraknya aliran-aliran sempalan, ada kecendrungan komunikasi semakin menyimpang, fanatisme aliran, dan ketegangan antara dan intra agama mulai muncul kembali. Meningkatnya angka perceraian, meningkatnya nikah siri dan poligami, kemudian juga penyimpangan-penyimpangan moral dalam bentuk aborsi, homo, lesbi serta penyimpangan seksual seperti juga fedofilia . Selain itu yang patut dicermati adalah semakin maraknya perpecahan ormas-ormas keagamaan, ada kepemimpinan ganda baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.

“Bagaimanapun, ini akan berdampak pada diri kita sebagai pembina umat”, ujar Wamenag.

 Selain itu, Wamenag juga mengkhwatirkan adanya fenomena urbanisasi mubalig atau  pengkhutbah. Mereka umumnya beralih ke kota karena alasan masa depan dan kebutuhan keluarganya. Kemenag RI: Wamenag: Cermati Fenomena Perubahan Sosial Masyarakat.

“Masyarakat, terutama di daerah terpencil, perbatasan, masyarakat di sana tidak lagi menikmati shalat Jumat atau tidak bisa lagi melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan karena terjadi urbanisasi mubaligh”, ujar Wamenag.

Pada sambutannya, Wamenag juga menggambarkan adanya fenomena menarik tentang peralihan status kepemimpinan di masyarakat. Pada masa transisi, status kepemimpinan masyarakat kita mengalami peralihan dari tadinya elit-elit bangsawan lokal berpindah ke tokoh-tokoh birokrasi dan tokoh politik. Sekalipun bukan bangsawan, tapi memiliki keterampilan dan keunggulan tertentu, maka dia diangkat menjadi tokoh masyarakat,

Kemenag RI: Wamenag: Cermati Fenomena Perubahan Sosial Masyarakat.“Mau tidak mau harus diakui, karena de facto mereka menjadi dan memiliki pengaruh”, ujar Wamenag.
Pada saat bersamaan juga, lanjut Wamenag, kepemimpinan umat kita juga beralih, antara kecenderungan tokoh tokoh pesantren berpindah ke tokoh-tokoh kampus. Kita bisa melihat, pengurus pengurus majelis ulama kita yang dulu diwarnai oleh sederetan nama-nama kiai haji , mungkin karena kita sulit mengkader kiai dibanding mengkader doktor atau gurubesar, maka kepemimpinan majelis ulama kita di seluruh Indonesia itu, di atas 20% diambil oleh tokoh-tokoh kampus.

 “Jadi bukan lagi kiai haji, tapi profesor doktor alumni perguruan tinggi agama bahkan juga alumni perguruan tinggi umum yang concern terhadap masalah-masalah keagamaan”, kata Wamenag.

 “Ini tentu punya dampak. Kapasitas kita sebagai pejabat Kemenag sudah tepat, untuk itu kita juga harus membekali dengan pengetahuan ekstra untuk diri kita sebagai seorang pemimpin umat”, pungkas Wamenag. (dm). Kemenag RI: Wamenag: Cermati Fenomena Perubahan Sosial Masyarakat

Kemenag RI: Tradisi Islam, Jalan Tengah Pengarusutamaan Gender

Kemenag RI: Tradisi Islam, Jalan Tengah Pengarusutamaan Gender. Lombok (Pinmas) — Kembali pada ajaran dan tradisi Islam merupakan jalan tengah atau solusi terhadap kajian feminis yang cenderung ‘kebablasan’ dalam kajian pengarusutamaan gender. Artinya, secara sosiologis terjadi problem sosial dengan ditandai rendahnya angka natalitas di belahan negara eropa.

Demikian, dikatakan Direktur Pendidikan Madrasah, Nur Kholis Setiawan saat memberi materi dalam Workshop Pengarusutamaan Gender pada Madrasah di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (29/9). “Seperti di Jerman dan Norwegia, angka natalitas sangat rendah, di sana lebih banyak ibu yang tidak mau melahirkan. meski diberi semacam hadiah bagi ibu yang melahirkan, tetap tidak bergeming, ini ciri-ciri ‘terlalu’ emansipasi,” kata Kholis.

Untuk itu, dalam paparannya di depan para guru madrasah, Kholis mengatakan supaya para guru tidak mudah terpengaruh ataupun silau pada kajian gender maistreaming yang berasal dari barat tersebut. “Kembali pada tradisi keislaman, ini kuncinya, dan ini menjadi PR bersama untuk menumbuhkembangkan dan mentradisikan serta mencontohkan tradisi keislaman supaya tidak terengah-engah dalam pemikiran barat.“ tegas Kholis.Kemenag RI: Tradisi Islam, Jalan Tengah Pengarusutamaan Gender. 

Ia beralasan bahwa ketika terjadi ‘terlalu’ gender maka persoalan seperti yang terjadi di masyarakat barat tadi bisa dijadikan langkah untuk merevitalisasi gender mainstreaming di barat yang belum tentu benar untuk ditiru dan di praktekkan. Sekali lagi, “jadi solusinya adalah jalan tengah, kita kembali kepada nilai-nilai keislaman dan merevitalisasi cara menggali sumber keislaman. Selanjutnya melakukan dekontruksi terhadap warisan sejarah,” ujarnya.

Kemenag RI: Tradisi Islam, Jalan Tengah Pengarusutamaan Gender. . Kholis meyakini, jika pola tersebut bisa berjalan di lingkungan madrasah, dirinya optimis anak-anak madrasah akan percaya diri dan lembaga pendidikan madrasah akan menjadi tempat penyemai munculnya generasi yang brilian, “jika polanya tadi dengan cara afirmasi, destruksi saya optimis madrasah tempat persemaian generasi-generasi yang brilian.” pungkasnya.

Workshop Pengarusutamaan Gender pada Madrasah ini dilaksanakan28-30 September 2013, dengan peserta sebagian besar kepala madrasah dari 20 provinsi. Rencananya, acara akan diakhiri dengan petisi atau rekomendasi dari para peserta worskhop untuk mendukung program gender di madrasah. (sholla/mss)
Kemenag RI: Tradisi Islam, Jalan Tengah Pengarusutamaan Gender.

Kemenag RI: Menag Usulkan 3 Januari Hari Kerukunan Beragama

Kemenag RI: Menag Usulkan 3 Januari Hari Kerukunan Beragama.Semarang (Pinmas)-Kerukunan beragama dinilai terbaik di dunia. Karena itu, setiap tanggal 3 Januari akan ditetapkan sebagai hari memperingati momen hormoni lintas iman itu.Demikian dikemukakan Menteri Agama Suryadharma Ali, dalam sambutan saat menghadiri doa untuk bangsa dan penutupan Wahana Negara Raharja (WNR) yang digelar Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI), di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, Minggu (29/9).

Hadir pada acara tersebut, Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama (Kemenag) Joko Wuryanto, Dirjen Bimas Islam Prof Abdul Djamil, Staf Khusus Menag Budi Setiawan, Ketua Umum DPP Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Sekjen DPP Walubi Citra Surya, Ketua Umum MNSBDI Aiko Senosoenoto, dan ketua panitia Lusiania. Kemenag RI: Menag Usulkan 3 Januari Hari Kerukunan Beragama.

“Kerukunan beragama di negeri ini, adalah terbaik di dunia. Karena itu, kami akan mengusulkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar menetapkan tanggal 3 Januari sebagai hari kerukunan beragama. Ini bersamaan dengan perayaan Hari Amal Bakti Kementerian Agama. Kita ingin melihat ustad, kiai, pendeta, romo, pastur, biksu, masyarakat dan para tokoh lintas agama berjalan bersama bergandengan tangan,” ujar Menag yang disambut tepuk tangan hadirin.

Kemenag RI: Menag Usulkan 3 Januari Hari Kerukunan Beragama. Nanti bila ada kesempatan yang lebih panjang, Menag berjanji akan menyampaikan penjelasan dan argumentasi yang lebih lengkap tentang apa yang dipaparkannya.

Seperti diketahui, sejak Kementerian Agama berdiri pada 3 Januari 1946 yang dipelopori almarhum KH M Rasjidi, Kemenag selalu memperingati tanggal bersejarah tersebut sebagai hari amal bakti. “Agama tak dapat dipisahkan dari kehidupan negara, dan Kemenag hadir untuk memelihara dan menjamin kepentingan agama serta para pemeluknya,” kata Menag dalam prosesi sakral yang dipimpin Biksu Yang Arya Shojo Sakabe, dan Yang Arya Shokun Takashi itu.

Menag Suryadharma Ali meyakini RI adalah negara yang memiliki kerukunan beragama yang bisa menjadi teladan global. Sebab, pemerintah memberikan kebijakan istimewa untuk hari besar semua agama di Indonesia. “Nah, sekarang tunjukkan kepada saya negara mana yang seperti itu. Inilah yang terbaik,” kata Menag.

Dia mencontohkan, hari besar umat Islam Idul Fitri dinyatakan sebagai libur nasional. “Begitu pun Natal yang diperingati umat Kristen dan Katolik. Hari besar umat Hindu dan Buddha pun demikian. Bahkan, Hari Raya Imlek kini juga dinyatakan sebagai hari libur nasional. Semua saling menghormati dan saling memberikan ucapan selamat hari raya,” ujar Menag. Kemenag RI: Menag Usulkan 3 Januari Hari Kerukunan Beragama.

Namun, Menag juga tak menampik bahwa NKRI tak luput dari konflik agama. Tapi, dia menilai sengketa religi itu adalah hal wajar. “Konflik wajar, karena fitrah manusia diciptakan Tuhan sekaligus dengan sifat amarah. Di sinilah fungsi agama mengajarkan umat untuk mengatur dan mengendalikan emosinya. Sehingga kehidupan yang penuh warna bisa rukun, harmonis, dan sejahtera,” kata Menag.

Karena itu, Menag mengapresiasi kegiatan yang digelar MNSBDI sebagai aktivitas positif yang sangat bermanfaat untuk bangsa. “Hari ini adalah bersejarah bagi kita semua. Karena doa-doa yang dipanjatkan pada acara ini pada suasana penuh kedamaian dan ketenangan,” ujarnya.

Sebelumnya, sebagai bagian dari Wahana Negara Raharja, Dirjen Bimas Buddha Joko Wuryanto menyampaikan pengarahan dalam acara nikah massal yang digelar MNSBDI. “Semoga para mempelai bisa maju menghadapi tantangan kehidupan baru, dengan didasari kepercayaan terhadap Mandala Pusaka Gohonzon,” ujarnya Kemenag RI: Menag Usulkan 3 Januari Hari Kerukunan Beragama.

Dirjen menjelaskan, WNR juga ditandai dengan penanaman 15 ribu mangrove. “WNR merupakan kegiatan untuk memperingati HUT ke-49 MNSBDI. Penanaman mangrove dilakukan sebagai salah satu bagian ajaran Buddha mengenai kesatuan manusia dan lingkungan. Buddha mengajarkan umatnya untuk menjadi mata, tiang, dan bahtera bagi bangsa,” ucapnya.

Hal sama disampaikan Lusiana. Dia menyebutkan, dengan doa untuk bangsa diharapkan Indonesia dapat melaksanakan Pemilu 2014 dengan tenang dan damai, serta dapat memilih pemimpin yang bisa membawa kemajuan bangsa. “Pelaksanaan doa untuk bangsa ini sama sekali bukan gerakan politik, melainkan perwujudan pelaksanaan ajara Buddha,” ujarnya. (yudhiarma/ful) Kemenag RI: Menag Usulkan 3 Januari Hari Kerukunan Beragama.

Kemenag RI: Wamenag: Pejabat Kemenag, Birokrat Juga Pemimpin Umat

Kemenag RI: Wamenag: Pejabat Kemenag, Birokrat Juga Pemimpin Umat. Jakarta (Pinmas) —- Pejabat Kementerian Agama (Kemenag) bukan hanya tokoh birokrasi tapi juga sekaligus menjadi tokoh umat. Dalam konteks luas, jangan-jangan justru ketokohan kita (pejabat Kemenag) lebih menonjol sebagai tokoh tokoh pemimpin umat ketimbang pemimpin birokrasi. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar saat penutupan Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama Tahun 2013 di Jakarta, Sabtu malam (28/9).

 “Karena tokoh birokrasi mewakili hanya seputar jam kantor, tapi saya percaya bapak-bapak yang hadir pada kesempatan ini (Rakernas), kadang-kadang 24 jam untuk melayani masyarakat”, ujar Wamenag .

Menurut Wamenag, peran ganda yang diperankan disamping sebagai tokoh birokrasi juga sebagai tokoh masyarakat atau tokoh umat sudah barangtentu harus terikat juga bukan hanya  pada etika birokrasi tapi pada akhlak birokrasi  itu sendiri. Birokrasi yang rasional, tapi akhlak birokrasi ini mungkin ada hal hal yang tidak terjangkau oleh etika birokrasi itu sendiri, tapi terjangkau oleh faktor agama yang melekat pada diri kita sendiri, sisi lain pada diri kita sebagai pemimpin umat. Kemenag RI: Wamenag: Pejabat Kemenag, Birokrat Juga Pemimpin Umat.

“ Karena selain menguasai meja kantor kita, kita juga diminta untuk memimpin mimbar dan mihrab, pemimpin mimbar tentu seorang pengkhutbah (khatib) memimpin mihrab berarti kita menjadi imam”, terang Nasaruddi Umar .

Di dalam teori masyarakat kita di Indonesia terutama yang beragama Islam, lanjut Wamenag,  siapa yang menguasai mimbar dan mihrab  itu pasti ketokohannya tidak bisa diragukan , dan di era pemilukada ini vote getter  itu dibutuhkan. Kemenag RI: Wamenag: Pejabat Kemenag, Birokrat Juga Pemimpin Umat.

Oleh karena itu, terang Wamenag, disadari atau tidak, di dalam era demokrasi yang dikembangkan di Indonesia ini, kehadiran pejabat Kemenag baik ditingkat pusat maupun daerah itu pasti akan lebih di atas rata-rata ketimbang pejabat lain, sekalipun eselonnya itu lebih rendah sedikit. Salah satunya pejabat kUA, yang kalau kita bandingkan kurang lebih setara dengan sekretaris desa.

Tetapi lebih dari itu, perannya di masyarakat, sepertinya seorang camat tidak bisa berbuat apa-apa tanpa didampingi pejabat KUA kita. Bupati-pun tidak percaya diri pergi kemana-mana tanpa didampingi tokoh-tokoh Kemenag sampai ke tingkat provinsi pun.

“Pak gubernur seperti kurang percaya diri, timnya akan kurang manakala Kakanwil tidak hadir mendampingi, ini artinya, kehadiran pejabat Kemenag diitingkat pusat sampai daerah mendapat tempat khusus ”, ujar Wamenag.

Selain itu menurut Wamenag, masih ada anggapan dari masyarakat, dari dulu pejabat Kemenag seolah-olah seperti malaikat, bersih, dan semuanya seperti serba bisa menjawab pertanyaan masyarakat, padahal kita juga pada sisi lain adalah manusia biasa. Namun, ada yang berlindung dibawah kemanusiaan biasa,  ini seringkali menjadi titik atau lubang untuk mengecewakan masyarakat itu sendiri.

 “Sebagai pejabat di lingkungan Kemenag, masyarakat menilai dan sekaligus mengekpektasikan kepada kita sebagai pribadi dan pejabat di Kemenag, terlalu berat dan besar ekspektasi masyarakat terhadap kita”, ujar Wamenag. Kemenag RI: Wamenag: Pejabat Kemenag, Birokrat Juga Pemimpin Umat.

 Dalam arahan penutupan Rakernas yang diselenggarakan dari tanggal 26 s.d. 29 September 2013,  Wamenag mengatakan bahwa Rakernas ini merupakan event paling penting dan event tertinggi  di Kemenag.
 “Ini sangat penting, tentu  bukan hanya untuk memahami materi-materi baru yang telah disampaikan oleh narasumber,  yang tidak kalah  penting adalah mempertemukan wawasan, mempertemakan bahasan, dan yang penting juga memperkokoh solidaritas kecintaan kita sebagai aparat Kemenag”, ujar Wamenag.

Rakernas ini juga menurut Wamenag harus dimaknai dalam banyak hal, selain memperoleh informasi baru dan sangat penting tapi juga mengasah gergaji, karena bila tidak pernah diasah bagaimana bisa untuk produktif.

“Kita tulis spirit baru melalui ketajaman, kekuatan (power) dan nanti kita pulang ketempat kita kerja masing-masing ada perubahan  yang dirasakan oleh para staf”, tukas Wamenag.(dm) Kemenag RI: Wamenag: Pejabat Kemenag, Birokrat Juga Pemimpin Umat.

Kemenag RI: Biro Kepegawaian Sosialisasi PP No 46/2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS

Kemenag RI: Biro Kepegawaian Sosialisasi PP No 46/2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS.
Jakarta (Pinmas) — Biro Kepegawaian Kemenag melaksanakan kegiatan Sosialisai PP No 46 Tahun 2011 tentang penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, 27-30 September 2013. 
 
Kepala Biro Kepegawaian, Dr. H. Mahsusi menjelaskan bahwa tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memahamkan kembali tentang pentingnya penilaian kinerja bagi PNS di setiap Satuan Kerja. Kemenag RI: Biro Kepegawaian Sosialisasi PP No 46/2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS.
“Setelah sosialisasi ini, diharapkan peserta dapat mengimplementasikan PP nomor 46/2011 sebagaimana diatur juga oleh Peraturan Kepala BKN nomor 1 tahun 2013,” lanjut Mahsusi.

Mahsusi juga menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti satker dari eselon I pusat, Kantor wilayah, PTAINIHDN, Diklat Keagamaan, Litbang Agama dan Kepala Subag TU Eselon II pusat. Kemenag RI: Biro Kepegawaian Sosialisasi PP No 46/2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS. 

“Harapannya, setelah sosialisasi ini, peserta benar-benar memahami tata penyusunan dan penghitungan prestasi kerja yang nantinya berdampak pada peningkatan prestasi kerja,” imbuh Mahsusi.

Mahsusi juga mengatakan bahwa sosialisasi kali ini akan membahas beberapa hal penting, antara lain; Pertama, Pengembangan sistem assessment dan penilaian kinerja pegawai dalam rangka percepatan reformasi birokrasi bidang pengelolaan dan pengembangan SDM; kedua, Penguatan sistem informasi manajemen pegawai (Simpeg); ketiga, penguatanSOP bidang kepegawaian dan uraian jabatan; keempat, implementasi ISO 9001 tahun 2008 dalam perekrutan PNS; kelima, pemetaan distribusi dan kebutuhan pegawai; dan keenam, pembinaan dan peningkatan kompetensi pengelola bidang kepegawaian. (g-penk/mss) Kemenag RI: Biro Kepegawaian Sosialisasi PP No 46/2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS.

Kemenag RI: 85.329 Jamaah Haji Indonesia Sudah Di Makkah

Kemenag RI: 85.329 Jamaah Haji Indonesia Sudah Di Makkah. Makkah (Pinmas) —- Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), sudah ada 85.329 jamaah haji Indonesia yang masuk ke Makkah  sampai dengan Senin (30/09) siang (12.00 WAS). Sejak dini hari tadi hingga siang ini, petugas Daerah Kerja (Daker) Makkah telah menerima 6 kloter jamaah haji Indonesia dari Madinah dan 7 kloter jamaah dari Jeddah.

Enam kloter dari Madinah tersebut adalah JKS/23 (447 jamaah), SOC/27 (364), LOP/8 (324), SOC/28 (374), JKS/24 (448), dan JKG/15 (454). Jumlah totalnya adalah 2.411 jamaah. Kemenag RI: 85.329 Jamaah Haji Indonesia Sudah Di Makkah.
 
Adapun tujuh kloter yang dari Jeddah  adalah SUB /40 (450 jamaah), PDG/11 (372), JKS/43 (441), JKS/42 (449), JKS/44 (448), JKG/28 (455), dan SOC/46 (375). Jumlah totalnya adalah 2.990 jamaah.
Sebelumnya dilaporkan bahwa sampai hari Senin (30/09) dini hari,  jamaah haji Indonesia yang sudah tiba di Makkah berjumlah 79.928 orang yang berasal dari 196 kloter.

“Dengan tambahan 2.411 orang dari Madinah dan 2.990 dari Jeddah, berarti jumlah jamaah yang sudah di Makkah sampai Senin (30/09) siang ini adalah 85.329 orang yang berasal dari 209 kloter,” kata Kasi Pelayanan Siskohat MU. Asep SA. Kemenag RI: 85.329 Jamaah Haji Indonesia Sudah Di Makkah.

Kemenag RI: Irjen Kemenag Pantau Langsung Penyelenggaraan Ibadah Haji 1434 H

Written By Kemenag Karimun on Sunday, 29 September 2013 | 20:24

Kemenag RI: Irjen Kemenag Pantau Langsung Penyelenggaraan Ibadah Haji 1434 H. Makkah (Pinmas) —- Inspektur Jenderal Kementerian Agama, M. Jasin, memimpin langsung tugas pemantauan penyelenggaraan ibadah haji 1434H/2013M.

“Sekarang ini, Inspekturorat Jenderal akan memulai tugas pemantauan, tapi bukan pemeriksaan,” terang  Jasin disambut tawa peserta rapat antara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah dengan Tim Pemantauan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1434H/2013M dari Itjen Kemenag, gelombang yang pertama.

Hadir dalam kesempatan rapat ini, Direktur Pelayanan Haji Sri Ilham Lubis, Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat, serta para Kepala Seksi dan Kepala Sektor Daker Makkah. Dari Tim Pemantau Itjen, tampak hadir Inspektur Investigasi yang menjadi supervisor tim Heffinur, Ketua Tim Pemantauan Khairunnas, dan 5 anggota lainnya.

“Meski pemantauan, namun jika ada pertanyaan, tolong dilayani dengan baik. Tujuannya, untuk menunjukan bahwa Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah ini berakuntabilitas dan itu harus disampaikan ke publik,” tambah Jasin.

Jasin menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugasnya, tim pemantau gelombang pertama dari Itjen yang terdiri dari 8 orang ini akan berada di Arab Saudi selama 30 hari ke depan dan akan mendatangani masing-masing sektor untukmelakukan pemantauan lapangan. Menurutnya, pemantauan dilakukan agar inspektorat dapat memberikan saran yang baik bagi perbaikan layanan haji ke depan. Kemenag RI: Irjen Kemenag Pantau Langsung Penyelenggaraan Ibadah Haji 1434 H.

“Saya harus bertanggung jawab kepada Menteri Agama atas tugas yang kita laksanakan. Jerih payah Bapak/Ibu sangat kita hargai karena sudah menyediakan diri untuk memberikan layanan kepada tamu-tamu Allah,” kata Yasin.

Secara khusus, Jasin menyoroti masalah penyewaan rumah. Menurutnya, kita akan membuat semacam asosiasi  negara-negara pengiriman jamaah haji terbesar agar kita mempunyai posisi tawar yang kuat dalam negosiasi kontrak perumahan.

Sementara itu, Supervisor Tim Heffinur menjelaskan bahwa selain melakukan pemantauan lapangan secara langsung, dalam pelaksanaan tugas di masing-masing sektor, ada beberapa data yang diperlukan oleh tim, yaitu: struktur organisasi sektor, profile sektor, job description sektor, laporan kondisi real yang terjadi selama masa kedatangan jamaah, laporan harian sektor,  pembagian penempatan jamaah (qurah), rencana real kedatangan jamaah, ketersediaan sumber daya (SDM dan sarana prasarana), peta lokasi penempatan petugas dan jamaah, jadwal pelayanan transportasi ke Masjidil Haram, serta daftar permasalahan yang ada di sektor berikut usulan solusinya.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Haji Sri Ilham Lubis memaparkan beberapa kebijakan dan terobosan yang diambil Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) dalam penyelenggaraan haji 1434H/2013M ini. Menurutnya, pada tahun ini, Ditjen PHU memberlakukan upgrade sarana transportasi jamaah untuk rute-rute tertentu, seperti Madinah-Makkah, Makkah-Madinah, Makkah-Bandara Jeddah, dan Madinah-Bandara Jeddah.

Selian itu, lanjut Sri, Ditjen PHU juga melakukan upgrade layanan pada saat Arafah-Muzdaalifah-Mina (ARMINA).  Upgrade layanan tersebut antara lain: penggunaan karpet di Arafah yang lebih baik, penambahan  layanan petugas kebersihan di kamar mandi. “Setiap maktab, ada enam petugas kebersihan untuk kamar mandi, 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Mereka akan memberikan layanan secara bergantian selama 24 jam,” terang Sri Ilham.

Upgrade layanan lainnya adalah pengadaan kantong pembuangan sampah yang memadai di tenda jamaah. Sri Ilham mengatakan bahwa akan ada 10 petugas kebersihan yang akan membersihkan tenda jamaah, sebelum dan sesudah layanan katering. “Kebersihan dapur menjadi tanggung jawab perusahaan katering,” tegas Sri Ilham.

Termasuk upgrade layanan tahun ini adalah penyediaan katering di Armina. Tahun ini, katering disediakan dengan sistem box, bukan prasmanan. Namun, lanjut Sri, perlu peningkatan pengawasan dan sosialisasi agar makanan dikonsumsi maksimal 2 jam setelah didistribusikan. “Warna makan pagi, siang, dan malam akan dibedakan agar jamaah mudah mengenali,” kata Sri Ilham. (mkd/mkd) Kemenag RI: Irjen Kemenag Pantau Langsung Penyelenggaraan Ibadah Haji 1434 H.

Kemenag RI: 70.618 Jamaah Haji Indonesia dari 173 Kloter Sudah Di Makkah

Kemenag RI: 70.618 Jamaah Haji Indonesia dari 173 Kloter Sudah Di Makkah. Makkah (Pinmas) — Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), diketahui bahwa  sejak Sabtu (28/09) pagi sampai dengan Minggu (29/09) dini hari, Makkah telah menerima 14 kloter jamaah haji Indonesia dari Madinah dan 13 kloter jamaah dari Jeddah.

Empat belas kloter dari Madinah tersebut adalah JKG/12 (454 jamaah), SOC/23 (369), JKS/18 (448), JKS/19 (446), BPN/7 (360), JKS/20 (449), LOP/7 (325), PLM/2 (359), SOC/25 (375), BTH/10 (444), SUB/17 (441), SUB/16 (444), JKG/13 (453), dan UPG/8 (371). Jumlah totalnya adalah 5.738 jamaah. Selain itu, ada seorang jamaah haji dari kloter 23 embarkasi Solo (SOC/23) yang dievakuasi dari Madinah dengan menggunakan ambulance, sehingga jumlahnya menjadi 5.739 jamaah.

Adapun tiga belas kloter dari Jeddah yang sudah tiba di Makkah adalah BDJ/6 (325 jamaah), SOC/41 (375), UPG/19 (374), PLM/8 (358), SUB/36 (439), JKG/25 (455), SUB/35 (434), SOC/42 (375), SOC/43 (375), SUB/37 (444), UPG/20 (373), JKS/39 (435), dan JKS/40 (449). Jumlah totalnya adalah 5.211 jamaah.

Sebelumnya dilaporkan bahwa sampai hari Sabtu (28/09) dini hari,  jamaah haji Indonesia yang sudah tiba di Makkah berjumlah 59.668 orang yang berasal dari 146 kloter.

“Dengan tambahan 5.739 orang dari Madinah dan 5.211 dari Jeddah, berarti jumlah jamaah yang sudah di Makkah sampai Minggu (29/09) dini hari adalah 70.618 orang yang berasal dari 173 kloter,” kata Kasi Pelayanan Siskohat MU. Asep SA. Kemenag RI: 70.618 Jamaah Haji Indonesia dari 173 Kloter Sudah Di Makkah.

19 Jamaah Wafat
Menurut Kasi Penghubung Kesehatan Daker Makkah, dr. Raymon Andreas, sampai dengan Minggu (29/09) pukul 01.00 WAS, jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi berjumlah 19 orang. “Sudah 19 jamaah haji Indonesia yang wafat: 11 wafat di Madinah, 7 wafat di Makkah, dan 1 wafat di Jeddah,” terang dr. Raymon Andreas.
Jamaah haji yang wafat di Madinah adalah Amaq Sapoan bin Amaq Sapar (L/58) dari LOP/5, Nasir bin Sagrib (L/62) dari SOC/3, Asmawati binti Asmawi (P/52) dari JKG/4, Amin bin Dollah Nduri (L/62) dari SOC/6, Rotena binti Malik (P/77) dari PLM/1, Icih Bachriyah binti Bachrudin (P/63) dari JKG/19, Umiyati binti Djasmad (P/57) dari MES/10, Edy Lukita bin Muchtar (L/47) dari JKS/28, Wahyuni Dyah Ernawati binti Soesilo (P/49) dari JKG/11, Jema binti Salim (P/74) dari PLM/2, Aq Lemuh bin Amaq Sunaya (L/73) dari LOP/10.
Jamaah haji yang wafat di Makkah adalah Abdurrohman bin Marhad (L/62) dari SOC/2,  Gozali Tusi bin H. Abd. Rahman (L/68) dari JKG/8, Kimin bin Ahmad Sujak (L/067) dari SOC/15, Indo Cemmi binti Laburante (P/54) dari BPN/1, Musiyanah binti Alwi (P/73) dari SUB/1, Amad Masyira bin Amad (L/70) dari JKS/35, dan Enat binti Toni (P/65) dari JKS/1.
“Adapun jamaah haji Indonesia yang wafat di Jeddah adalah M. Arifin bin Hape (L/65) dari UPG/15,” terang dr. Raymon Andreas.

Kedatangan Jamaah Ke Makkah

Menurut data pada Seksi Pelayanan Transportasi, pada Minggu (29/09), Daker Makkah diperkirakan akan kedatangan 13 kloter jamaah haji dari Madinah dan 12 kloter jamaah haji dari Jeddah.  Tiga belas kloter dari Madinah adalah JKS/23 (447 jamaah), MES/9 (434), SOC/27 (364), SUB/18 (449), SUB/19 (449), JKG/14 (455), BPN/8 (356), SOC/26 (374), PLM/3 (357), SOC/28 (374), JKS/24 (450), LOP/8 (324), dan JKG/15 (455). Totalnya berjumlah 5.288 jamaah.
Adapun 12 kloter jamaah haji dari Jeddah adalah JKS/40 (450), MES/15 (455), JKS/41 (450), BDJ/7 (325), SOC/44 (375), SOC/45 (375), PLM/9 (360), UPG/21 (375), SUB/38 (450), SUB/39 (450), JKG/27 (455), dan SUB/40 (450). Totalnya berjumlah 4.970 jamaah. Kemenag RI: 70.618 Jamaah Haji Indonesia dari 173 Kloter Sudah Di Makkah.
 
Support : Creating Website | Edited By Muntazhir | Mas Template
Copyright © 2011. Kemenag Kabupaten Karimun - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger