Setiyono, S.Ag. M.Pd. B : Siswa dan Siswi Agama Buddha Harus Memiliki Sila dan Bhakti - Kantor Kemenag Kabupaten Karimun
Home » » Setiyono, S.Ag. M.Pd. B : Siswa dan Siswi Agama Buddha Harus Memiliki Sila dan Bhakti

Setiyono, S.Ag. M.Pd. B : Siswa dan Siswi Agama Buddha Harus Memiliki Sila dan Bhakti

Written By Kemenag Karimun on Friday, 29 August 2014 | 16:12

Penyelenggara Buddha
Setiyono, S.Ag. M.Pd. B : Siswa dan Siswi Agama Buddha Harus Memiliki Sila dan Bhakti (28/8)
Kemenag Kab. Karimun - Moral dalam agama Buddha dipersepsikan sebagai Sila yang mempunyai tujuan praktis untuk menuntun orang menuju tujuan akhir yaitu kebahagiaan tertinggi. Setiap individu bertanggungjawab pada keberuntungan maupun ketidak-beruntungannya sendiri, sehingga setiap individu harus mengusahakan pembebasannya sendiri melalui pemahaman dan usaha.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Setiyono, S.Ag. M.Pd. B salah satu narasumber dalam kegiatan pembinaan bagi siswa-siswi agama Buddha,  di Hotel Aston Karimun kamis (28/8/2014) kemarin.

"Prinsip-prinsip moralitas (Sila) dalam agama buddha bisa ditemukan dalam nasehat Buddha (Buddha Ovada) kepada siswaNya yang berbunyi: Jangan berbuat kejahatan, berbuat kebajikan, sucikan hati dan pikiran...(dh.183)" jelas Setiyono yang saat ini menjadi salah satu guru agama Buddha di Karimun.

Masih menurut Sutiyono, Sila (moralitas) adalah langkah penting dalam menjalani kehidupan untuk mencapai peningkatan bathin yang luhur. Pelaksanaan aturan moralitas Buddhis bagi umat bertujuan untuk memperoleh kedamaian dan ketenangan bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, ada 5 sila dalam agama Buddha yang harus dilatih dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

"Ada lima sila dalam agama Buddha sebagai bagian latihan moral kita. Pertama; Panatipata veramani sikkhapada samadiyami (aku bertekad akan melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup). Kedua; Adinnadana veramani sikkhapada samadiyami (aku bertekad akan melatih diri menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan oleh pemiliknya). Ketiga; Kamesumicchacara veramani sikkhapada samadiyami (aku bertekad akan melatih diri untuk menghindari perbuatan asusila). Keempat; Musavada veramani sikkhapada samadiyami (aku bertekad akan melatih diri untuk menghindari ucapan yang tidak benar). Dan kelima; Surameraya majjapamadatthana veramani sikkhapada samadiyami (aku bertekad akan melatih diri untuk menghindari segala minuman keras yang dapat menyebabkan lemahnya kewaspadaan). " jelasnya.

Bagian akhir dalam penyajian materinya Setiyono yang merupakan salah satu tokoh agama Buddha di Kabupaten Karimun ini menasehati para siswa untuk selalu berbakti kepada kedua orang tuanya, baik ketika orang tua masih hidup, sudah tua maupun sudah tiada.

"Jasa orang tua itu amat besar dan sulit terbalas oleh anak-anaknya. Dalam Anguttara Nikaya Bab IV ayat 2 Sang Budhha memberikan perumpamaan sebagai berikut; Bila seorang anak menggendong ayahnya dipundak kiri dan ibunya dipundak kanan selama seratus tahun, maka anak tersebut belum cukup membalas jasa kebaikan dari orang tuanya."

Untuk itu, menurut Setiyono, ada 5 kewajiban yang harus dilakukan anak kepada orangtuanya. (1). merawat dan menunjang kehidupan orangtuanya terutama dari hari tua mereka. (2). membantu menyelesaikan urusan-urusan orangtuanya, (3). menjaga nama baik dan kehormatan keluarganya, (4). mempertahankan kekayaan orang tua dengan tidak menghambur-hamburkan harta orang tua dengan sia-sia dan (5). memberikan jasa-jasa kebahagiaan kepada orang tuanya yang telah meninggal dunia.
Share this article :
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Edited By Muntazhir | Mas Template
Copyright © 2011. Kantor Kemenag Kabupaten Karimun - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger