Skip to main content

Kemenag Haji: Anggito: Bukan Pemondokan, Tapi Hotel Jamaah Haji

Kemenag Haji: Anggito: Bukan Pemondokan, Tapi Hotel Jamaah Haji Jakarta (Pinmas) —- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu memastikan bahwa fasilitas perumahan calon jamaah haji Indonesia pada penyelenggaraan haji tahun 1435H/2014M sekelas hotel.

“Sekarang kita menggunakan istilah hotel, bukan pemondokan. Hampir semuanya bintang 3 ke atas dan semua dilengkapi Mushalla,” tegas Anggito di hadapan para Kabid Haji Kemenag Provinsi seluruh Indonesia saat membuka Orientasi Pelayanan Transportasi Udara Jamaah Haji Indonesia, Jakarta, Selasa (15/04) malam.

Anggito mengaku bahwa berbagai persiapan di Arab Saudi terus dilakukan. Tim perumahan sudah mendapatkan sekitar 116 hotel yang akan ditempati calon jamaah haji Indonesia.

Menurut Anggito, hotel calon jamaah haji Indonesia lebih nyaman dengan pelayanan lebih bagus juga. “Pintu masuknya menggunakan kartu, kamar dilengkapi  TV, Kulkas, mesin cuci, dan fasilitas dapur,” kata Anggito.

“Bahkan di daerah Jarwal ada yang sekelas bintang 5. Sekarang betul-betul menengah ke atas,” tambahnya.
Kemenag Haji: Anggito: Bukan Pemondokan, Tapi Hotel Jamaah Haji
Dikatakan Anggito bahwa tidak ada yang sekelas bintang dua. Meski tetap ada perbedaan kualitas hotel, namun semuanya ada dikisaran standar hotel bintang 3  sampai 5. Untuk memberikan rasa keadilan, penempatan jamaah haji Indonesia menggunakan sistem qur’ah (undian).

“Agar lebih adil. kita melakukan sistem qurah,” tandasnya.

Senada dengan Anggito, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis di tempat yang sama mengatakan bahwa standar perumahan jamaah haji tahun ini meningkat, dari apartemen ke hotel. Namun demikian, Sri Ilham menegaskan perlunya antisipasi dan sosialisasi kepada calon jamaah haji Indonesia.

“Perubahan profile akomodasi ini perlu sosialisasi kepada jamaah haji, khususnya bagi yang belum pernah keluar negeri atau belum pernah tinggal di hotel,” tegas Sri Ilham.

Menurut Sri Ilham, standar pokok hotel calon jamaah haji Indonesia mencakup luas lobby yang tidak kurang dari 50m2, kapasitas lift memadai, ada tempat jemuran, dapur, ruang makan, dan tempat salat.

“Kita juga meminta kepada pemilik rumah untuk menyiapkan fasilitas cafeteria,” tambahnya.

Sri Ilham menambahkan bahwa penempatan jamaah laki-laki dan perempuan pada penyelenggaraan haji tahun ini akan dipisah. Peraturan ini berlaku baik untuk jamaah maupun petugas, termasuk suami-istri.

Berbeda dengan sebelumnya, pada penyelenggaran haji 1435H ini, setiap mushalla hotel akan dimakmurkan dengan beragam kegiatan pengajian. Dikatakan Anggito bahwa Direktur Pembinaan Haji akan melakukan program khusus untuk  memakmurkan mushalla di Hotel. “Nantinya akan dibuat forum-forum untuk melakukan pengajian,” kata Anggito.

Jarak Hotel

Sri Ilham Lubis menjelaskan bahwa seiring perluasan Masjidil Haram dan pembongkaran beberapa bangunan di sekitanya, maka jumlah hotel dengan kualitas yang bagus dan dekat dengan Masjidil Haram semakin sedikit.  “Beberapa hotel yang dekat bangunannya dengan Haram kurang bagus dan kadang malah dikeluhkan oleh jamaah,” terang Sri Ilham.

Untuk tahun 1435H, jarak hotel calon jamaah haji Indonesia yang terjauh dari Masjidil Haram adalah 4km. Namun demikian, Sri Ilham memastikan adanya  fasilitas transportasi.

“Kalau tahun lalu yang diberikan fasilitas transportasi adalah pemondokan yang jaraknya dari Masjidil Haram di atas 2km, tahun ini yang berjarak 2km pun diberi layanan transportasoi,” kata Sri Ilham.

“80 persen calon jamaah haji kita menempati hotel dengan jarak 2km ke atas dan semuanya akan diberi layanan transportasi,” imbuhnya.

Namun, Sri Ilham menambahkan bahwa ada juga pemondokan yang dekat, dan berjarak sekitar 600m dari masjidil haram. (mkd/mkd) Kemenag Haji: Anggito: Bukan Pemondokan, Tapi Hotel Jamaah Haji

Comments