Marsudi: Konsep Kurikulum 2013 Yang Harus Dipahami Guru Agama Buddha - Kantor Kemenag Kabupaten Karimun
Home » » Marsudi: Konsep Kurikulum 2013 Yang Harus Dipahami Guru Agama Buddha

Marsudi: Konsep Kurikulum 2013 Yang Harus Dipahami Guru Agama Buddha

Written By Kemenag Karimun on Sunday, 8 November 2015 | 16:45

Karimun (Humas) – Kepala SDN 005 Belakang Padang Marsudi, M.Pd. B menyampaikan Konsep Kurikulum 2013 yang harus dipahami oleh guru-guru Agama Buddha se-Kabupaten Karimun, Jumat (6/11/2015) dalam acara Kegiatan Pembinaan Guru Agama Buddha yang dilaksanakan oleh Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun.

“Ada penyempurnaan pola pikir dalam perumusan kurikulum, yakni dalam KBK 2014 dan KTSP 2006, Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi, Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran, Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan, Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran, Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah,” terangnya

Sementara, dalam Kurikulum 2013, lanjut Guru Pendidikan Agama Buddha yang mengajar di SD, SMP dan SMA Kecamatan Belakang padang dari tahun 1990 hingga sekarang ini bahwa Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan, Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan melalui Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran, Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan, Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai dan Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas).

“Penyempurnaan pola pikir dalam Kurikulum 2013 ini adalah Berpusat pada Siswa, Interaktif, Lingkungan Jejaring, Aktif-Menyelidiki, Konteks Dunia Nyata, Pembelajaran Berbasis Tim, Perilaku Khas Memberdayakan Kaidah Keterikatan, Stimulasi ke Segala Penjuru atau semua Panca indera, Alat Multimedia  dengan memanfaatkan berbagai peralatan teknologi pendidikan dan terakhir Kooperatif,” tambahnya.

Selain itu, tambahnya, penyempurnaan pola pikir dalam Kurikulum 2013 adalah Kebutuhan Pelanggan (siswa mendapat dokumen sesuai dengan ketertarikan sesuai potensinya, Jamak (keberagaman inisiatif individu siswa), Pengetahuan Disiplin Jamak (pendekatan multidisiplin), Otonomi dan Kepercayaan (siswa diberi tanggungjawab), Kritis (membutuhkan pemikiran kreatif), Pertukaran Pengetahuan (antara guru dan siswa, siswa dan siswa lainnya).

“Jadi dalam Kurikulum 2013 ini ada Keseimbangan antara Sikap, Keterampilan dan Pengetahuan untuk Membangun Soft Skills dan Hard Skills,” terangnya.

Perbedaan esensial antara KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 lanjut Ketua DPC PGRI Belakang Padang ini adalah di SD KTSP 2006 Tematik untuk kelas I – III belum integratif, sedangkan di Kurikulum 2013 Tematik Integratif dari Kelas I – VI. Di tingkat SMP, KTSP 2006 TIK adalah mata pelajaran sendiri sedangkan di Kurikulum 2013 TIK merupakan sarana pembelajaran, diperguna-kan sebagai media pembelajaran mapel lain. Di tingkat SMP/ SMA/SMK, KTSP  2006 menempatkan Bahasa Indonesia sebagai` pengetahuan sedangkan di Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge.

“Perubahan untuk semua mata pelajaran dapat dilihat 3 hal yakni bahwa dalam implementasi Kurikulum lama, Materi disusun untuk memberikan pengetahuan kepada siswa. Sedangkan dalam Kurikulum Baru Materi disusun seimbang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.  Kedua, dalam Kurikulum lama untuk Pendekatan pembelajaran adalah siswa diberitahu tentang materi yang harus dihafal (siswa diberi tahu). 

Sedangkan dalam Kurikulum 2013 Pendekatan pembelajaran berdasarkan pengamatan, pertanyaan, pengumpulan data, penalaran, dan penyajian hasilnya melalui pemanfaatan berbagai sumber-sumber belajar (siswa mencari tahu). Dan Terakhir dalam Kurikulum yang lama Penilaian pada pengetahuan melalui ulangan dan ujian. Sedangkan dalam Kurikulum 2013 ini Penilaian otentik pada aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan portofolio. “ paparnya guru Pendidikan Agama Buddha Belakang Padang dengan panjang lebar.

Terakhir ia menyampaikan tentang Kegiatan Inti Pembelajaran serta Langkah-Langkah Pembelajaran Saintifik. Kegiatan Inti Pembelajaran terdiri 5 tahapan yang pertama, mengamati (observing) aktivitas belajarnya adalah melihat, mengamati, membaca, mendengar, menyimak (tanpa dan dengan alat). Kedua, menanya (questioning) aktivitasnya belajarnya adalah mengajukan pertanyaan dari yang faktual sampai ke yang bersifat hipotesis, diawali dengan bimbingan guru sampai dengan mandiri (menjadi suatu kebiasaan).

“Ketiga, pengumpulan data atau experimenting, aktivitasnya adalah menentukan data yang diperlukan dari pertanyaan yang diajukan, menentukan sumber data seperti benda, dokumen, buku, ekperimen serta mengumpulkan data. Keempat, mengasosiasi atau associating, aktivitas belajarnya adalah -menganalisis data dalam bentuk membuat kategori, menentukan hubungan data atau kategori, menyimpulkan dari hasil analisis data, dimulai dari unstructured-uni structure-multi structure-complicated structure. Dan terakhir, kelima adalah mengkomunikasikan (communicating), aktivitas belajarnya adalah menyampaikan hasil koneptualisasi, dalam bentuk lisan, tulisan, diagram, bagan, gambar atau media lainnya.” Pungkasnya.
Share this article :
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Edited By Muntazhir | Mas Template
Copyright © 2011. Kantor Kemenag Kabupaten Karimun - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger