Skip to main content

Kepala BKBD PP & PA Karimun Berbagi Tips Menyusun Perencanaan Dalam Keluarga

Karimun (Humas) - Dra. Rosmawati, MM.Pub Kepala Badan Keluarga Berencana Daerah, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Karimun atau biasa disingkat dengan BKBD PP & PA menyampaikan tentang pentingnya menyusun perencanaan dalam membangun keluarga.

Hal ini disampaikannya saat memaparkan materi tentang Pelaksanaan  Fungsi – Fungsi Keluarga  &  Manajemen  Keluarga dihadapan 22 pasang calon pengantin yang sedang mengikuti Kursus Pra Nikah yang dilaksanakan oleh oleh Badan Penasehat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kabupaten Karimun, Rabu (4/11/2015) di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Karimun

“Perencanaan membangun keluarga itu meliputi; merencanakan usia pernikahan, (perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun), membina hubungan antara pasangan, dengan keluarga lain, dan kelompok sosial; merencanakan kelahiran anak pertama, persiapan menjadi orang tua; mengatur jarak kelahiran, dengan menggunakan alat kontrasepsi; berhenti melahirkan di usia 35 tahun, agar dapat merawat balita secara optimal; merawat dan mengasuh anak usia balita, memenuhi kebutuhan mendasar anak ( kebutuhan fisik, kasih sayang, dan stimulasi).” Terangnya.

Adapun langkah-langkah membentuk keluarga berkualitas, lanjut Dra. Rosmawati ada 6, yakni (1). menumbuhkembangkan harapan, pada diri sendiri dan keluarga akan kehidupan yang lebih baik. (2). memberikan teladan yang baik, kepada anak-anak mengingat perkembangan teknologi dan globalisasi yang juga memiliki dampak negatif dari sisi moral. (3). senantiasa memberikan nasihat kebaikan, dan teguran atas perilaku dan tindakan yang menyimpang. (4). mencari dan membentuk lingkungan kondusif, untuk perkembang keluarga yaitu lingkungan yang jauh dari narkoba, kekerasan dan asusila. (5). melakukan pembiasaan dan pengulangan, terhadap hal-hal yang baik dan bermanfat. (6). mermberikan hadiah berupa pujian, bila anak berhasil melakukan hal-hal baik serta memberikan hukuman yang mendidik bila anak melanggar aturan yang telah disepakati.

“Dalam membina keluarga ada beberapa type orang tua, yakni otoriter, permisif, demokratis dan mengabaikan. Namun pola pengasuhan yang efektif itu adalah yang dinamis, sesuai kebutuhan dan kemampuan anak, ayah dan ibu konsisten, teladan positif, komunikasi yang baik, pemberian pujian, mengajak berfikir ke depan, melibatkan anak, sabar, memberikan penjelasan, bersikap realistis, menjaga kebersamaan.” Tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa peran  orang-tua  dalam  keluarga. Peran ayah, selain sebagai pencari nafkah, dalam pengasuhan, ayah memiliki peranan yang sangat penting. Diawal  seorang  suami atau ayah  dapat seharusnya menyiapkan tempat tinggal yang layak, mendampingi istri (siaga) selama masa kehamilan, mendukung istri untuk menyusui bayinya, turut merawat bayi sejak dilahirkan, melakukan aktifitas bersama anak, menciptakan komunikasi yang baik dengan seluruh keluarga.

“Peran  suami atau ayah dalam keluarga harus menjadi contoh  positif   terhadap perkembangan  kognitif sehingga bisa membuat anak lebih cerdas, anak lebih  terampil dan prestasi  anak di sekolah  menjadi lebih  baik. Selanjutnya peran suami atau ayah dalam  perkembangan  sosio – emosional yang bisa membuat anak merasa aman dan tidak mudah stres. Dan terakhir peran suami atau ayah pada anak adalah perkembangan  fisik bagaimana anak bisa menjadi lebih  sehat,” katanya.

Selanjutnya adalah peran ibu, yang menurut Kepala BKBD PP & PA Kabupaten Karimun ini bahwa ibu memiliki peran dalam keluarga,   diantaranya; memenuhi kebutuhan biologis, fisik, dan ekonomi anak; merawat dan mengurus keluarga dengan sabar dan penuh kasih sayang; mendidik, mengatur, dan mengasuh anak; menjadi contoh dan teladan bagi anak.

“Dalam hal manajemen keuangan juga perlu menjadi perhatian dalam membangun keluarga karena tidak  jarang  keluarga membelanjakan  uang hanya  didorong keinginan,  bukan kebutuhan “ pesannya.

Perencanaan keuangan dalam keluarga menurutnya harus memperhatikan betul komponen pendapatan dan pengeluaran agar tidak besar pasak dari pada tiang atau lebih besar pengeluaran dari pada pemasukan. Diantara perencanaan keuangan yag perlu menjadi perhatian dalam keluarga adalah tentang dana tabungan, dana pensiun, dana asuransi, dan pendidikan anak dan dana kesehatan.

“Kiat - kiat  dalam pengelolaan keuangan  keluarga ada 5, yakni pahami keadaan keuangan keluarga anda; lakukan pengeluaran sesuai dengan perencanaan; berikan kepercayaan kepada pengelola keuangan keluarga; diskusikan masalah keuangan yang dihadapi, terutama dalam situasi keungan menipis dan pikirkan lebih seksama penertian antara “ butuh “ dan “ ingin “. tak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan.” Pesannya.

Comments