Skip to main content

Berita Kemenag Terkini: Kemenag Berikan Tambahan Pembimbing KBIH

Berita Kemenag Terkini: Kemenag Berikan Tambahan Pembimbing KBIH
Berita Kemenag Terkini: Kemenag Berikan Tambahan Pembimbing KBIH
Berita Kemenag Terkini: Kemenag Berikan Tambahan Pembimbing KBIH
Jumat, 28 Februari 2014 14:35 WIB
+ Share   
Kemenag Berikan Tambahan Pembimbing KBIH
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN/GANI KURNIAWAN
Siswa sekolah dasar didampingi gurunya mengikuti praktik manasik haji yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Awaliyah (FKDT) di Monumen Bandung Lautan Api (Taman Tegallega), Kota Bandung, Minggu (9/2). Kegiatan yang diikuti 890 siswa sekolah dasar se-Kota Bandung itu bertujuan memperkenalkan kepada peserta didik tata cara melaksanakan Rukun Islam ke lima yang wajib dilaksanakan oleh setip muslim yang mampu menjalankannya. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muktamar Luar Biasa Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FK KBIH) membuahkan hasil yang penting bagi peran KBIH di penyelenggaraan haji reguler Indonesia. Pada Muktamar Luar Biasa FK KBIH yang dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Selas-Kamis 25 - 27 Februari 2013, Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya menyetujui penambahan jumlah pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) untuk jamaah haji reguler.

Kepastian penambahan itu setelah Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu menyatakan akan menambah pembimbing haji dari KBIH ini diambil dari Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD). Anggito mengungkapkan dari seluruh pendamping jamaah haji yang dikoordinasi pusat atau daerah, hanya TPHD menurut hasil kajian kinerjanya sangat tidak berfungsi baik.

"Karena itu porsi pembimbing KBIH akan kita ambil satu dari tiga porsi yang diberikan ke TPHD di setiap daerah," ujar Anggito dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, Jumat (28/2/2014).

Anggito menuturkan, dengan demikian jatah pembimbing haji dari KBIH pada tahun 2014 akan naik dari yang sebelumnya hanya 100 orang pembimbing KBIH, maka tahun ini bisa menjadi 273 orang. Anggito berharap dengan penambahan pembimbing haji dari KBIH ini akan semakin berkualitas pelaksanaan ibadah jamaah haji reguler Indonesia.

Sebab, jelas dia, pelajaran yang diambil dari pelaksanaan haji pada 2013, dimana ada pengurangan kuota haji 20 persen dari Arab Saudi. Kemenag harus mengurangi jumlah jamaah haji yang berangkat termasuk di dalamnya para pendamping dan pembimbing. Akibatnya banyak jamaah haji yang tidak terbimbing pelaksanaan ibadahnya, sedangkan di sisi lain masih banyak jamaah yang belum memahami prosesi ibadah haji yang baik.

"Karena itulah pembimbing haji dari KBIH ini sangat penting dan akan kita upayakan untuk mencukupi pembimbingan jamaah di tanah suci," ujarnya.

Sedangkan untuk TPHD, Anggito akan berkoordinasi dengan para pimpinan daerah terkait pengurangan tersebut. Dan ia yakin penambahan pembimbing KBIH dan pengurangan TPHD ini akan memiliki nilai manfaat yang jauh lebih besar.
Ia juga menjelaskan, untuk 2015 Kemenag akan membuat regulasi baru agar pembimbing KBIH ini bisa sebanding dengan jumlah jemaah haji.

Dengan demikian semakin banyak jamaah haji Indonesia yang semakin berkualitas hajinya. "Kasihan jamaah kita kalau kita berangkatkan sedangkan berhajinya tidak sesuai yang diajarkan, karenanya 2015 kita upayakan regulasi pembimbing haji dari KBIH ini," ucapnya.

Adanya penambahan pembimbing KBIH ini memberikan kabar gembira bagi FK KBIH. Ketua Umum FK KBIH Indonesia, KH. Muchtar Ilyas mengungkapkan terimakasih Kemenag memberikan tambahan porsi bagi pembimbing KBIH. Walaupun penambahan sebanyak 273 pembimbing dari KBIH ini jauh dari jumlah yang diminta FK KBIH sebanyak 500 pembimbing.

Namun Muchtar mengaku sudah ada niat baik dari Kemenag bahwa pembimbing KBIH ini sama pentingnya dengan pendamping haji lainnya. Ia menambahkan betapa pentingnya posisi pembimbing KBIH kepada jamaah haji reguler Indonesia. Ini terlihat dari penyelenggaraan haji 2013 dimana banyak jamaah yang mengaku bingung akan prosesi haji karena terlalu sedikitnya pembimbing haji.

Karena pada 2013 pembimbing dari KBIH hanya mendapatkan 100 jatah porsi. Sehingga mengakibatkan, seringnya jemaah haji dari KBIH berangkat menunaikan ibadah haji tanpa didampingi pembimbing.

Berita Kemenag Terkini:  Jemaah Umroh Gagal, Dikarantina di Hotel

    Diterbitkan pada Sabtu, 01 Maret 2014 09:30
    Ditulis oleh Windy Siska

BOGOR – Penipuan calon jemaah haji oleh biro travel Nur Semesta Tour & travel yang sempat dilaporkan ke Polsek Bogro Barat jadi perbincangan.

Kini para calon jemaah yang gagal berangkat itu dikarantina di sebuha hotel di Tangerang. Mereka tetap akan berangkat para Senin sesuai dengan janji bos biro travel itu.
   
Siti Fatonah (56) salah satu caloo jemaah umrah yang gagal berangkat bercerita. Warga Kebon Kopi RT4/9, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah itu mengatakan, dia bersama 18 jamaah dari Solo dan 8 jamaah lainnya dari Bogor saat ini di tampung di sebuah Hotel di Tangerang.
   
“Saat itu saya berangkat di antar anak dengan bus damri, dari Bogor menuju bandara Soekarno Hatta. Saya berangkat pada pukul 08:00 dan tiba di bandara pada pukul 11:00 hari Rabu (26/2). Dalam perjalanan, saya mendapat telpon dari travel, bahwa keberangkatan di tunda sampai Jumat (28/2). Kemudian dapat kabar lagi saya dan jemaah lainnya berangkat pada Senin (3/3),” kata salah satu calon jemaah dari Nur Semesta Tour & Travel yang berada di bandara pada rabu (26/2).

Para jemaah, kata dia, akhirnya di alihkan untuk tinggal di hotel hingga Senin (3/3). Kini para jemaah itu berada di hotel.
   
Soal ini, kantor kementrian agama (kemenag) Kota Bogor juga kaget dan menyalahkan biro travel tersebut. Kemenag sudah memanggil biro travel tersebut untuk mencari legalitas biro umrah itu. T̈ravel umrah itu ada izin khusus dari kementerian agama,” kata Kasi Haji dan Umroh Ansorullah kepada Radar Bogor (grup JPNN), kemarin.
   
Dia menjelaskan, travel yang tidak mengantongi izin itu, maka tidak bisa memberangkatkan jemaah untuk umroh.

“Travel umrah Nur Semesta tour&travel ini akan kami lihat persyaratannya, apakah sudah memenuhi persyaratan atu tidak. Kami sudah mengamanahkan agara datang ke kantor kemenag Kota Bogor dan jika memang tidak bisa menunjukan persyaratan, maka tidak boleh beroprasi dan memberangkatkan jamahnya berumroh,” katanya.
   
Menurutnya, biro tarvel umrah itu tidak pernah terdaftar dan tidak pernah melaporkan keberadaanya di Kota Bogor.

“Jangankan terdaftar, melaporpun tidak kepada kami. Kami sudah melakukan pengecekan terhadap travel itu dan kami hanya bertemu stafnya. Kemenag Kota Bogor juga kaget saat mendengar kasus ini,”katanya.
   
Berdasarkan data Kemenag Kota Bogor, hanya ada satu perusahaan jasa travel yang sudah mengkantongi izin menyelenggarakan perjalan umroh yakni, PT Khadim Permata Tour dengan no izin D/81 Tahun 2013. Dengan masa berlaku SK dari 27 Februari 2013 sampai dengan 27 Februari 2016.
   
Salah satu syarat penting dalam perusahaan jasa travel adalah mempunyai bank garansi.

“Bank garansi ini berfungsi untuk menjamin perlindungan jamaah. Jika terjadi hal seperti yang dialami jemaah yang gagal berangkat itu,” katanya yang kemarin mengenakan baju batik itu.
   
Sebelumnya, pemilik biro travel Nur Semesta Tour & travel Ary Gunawan menegaskan, perusahaannya sudah mengantongi izin menginduk ke Editeni Group, dan akan bertanggung jawab penuh terhadap para jemaah yang gagal berangkat itu. “Saya akan bertanggung jawab. Saya janjikan Senin (3/3),” katanya. (cr28/c)

Berita Kemenag Terkini: Kemenag Bogor Janji Tertibkan Travel Umroh Nakal

RELATED NEWS

    Hotel Terbakar, 15 Jamaah Umroh Tewas di Madinah

BOGOR - Kasus penipuan trevel haji dan umroh masih terus terjadi. Terakhir dialami oleh jemaah asal Bogor yang merasa tertipu biro travel Nur Semesta Tour & travel.

Agar kejadian yang sama tidak terulang, Kementerian Agama (Kemenag) Bogor akan melakukan penerbitan. Travel yang tidak terdaftar bakal mendapat tindakan.

Khusus Nur Semesta Tour & travel, Kemenag memastikan tidak terdaftar. “Jangankan terdaftar, melaporpun tidak kepada kami. Kami sudah melakukan pengecekan terhadap travel itu dan kami hanya bertemu stafnya," kata Kasi Haji dan Umroh Ansorullah kepada Radar Bogor (JPNN Grup), Jumat (28/2).

Berdasarkan data Kemenag Kota Bogor, hanya ada satu perusahaan jasa travel yang sudah mengkantongi izin menyelenggarakan perjalan umroh yakni, PT Khadim Permata Tour dengan no izin D/81 Tahun 2013. Dengan masa berlaku SK dari 27 Februari 2013 sampai dengan 27 Februari 2016.

Salah satu syarat penting dalam perusahaan jasa travel adalah mempunyai bank garansi. “Bank garansi ini berfungsi untuk menjamin perlindungan jamaah. Jika terjadi hal seperti yang dialami jemaah yang gagal berangkat itu,” katanya yang kemarin mengenakan baju batik itu.

Sebelumnya, pemilik biro travel Nur Semesta Tour & travel Ary Gunawan menegaskan, perusahaannya sudah mengantongi izin menginduk ke Editeni Group, dan akan bertanggungjawab penuh terhadap para jemaah yang gagal berangkat itu. “Saya akan bertanggungjawab. Saya janjikan Senin (3/3),” katanya. (cr28/c)



Comments