Skip to main content

Berita Kemenag: Eks Pejabat Kemenag Divonis 8 Tahun Penjara

Berita Kemenag: Eks Pejabat Kemenag Divonis 8 Tahun Penjara
Kamis, 10 April 2014 | 17:12 WIB
HERU SRI KUMORO Mantan Direktur Urusan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Ahmad Jauhari sebelum persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Alquran tahun anggaran 2011-2012 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (17/3/2014). Ahmad Jauhari dituntut penjara 13 tahun, denda Rp 200 juta subsider kurungan 6 bulan. KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Baca juga

    Partai Politik Berbasis Massa Islam Menjungkirbalikkan Survei
    Ini Detail Pesawat Kepresidenan Indonesia
    Jokowi Jadi Musuh Media, PDI-P Disarankan Koalisi dengan Nasdem
    Tahu Mau Digulingkan, Suryadharma Tinggalkan Kantor PPP
    Nasdem dan PKB Mungkin Merapat ke PDI-P

Berita Kemenag: Eks Pejabat Kemenag Divonis 8 Tahun Penjara JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Direktur Urusan Agama Islam Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Jauhari, divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan penjara.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menilai Jauhari terbukti melakukan korupsi pengadaan kitab suci Al Quran di Ditjen Binmas Islam Kemenag tahun 2011-2012.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara besama-sama dan berlanjut," ujar Ketua Majelis Hakim, Anas Mustakim saat membacakan vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Selain itu, Jauhari juga dihukum membayar uang pengganti Rp 100 juta dan 15.000 dollar AS. Uang tersebut adalah yang diterima Jauhari dari pihak pemenang proyek pengadaan Al Quran. Namun, uang itu telah dikembalikan oleh Jauhari kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat proses penyidikan.

Dalam pertimbangan yang memberatkan, Jauhari dinilai tak mendukung program pemerintah memberantas korupsi. Jauhari juga tak mengakui perbuatannya dan dinilai telah mencoreng Kementerian Agama sehingga menurunkan kepercayaan masyarakat. Padahal, kitab suci Al Quran saat itu dibutuhkan oleh umat Islam.

"Perbuatan terdakwa merengut hak sosial dan ekonomi masyarakat karena anggaran tidak digunakan untuk kepentingan masyarakat," ujar Hakim Hendra Yosfin.
Berita Kemenag: Eks Pejabat Kemenag Divonis 8 Tahun Penjara
Adapun hal yang meringankan yaitu, Jauhari berlaku sopan selama persidangan, masih memiliki tanggungan keluarga, dan belum pernah dihukum.

Vonis Jauhari lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK sebelumnya, yaitu 13 tahun penjara. Dalam kasus ini, Jauhari selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) bersama-sama Abdul Karim (Sesditjen Bimas Islam), Mashuri (Ketua Tim ULP), Nasaruddin Umar (Wakil Menteri Agama), Zulkarnaen Djabar (anggota DPR), Fahd El Fouz, Ali Djufrie dan Abdul Kadir Alaydrus telah menetapkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia (A3I) sebagai pelaksana penggandaan Al Quran TA 2011.

Untuk memenangkan PT A3I, Jauhari sengaja menambahkan persyaratan teknis yang harus dimiliki peserta lelang, yaitu memiliki ruang khusus produksi, pengemasan, dan gudang penyimpanan minimal 5.000 meter persegi.

Sementara itu, untuk proyek pengadaan Al Quran untuk tahun 2012 Jauhari menetapkan PT Sinergi Pustaka Indonesia sebagai pemenang. Atas keputusannya itu, Jauhari menerima uang dari Abdul Kadir (Direktur Utama PT SPI) ataupun Ali Djufrie (Direktur Utama PT A3I) sebesar Rp 100 juta dan 15.000 dollar AS yang kemudian dianggap sebagai perbuatan memperkaya diri sendiri.

Jauhari juga dinilai telah memperkaya Mashuri sebesar Rp 50 juta dan 5.000 dollar AS, memperkaya korporasi yaitu PT Perkasa Jaya Abadi Nusantara milik keluarga Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetia Rp 6,750 miliar, PT A3I sebesar Rp 5,823 miliar, dan PT SPI sebesar Rp 21,23 miliar.

Akibat perbuatannya, Jauhari telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 27 miliar sesuai perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hakim mengatakan Jauhari terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

    Dugaan Korupsi Pengadaan Al Quran.

Penulis    : Dian Maharani
Editor     : Hindra Liauw
Berita Terkait

    Divonis Korupsi Al Quran, Jauhari Minta Pejabat Wamenag Diadili
    Eks Pejabat Kemenag Divonis 8 Tahun Penjara
    Jelang Vonis Kasus Korupsi Al Quran, Jauhari Mengaku Bakal Buka-bukaan
    Ical: Kita Akan Memberantas Korupsi...

Topik Pilihan

    Geliat Politik Pemilu 2014
    Konvensi Capres Demokrat
    Krisis Ukraina
    Hitung Cepat Pemilu 2014
    Gebrakan Jokowi-Basuki

Berita Pilihan Berita Kemenag: Eks Pejabat Kemenag Divonis 8 Tahun Penjara

Comments

Terpopuler

Logo Kemenag (Kementerian Agama) Depag (Departemen Agama) versi Hitam Putih

Logo Kemenag (Kementerian Agama) Depag (Departemen Agama) versi Hitam Putih



Logo Favicon Kemenag - Kementerian Agama
Logo Vector Kementerian Agama - Departemen AgamaLogo Vector / Vektor Kementerian Agama RI - Departemen Agama untuk download versi CDR klik tautan berikut : http://stoklogo.blogspot.com/2013/02/logo-vektor-departemen-agama-cdr.html


Logo Kemenag - Kementerian Agama - Depag - Departemen Agama - versi Hitam Putih (BW)





Logo Kemenag (Kementerian Agama) Depag (Departemen Agama)




Tata Cara Pembuatan Term of Reference (TOR) / Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Kemenag Kab. Karimun - Ada 2 TOR (TERM OF REFERENCE) yang harus dipahami dan dikerjakan, yakni TOR untuk usulan anggaran dibuat untuk pengajuan rencana kerja dan anggaran (sebelum dipa di setujui/ disyahkan) dan TOR acuan pelaksanaan dibuat setelah dipa disyahkan/ di setujui sebelum pekerjaan dilaksanakan. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Joko Riswanto, ST saat menyampaikan materi tentang Tata Cara Pembuatan Term of Reference (TOR) / Kerangka Acuan Kerja (KAK) pada kegiatan Penyusunan Program dan Rencana Kerja Anggaran Kemenag Kab. Karimun 18 Juni 2014 lalu di Hotel Aston.
Dihadapan 27 peserta yang terdiri Kepala Seksi/Penyelenggara Kantor Kemenag Kabupaten Karimun,Ka. KUA Kecamatan dan Kepala Madrasah Negeri, Joko Riswanto, ST menjelaskan secara rinci tentang Tata Cara Pembuatan Term of Reference (TOR) / Kerangka Acuan Kerja (KAK).
"Pengertian Term Of Reference (TOR) atau Kerangka Acuan Kerja (KAK) adalah suatu dokumen yang menginformasikan gambaran umum dan penjelasan m…

Lirik Lagu Mars MTQ mp3

Lirik Mars MTQMars MTQ mp3Lagu Mars MTQ

TEKS MARS MTQ (Ciptaan : Agus Sunaryo)

GEMA MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN
PANCARAN ILAHI ( ILAHI )
CINTA PADA ALLAH NABI DAN NEGARA
WAJIB BAGI KITA
LIMPAH RUAH BUMI INDONESIA
ADIL MAKMUR SENTOSA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBBUN GHAFUR
PASTI TERLAKSANA

MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN AGUNG
WAHYU KALAM TUHAN (TUHAN)
PANCASILA SAKTI DASAR INDONESIA
PUJAAN BANGSAKU
GEMAH RIPAH TANAH AIR KITA
AMAN DUNIA SENTOSA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBUN GHAFUR
NUSANTARA JAYA

GEMA MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN
PANCARAN ILAHI (ILAHI)
CINTA PADA ALLAH NABI DAN NEGARA
WAJIB BAGI KITA
LIMPAH RUAH BUMI INDONESIA
ADIL MAKMUR SENTOSA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBUN GHAFUR
PASTI TERLAKSANA.

MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN JAYA
FIRMAN SUCI TUHAN (TUHAN)
PANCASILA SAKTI BAGI KITA SEMUA
INDONESIA JAYA
LIMPAH RUAH ALAM KAYA RAYA
BAHAGIA SEMUA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBBUN GHAFUR
CITA-CITA KITA, CITA …- CITA …….. KITA.

Penelusuran yang terkait dengan mars mtq Youtube Mars MTQ download mp3 gratis ma…