Heriyanto, S.Ap: Berhemat di Bulan Ramadhan - Kantor Kemenag Kabupaten Karimun
Home » » Heriyanto, S.Ap: Berhemat di Bulan Ramadhan

Heriyanto, S.Ap: Berhemat di Bulan Ramadhan

Written By Kemenag Karimun on Wednesday, 1 July 2015 | 09:02


Heriyanto, S.Ap: Berhemat di Bulan Ramadhan

Karimun (Humas) - Bulan Ramadan seharusnya menjadi bulan "berhemat". Tetapi, kenyataannya masyarakat justru lebih banyak berbelanja di bulan ramadhan ini, pengeluaran jauh lebih besar di bulan ramadhan dibanding bulan lainnya. Naikknya tingkat konsumsi itu tidak hanya pada makanan, tetapi terjadi juga pada transportasi dan pakaian.

“Nilai yang diajarkan oleh puasa di bulan ramadhan itu sejatinya mengajarkan untuk hidup berhemat, bersahaja, tidak boros., jangan mengikut hawa nafsu komsumtif. Puasa mendidik kita untuk memenuhi hajat hidup kita ini sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan,” jelas Heriyanto, saat ditemui disela-sela acara Bimtek Kurikulum 2013 angkatan II di Masjid Agung Karimun, Selasa (30/6/2015).

 “Lihat saja, saat siang hari di bulan puasa, semua makanan dan minuman yang kita lihat ingin kita makan dan minum semua. Tapi kenyataannya saat berbuka hanya segelas minuman manis sudah cukup bagi kita,” ujarnya.

Heriyanto yang saat ini bertugas sebagai bendahara pada seksi Pendidikan Islam Kankekemag Kabupaten Karimun menjelaskan lebih lanjut, membengkaknya pengeluaran selama bulan ini selain karena melonjaknya harga barang dan jasa, mahalnya biaya makan, ajakan buka bersama bersama komunitas yang mewajibkan iuran, buka bersama keluarga di luar rumah, juga karena tergiur rayuan diskon harga pakaian jelang ramadhan, persiapan kue lebaran, merasa wajib mempercantik rumah, mengganti perabot rumah dan sebagainya. Umumnya pengeluaran sebuah keluarga di bulan ini bisa meningkat 2 – 3 kali lipat dari pengeluaran di bulan lainnya.

“Itu belum termasuk biaya sms atau telpon ucapan selamat berpuasa dan lebaran nanti,”ingatnya.

Jika tidak pandai mengatur uang selama ramadhan ini, jelas Heriyanto, bisa jadi usai ramadhan bukan kemenangan yang diraih malah kekalahan. Karena semua uang sudah habis untuk keperluan ramadhan dan idul fitri.

“Mengatur keuangan di bulan Ramadhan ini sebenarnya masuk dalam kategori pengendalian diri. Banyak orang yang berhasil mengendalikan diri dan menahan hawa nafsu dari makan dan minum serta berkata bohong, bergunjing dan lainnya di bulan Ramadhan, tetapi justru gagal menahan hawa nafsu untuk tidak boros di bulan ramadhan dan menjelang Idul Fitri.” Katanya.

Puasa sebenarnya adalah momen yang sangat tepat untuk mengajarkan kepada anak-anak dan seluruh anggota keluarga lainnya mengenai perilaku hemat, belanja tepat, sewajarnya dan tidak berlebih-lebihan. Meski tidak ada salahnya menikmati hidup tanpa berlebihan dan memang masih dalam batas kemampuan.

“Namun jangan lupa kewajiban dan anjuran pengeluaran yang disarankan di bulan ramadhan ini seperti  zakat fitrah, zakat mal, infaq dan sedekah. Baru kemudian bila ada dana lebih, tak ada salahnya bila ingin membeli baju baru untuk anak yang memang harus dibeli mengingat bagi anak-anak baju baru di hari raya itu sangat berarti.” Tambahnya.

Pengeluaran lain, lanjut Heriyanto, yang tidak saja menguras dana tetapi juga tenaga di bulan ramadhan adalah pulang kampung atau biasa dikenal dengan istilah “mudik lebaran”. 

“Jika memang dana tidak mencukupi untuk mudik  - dari pada menjadi beban pikiran – sebaiknya tidak usah memaksakan diri untuk pulang kampung.” Pesannya

Heriyanto mengingatkan bahwa kedatangan bulan Ramadhan dan Idul Fitri bisa diprediksi kapan datangnya, maka sebaiknya jauh-jauh hari kita sudah mulai menabung untuk keperluan yang membengkak di Ramadhan dan Idul Fitri. Dan jika ada dana lebih,  pesan Heriyanto sebaiknya berbelanja kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri itu pada bulan lain, karena harga barang cenderung stabil dan normal di luar bulan Ramadhan dan Idul Fitri. 

“Tidak perlu jaga gengsi dan ingin pamer. Jika tidak ada dana, tidak perlu mengadakan acara bukber (Buka Bersama) karena melihat rekan kerja atau saudara yang bisa mengadakan acara bukber apalagi Open House saat Idul Fitri nanti, cukuplah para pejabat dan selebriti saja yang Open House, jangan pula kita ikut-ikutan,” ingatnya.

“Terakhir, yang harus diingat, bagi yang sudah berkeluarga dan memiliki anak bahwa usai lebaran, anak-anak mulai memasuki tahun ajaran baru dan berbagai kebutuhan dan biaya mereka juga perlu diperhitungkan. Jadi, berhematlah di bulan ramadhan ini, jangan sampai usai puasa dan lebaran kita kehabisan uang dan harus berhutang kesana dan kesini.” tutupya.
Share this article :
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Edited By Muntazhir | Mas Template
Copyright © 2011. Kantor Kemenag Kabupaten Karimun - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger