HARI AMAL BAKTI KE-68 KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

HARI AMAL BAKTI KE-68 KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
HARI AMAL BAKTI KE-68 KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
HARI AMAL BAKTI KE-68
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
SAMBUTAN MENTERI AGAMA
TANGGAL 3 JANUARI 2014
1
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum wr. wb,
Salam sejahtera bagi kita semua.
Saudara-saudara keluarga besar Kementerian Agama yang saya banggakan,
Hadirin peserta upacara yang berbahagia,
Pada kesempatan yang baik ini, dengan penuh khidmat dan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, kita memperingati Hari Amal Bakti ke-68 Kementerian Agama Republik Indonesia. Enam puluh delapan tahun yang lalu, tepatnya 3 Januari 1946, Kementerian Agama secara resmi berdiri dengan Menteri Agama Pertama Haji Mohammad Rasjidi.
Sejarah mencatat Indonesia adalah negara pertama di dunia yang memiliki kementerian tersendiri yang menangani urusan agama. Sehari setelah pembentukan
2
Kementerian Agama, Menteri Agama K.H.M.Rasjidi dalam pidato yang disiarkan ke seluruh dunia oleh RRI Yogyakarta menegaskan bahwa berdirinya Kementerian Agama adalah untuk memelihara dan menjamin kepentingan agama serta pemeluk-pemeluknya.
Keberadaan Kementerian Agama memperkuat bangunan ideologis negara kita sebagai negara ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, yang wajib melindungi rakyatnya dalam beragama sesuai dengan norma-norma konstitusi. Kementerian Agama merupakan institusi terhormat, sehingga wajib dijaga reputasi dan kredibilitasnya dari masa ke masa.
Dalam setiap kabinet pemerintahan yang silih berganti dan mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan pemerintahan negara kita, eksistensi Kementerian Agama tetap dipertahankan. Kenyataan ini menunjukkan bahwa tugas dan fungsi yang dijalankan oleh Kementerian Agama tidak dapat dihilangkan atau digantikan.
Hari Amal Bakti Kementerian Agama merupakan momentum terbaik yang mengingatkan bangsa Indonesia tentang posisi strategis pembangunan kehidupan beragama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui peran Kementerian Agama, pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki dimensi
3
keagamaan, dimensi moral dan dimensi spiritual yang harus selalu dijaga.
Memperingati ulang tahun kementerian bukan sekedar kegiatan rutin organisasi, tetapi harus dijadikan media introspeksi diri, sejauh mana kita telah melaksanakan tugas pokok yang diemban dan sejauh mana kita merespon tuntutan dan kebutuhan masyarakat melalui peran yang kita jalankan.
Saudara-saudara sekalian yang saya banggakan,
Dalam kesempatan memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun 2014 ini, yang merupakan tahun terakhir Kabinet Indonesia Bersatu II, saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk terus menghidupkan, menjaga dan menghayati “ruh” Kementerian Agama. Tugas sebagai pengayom dan pelayan umat beragama adalah tugas mulia yang harus dijalankan dengan baik dan penuh tanggungjawab.
Banyak bidang dan lingkup tugas kita yang bersinggungan secara langsung dan tidak langsung dengan sektor lain dan instansi lain. Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dukungan lintas sektoral, baik unsur pemerintah maupun masyarakat, termasuk Pemerintah Daerah dan organisasi keagamaan, yang telah mendukung
4
pelaksanaan tugas dan program Kementerian Agama selama ini.
Saya juga memberikan penghargaan atas kerja keras, karya dan dedikasi seluruh jajaran Kementerian Agama di semua unit organisasi dan satuan kerja pusat dan daerah. Kita semua bekerja dengan visi yang sama. Hanya melalui kerjasama, kekompakan dan kebersamaan kita mampu mencapai kinerja terbaik dalam mewujudkan program strategis Kementerian Agama.
Dalam penyelenggaraan fungsi pendidikan agama dan keagamaan, terobosan kemajuan yang kita hasilkan cukup signifikan. Lembaga pendidikan yang dikelola Kementerian Agama, dari tingkat raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah, sampai perguruan tinggi, berada dalam kondisi sejajar, “duduk sama rendah, tegak sama tinggi”, dengan lembaga pendidikan umum, baik dari segi kapasitas tenaga pengajar, prestasi siswa dan mahasiswa, maupun sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia.
Kemajuan lain yang layak dibanggakan, ialah pengembangan dan perubahan status beberapa sekolah tinggi, institut dan Universitas Islam Negeri, dan pendidikan tinggi agama lainnya. Hal ini sekaligus mengamanatkan sebuah tanggungjawab sejarah bagi Kementerian Agama untuk mengembangkan kualitas
5
pendidikan dan menjaga tujuan pendidikan tinggi agama dengan sebaik-baiknya.
Dalam pelayanan keagamaan, seperti penyelenggaraan ibadah haji, perubahan dan inovasi berjalan tanpa henti. Dalam bidang yang lain, seperti pelayanan nikah, masih memerlukan perbaikan dan solusi secara menyeluruh, namun hal itu tidak boleh membuat kita berkecil hati. Kita semua berupaya agar ke depan aparatur Kementerian Agama dalam menjalankan tugas tidak tersandera oleh opini yang kurang menggembirakan.
Selain itu, peran dan andil Kementerian Agama dalam mendorong dan memfasilitasi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan dilakukan antara lain melalui penyempurnaan regulasi dan penataan lembaga pengelola zakat, wakaf dan pengelolaan dana haji secara profesional dan akuntabel.
Dalam pembinaan kerukunan intern dan antar-umat beragama, Kementerian Agama melakukan langkah strategis, yaitu membudayakan kerukunan dengan pendekatan sosiologis dan kultural. Kita patut gembira dan bersyukur bahwa kerukunan beragama Indonesia menjadi model yang layak dicontoh negara lain. Kemerdekaan beragama tidak diragukan lagi merupakan prinsip dasar yang kita junjung tinggi, tetapi penodaan agama dan penyalahgunaan kebebasan beragama yang
6
tanpa batas tidak dapat dibenarkan dari segi hukum, konstitusi dan hak asasi manusia.
Dalam tata kelola organisasi dan sumber daya manusia, Kementerian Agama telah menjalankan reformasi birokrasi menuju terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance). Untuk itu kita melakukan perbaikan sistem, mengefektifkan pengendalian internal, serta melakukan assesmen sumber daya manusia sehingga terdapat keseimbangan yang ideal antara kompetensi pegawai dan beban tugas menuju standar remunerasi.
Saya berharap kepada jajaran pimpinan dan pegawai Kementerian Agama di seluruh tanah air, supaya meningkatkan efektivitas dari sistem yang telah kita bangun bersama, dan menutup celah-celah yang memungkinkan timbulnya perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme.
Pada aspek tata kelola keuangan dan pelaksanaan anggaran, sejak beberapa tahun terakhir kita mampu meraih dan mempertahankan predikat hasil audit BPK dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kementerian Agama juga telah mencanangkan Zona Integritas dan Wilayah Bebas Korupsi, dimana hal itu saya minta menjadi gerakan masif yang dilaksanakan secara konsisten di semua satuan kerja pusat, daerah dan perguruan tinggi.
7
Saudara-saudara sekalian yang berbahagia,
Melalui peringatan Hari Amal Bakti Ke-68 Kementerian Agama kali ini yang mengambil tema “Mengabdi Dengan Profesionalitas dan Amanah”, mari kita tingkatkan profesionalitas dan menjaga sikap amanah. Tema tersebut hendaknya tidak hanya sekedar slogan, tapi harus kita implementasikan di dunia nyata.
Profesionalitas berkaitan dengan komitmen dan kemampuan melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, sedangkan amanah berkaitan dengan sikap mental, moral dan karakter. Seorang yang profesional akan selalu memberikan yang terbaik kepada institusi dan masyarakat yang dilayani, sedangkan seorang yang amanah menyadari bahwa Allah pasti melihat setiap pekerjaan, perbuatan dan bahkan segala yang terlintas di hati manusia.
Dalam kesempatan ini saya mengingatkan kepada seluruh pegawai Kementerian Agama pada posisi dan jabatan apapun, kita semua wajib menciptakan birokrasi yang bersih serta bekerja dengan jujur, cerdas dan ikhlas. Pada akhirnya saya perlu menekankan bahwa lingkungan kerja Kementerian Agama harus bersih dari ego sektoral dan hegemoni golongan, karena hal itu dapat merusak sistem birokrasi yang netral dan profesional.
8
Saudara-saudara sekalian,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya mengajak kepada seluruh jajaran Kementerian Agama, mari bekerja dengan penuh integritas, loyalitas, melaksanakan tugas di atas prinsip kebenaran, serta membawa kebaikan bagi lingkungan dan tempat kita bekerja.
Akhir kata, saya ucapkan selamat memperingati Hari Amal Bakti Ke-68 Kementerian Agama.
Semoga Allah SWT memberikan taufiq dan hidayah kepada kita semua dalam melaksanakan tugas dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi bangsa, negara dan kehidupan beragama.
Sekian dan terima kasih.
Wallahul muwaffiq ila aqwami thariq.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Jakarta, 3 Januari 2014
Menteri Agama RI
ttd
Suryadharma Ali
HARI AMAL BAKTI KE-68
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
SAMBUTAN MENTERI AGAMA
TANGGAL 3 JANUARI 2014

Comments