Skip to main content

Ka. KUA Meral Usman, S. Ag.: Ketentuan Pernikahan Dalam Hukum Islam

Karimun (Humas) – Kepala KUA Kecamatan Meral Usman, S.Ag mengatakan bahwa setiap calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan wajib mengetahui dan memahami tentang Hukum Munakahat karena dalam Fiqh Munakahat inilah semua aturan dan ketentuan dalam pernikahan dalam Islam diatur.

Hal ini disampaikan Usman dihadapan 21 pasang calon pengantin yang sedang mengikuti Kursus Pra Nikah yang dilaksanakan oleh oleh Badan Penasehat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kabupaten Karimun, Rabu (11/11/2015) di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Karimun.

“Hubungan antara seorang laki – laki dan perempuan adalah merupakan fitrah yang telah diciptakan oleh Allah SWT dan untuk menghalalkan hubungan ini maka disyariatkanlah akad nikah. Allah SWT berfirman dalam surat An – Nisa Ayat 3 sebagai berikut :

Maka kawinilah wanita – wanita (lain) yang kamu senangi, dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan brlaku adil maka (kawinilah) seorang saja .” (An – Nisa : 3).

“Ayat ini memerintahkan kepada orang laki – laki yang sudah mampu untuk melaksanakan nikah. Adapun yang dimaksud adil dalam ayat ini adalah adil didalam memberikan kepada istri berupa pakaian, tempat dan lain – lain yang bersifat lahiriah maupun bathin.” Tambahnya.

“Dalam fiqh Munakahat nikah secara bahasa berarti “kumpul atau Jimak” sedangkan nikah secara isthilah berarti akad yang sangat kuat atau miitsaaqan ghaliizhan untuk menaati perintah Allah SWTdan melakukannya merupakan ibadah.” Terangnya.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa asal Hukum Nikah dalam Islam adalah sunnah, akan tetapi bisa berubah di sebabkan adanya Illat yang berbeda, sehingga Hukum Nikah bisa  menjadi Wajib jika orang yang sudah mampu, ada biaya dan keinginan (syahwat) sangat kuat, jika tidak kawin dikhawatirkan jatuh ke perzinahan.

Hukum Nikah menjadi haram jika orang tersebut tidak mampu, tidak ada biaya, tidak ada syahwat, dia kawin bertujuan tidak menunaikan kewajibannya sebagai orang Suami dan Kepala Keluarga. Dan menjadi makruh hukumnya bagi orang yang mempunyai syahwat kuat, ada biaya untuk perkawinannya, tapi tidak mampu memberi nafkah.

“Yang harus diketahui, ada juga pernikahan yang terlarang, yakni Nikah Muth’ah, yakni nikah yang dilaksanakan dengan suatu akad perjanjian dengan batas waktu tertentu. Ada juga namanya Nikah Sighor, yakni pernikahan tukar menukar tanpa maskawin oleh seorang ayah atau saudara, ini juga dilarang. Dan terakhir Nikah Tahlil, juga dilarang, karena Nikah tahlil bertujuan menghalalkan pernikahannya dengan mantan istri yang sudah di-tholaq tiga.” Terangnya.

Ka. KUA Meral yang merangkap Plt. KUA Kecamatan Meral Barat ini juga mengingatkan tentang perempuan yang haram untuk dinikahi, yakni karena Nasab (Hubungan Pertalian Darah), karena Mushoharoh (Hubungan Sebab Perkawinan), karena Rodlo’ (Hubungan Persusuan), dank arena Ijma’ (Sebab Mengumpulkan).

“Adapun rukun nikah itu adalah yang harus dipenuhi disaat pelaksanaan Nikah, yakni ada calon Pengantin Laki-laki, ada calon Pengantin Perempuan, ada Wali, ada dua orang saksi dan ada Ijab Qobul,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan tentang perbedaan antara Wali Nasab dan Wali Hakim. Wali Nasab adalah pria beragama Islam yang mempunyai hubungan darah dengan calon mempelai wanita dari pihak ayah menurut hukum Islam. Sedangkan Wali Hakim adalah Kepala KUA yang ditunjuk oleh menteri agama atau pejabat yang ditunjuk olehnya, yang diberi hak dan kewenangan untuk bertindak sebagai wali nikah.

“Urutan Wali Nasab itu adalah; Ayah, Kakek dan seterusnya ke atas; Saudara laki-laki yang se kandung; Saudara laki-laki yang se Ayah; Keponakan laki-laki dari saudara laki-laki yang sekandung; Keponakan laki-laki dari saudara laki-laki yang se ayah; Paman yang se Kandung; Paman yang se Ayah; Anak paman yang se Kandung; Wali hakim bagi mereka yang tidak mempunyai wali.” Terangnya lagi.

Sementara bagi calon mempelai wanita yang akan menikah di wilayah Indonesia atau di luar negeri/di luar wilayah teritorial Indonesia, tidak mempunyai wali nasab yang berhak atau wali nasabnya tidak memenuhi syarat, atau mafqud, atau berhalangan, atau adhal, maka pernikahannya dilangsungkan oleh wali hakim.

Terkait tentang syarat wali dan dua orang saksi, Rudy Harahap menjelasakan harus laki-laki, muslim, adil, akil baligh, tidak terganggu ingatan, tidak tuna rungu atau tuli.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan tentang pengertian dan tatacara Ijab Qabul. Dimana Ijab adalah ucapan Wali mempelai wanita atau wakilnya kepada mempelai laki-laki di waktu akad nikah. Sementara Qobul adalah jawaban (pernyataan menerima) akad nikah yang diucapkan oleh mempelai laki-laki.

“Akad Nikah Adalah Rangkaian ijab yang diucapkan oleh wali dan kabul yang diucapkan oleh mempelai pria atau wakilnya secara ittishol dan disaksikan oleh dua orang saksi dan Akad Nikah harus dilakukan secara beruntun dan tidak berselang waktu.” Terangnya.

Comments

Terpopuler

Logo Kemenag (Kementerian Agama) Depag (Departemen Agama) versi Hitam Putih

Logo Kemenag (Kementerian Agama) Depag (Departemen Agama) versi Hitam Putih



Logo Favicon Kemenag - Kementerian Agama
Logo Vector Kementerian Agama - Departemen AgamaLogo Vector / Vektor Kementerian Agama RI - Departemen Agama untuk download versi CDR klik tautan berikut : http://stoklogo.blogspot.com/2013/02/logo-vektor-departemen-agama-cdr.html


Logo Kemenag - Kementerian Agama - Depag - Departemen Agama - versi Hitam Putih (BW)





Logo Kemenag (Kementerian Agama) Depag (Departemen Agama)




Tata Cara Pembuatan Term of Reference (TOR) / Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Kemenag Kab. Karimun - Ada 2 TOR (TERM OF REFERENCE) yang harus dipahami dan dikerjakan, yakni TOR untuk usulan anggaran dibuat untuk pengajuan rencana kerja dan anggaran (sebelum dipa di setujui/ disyahkan) dan TOR acuan pelaksanaan dibuat setelah dipa disyahkan/ di setujui sebelum pekerjaan dilaksanakan. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Joko Riswanto, ST saat menyampaikan materi tentang Tata Cara Pembuatan Term of Reference (TOR) / Kerangka Acuan Kerja (KAK) pada kegiatan Penyusunan Program dan Rencana Kerja Anggaran Kemenag Kab. Karimun 18 Juni 2014 lalu di Hotel Aston.
Dihadapan 27 peserta yang terdiri Kepala Seksi/Penyelenggara Kantor Kemenag Kabupaten Karimun,Ka. KUA Kecamatan dan Kepala Madrasah Negeri, Joko Riswanto, ST menjelaskan secara rinci tentang Tata Cara Pembuatan Term of Reference (TOR) / Kerangka Acuan Kerja (KAK).
"Pengertian Term Of Reference (TOR) atau Kerangka Acuan Kerja (KAK) adalah suatu dokumen yang menginformasikan gambaran umum dan penjelasan m…

Lirik Lagu Mars MTQ mp3

Lirik Mars MTQMars MTQ mp3Lagu Mars MTQ

TEKS MARS MTQ (Ciptaan : Agus Sunaryo)

GEMA MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN
PANCARAN ILAHI ( ILAHI )
CINTA PADA ALLAH NABI DAN NEGARA
WAJIB BAGI KITA
LIMPAH RUAH BUMI INDONESIA
ADIL MAKMUR SENTOSA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBBUN GHAFUR
PASTI TERLAKSANA

MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN AGUNG
WAHYU KALAM TUHAN (TUHAN)
PANCASILA SAKTI DASAR INDONESIA
PUJAAN BANGSAKU
GEMAH RIPAH TANAH AIR KITA
AMAN DUNIA SENTOSA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBUN GHAFUR
NUSANTARA JAYA

GEMA MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN
PANCARAN ILAHI (ILAHI)
CINTA PADA ALLAH NABI DAN NEGARA
WAJIB BAGI KITA
LIMPAH RUAH BUMI INDONESIA
ADIL MAKMUR SENTOSA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBUN GHAFUR
PASTI TERLAKSANA.

MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN JAYA
FIRMAN SUCI TUHAN (TUHAN)
PANCASILA SAKTI BAGI KITA SEMUA
INDONESIA JAYA
LIMPAH RUAH ALAM KAYA RAYA
BAHAGIA SEMUA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBBUN GHAFUR
CITA-CITA KITA, CITA …- CITA …….. KITA.

Penelusuran yang terkait dengan mars mtq Youtube Mars MTQ download mp3 gratis ma…