Skip to main content

Marsudi: Konsep Kurikulum 2013 Yang Harus Dipahami Guru Agama Buddha

Karimun (Humas) – Kepala SDN 005 Belakang Padang Marsudi, M.Pd. B menyampaikan Konsep Kurikulum 2013 yang harus dipahami oleh guru-guru Agama Buddha se-Kabupaten Karimun, Jumat (6/11/2015) dalam acara Kegiatan Pembinaan Guru Agama Buddha yang dilaksanakan oleh Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun.

“Ada penyempurnaan pola pikir dalam perumusan kurikulum, yakni dalam KBK 2014 dan KTSP 2006, Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi, Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran, Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan, Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran, Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah,” terangnya

Sementara, dalam Kurikulum 2013, lanjut Guru Pendidikan Agama Buddha yang mengajar di SD, SMP dan SMA Kecamatan Belakang padang dari tahun 1990 hingga sekarang ini bahwa Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan, Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan melalui Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran, Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan, Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai dan Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas).

“Penyempurnaan pola pikir dalam Kurikulum 2013 ini adalah Berpusat pada Siswa, Interaktif, Lingkungan Jejaring, Aktif-Menyelidiki, Konteks Dunia Nyata, Pembelajaran Berbasis Tim, Perilaku Khas Memberdayakan Kaidah Keterikatan, Stimulasi ke Segala Penjuru atau semua Panca indera, Alat Multimedia  dengan memanfaatkan berbagai peralatan teknologi pendidikan dan terakhir Kooperatif,” tambahnya.

Selain itu, tambahnya, penyempurnaan pola pikir dalam Kurikulum 2013 adalah Kebutuhan Pelanggan (siswa mendapat dokumen sesuai dengan ketertarikan sesuai potensinya, Jamak (keberagaman inisiatif individu siswa), Pengetahuan Disiplin Jamak (pendekatan multidisiplin), Otonomi dan Kepercayaan (siswa diberi tanggungjawab), Kritis (membutuhkan pemikiran kreatif), Pertukaran Pengetahuan (antara guru dan siswa, siswa dan siswa lainnya).

“Jadi dalam Kurikulum 2013 ini ada Keseimbangan antara Sikap, Keterampilan dan Pengetahuan untuk Membangun Soft Skills dan Hard Skills,” terangnya.

Perbedaan esensial antara KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 lanjut Ketua DPC PGRI Belakang Padang ini adalah di SD KTSP 2006 Tematik untuk kelas I – III belum integratif, sedangkan di Kurikulum 2013 Tematik Integratif dari Kelas I – VI. Di tingkat SMP, KTSP 2006 TIK adalah mata pelajaran sendiri sedangkan di Kurikulum 2013 TIK merupakan sarana pembelajaran, diperguna-kan sebagai media pembelajaran mapel lain. Di tingkat SMP/ SMA/SMK, KTSP  2006 menempatkan Bahasa Indonesia sebagai` pengetahuan sedangkan di Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge.

“Perubahan untuk semua mata pelajaran dapat dilihat 3 hal yakni bahwa dalam implementasi Kurikulum lama, Materi disusun untuk memberikan pengetahuan kepada siswa. Sedangkan dalam Kurikulum Baru Materi disusun seimbang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.  Kedua, dalam Kurikulum lama untuk Pendekatan pembelajaran adalah siswa diberitahu tentang materi yang harus dihafal (siswa diberi tahu). 

Sedangkan dalam Kurikulum 2013 Pendekatan pembelajaran berdasarkan pengamatan, pertanyaan, pengumpulan data, penalaran, dan penyajian hasilnya melalui pemanfaatan berbagai sumber-sumber belajar (siswa mencari tahu). Dan Terakhir dalam Kurikulum yang lama Penilaian pada pengetahuan melalui ulangan dan ujian. Sedangkan dalam Kurikulum 2013 ini Penilaian otentik pada aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan portofolio. “ paparnya guru Pendidikan Agama Buddha Belakang Padang dengan panjang lebar.

Terakhir ia menyampaikan tentang Kegiatan Inti Pembelajaran serta Langkah-Langkah Pembelajaran Saintifik. Kegiatan Inti Pembelajaran terdiri 5 tahapan yang pertama, mengamati (observing) aktivitas belajarnya adalah melihat, mengamati, membaca, mendengar, menyimak (tanpa dan dengan alat). Kedua, menanya (questioning) aktivitasnya belajarnya adalah mengajukan pertanyaan dari yang faktual sampai ke yang bersifat hipotesis, diawali dengan bimbingan guru sampai dengan mandiri (menjadi suatu kebiasaan).

“Ketiga, pengumpulan data atau experimenting, aktivitasnya adalah menentukan data yang diperlukan dari pertanyaan yang diajukan, menentukan sumber data seperti benda, dokumen, buku, ekperimen serta mengumpulkan data. Keempat, mengasosiasi atau associating, aktivitas belajarnya adalah -menganalisis data dalam bentuk membuat kategori, menentukan hubungan data atau kategori, menyimpulkan dari hasil analisis data, dimulai dari unstructured-uni structure-multi structure-complicated structure. Dan terakhir, kelima adalah mengkomunikasikan (communicating), aktivitas belajarnya adalah menyampaikan hasil koneptualisasi, dalam bentuk lisan, tulisan, diagram, bagan, gambar atau media lainnya.” Pungkasnya.

Comments

Terpopuler

Logo Kemenag (Kementerian Agama) Depag (Departemen Agama) versi Hitam Putih

Logo Kemenag (Kementerian Agama) Depag (Departemen Agama) versi Hitam Putih



Logo Favicon Kemenag - Kementerian Agama
Logo Vector Kementerian Agama - Departemen AgamaLogo Vector / Vektor Kementerian Agama RI - Departemen Agama untuk download versi CDR klik tautan berikut : http://stoklogo.blogspot.com/2013/02/logo-vektor-departemen-agama-cdr.html


Logo Kemenag - Kementerian Agama - Depag - Departemen Agama - versi Hitam Putih (BW)





Logo Kemenag (Kementerian Agama) Depag (Departemen Agama)




Tata Cara Pembuatan Term of Reference (TOR) / Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Kemenag Kab. Karimun - Ada 2 TOR (TERM OF REFERENCE) yang harus dipahami dan dikerjakan, yakni TOR untuk usulan anggaran dibuat untuk pengajuan rencana kerja dan anggaran (sebelum dipa di setujui/ disyahkan) dan TOR acuan pelaksanaan dibuat setelah dipa disyahkan/ di setujui sebelum pekerjaan dilaksanakan. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Joko Riswanto, ST saat menyampaikan materi tentang Tata Cara Pembuatan Term of Reference (TOR) / Kerangka Acuan Kerja (KAK) pada kegiatan Penyusunan Program dan Rencana Kerja Anggaran Kemenag Kab. Karimun 18 Juni 2014 lalu di Hotel Aston.
Dihadapan 27 peserta yang terdiri Kepala Seksi/Penyelenggara Kantor Kemenag Kabupaten Karimun,Ka. KUA Kecamatan dan Kepala Madrasah Negeri, Joko Riswanto, ST menjelaskan secara rinci tentang Tata Cara Pembuatan Term of Reference (TOR) / Kerangka Acuan Kerja (KAK).
"Pengertian Term Of Reference (TOR) atau Kerangka Acuan Kerja (KAK) adalah suatu dokumen yang menginformasikan gambaran umum dan penjelasan m…

Lirik Lagu Mars MTQ mp3

Lirik Mars MTQMars MTQ mp3Lagu Mars MTQ

TEKS MARS MTQ (Ciptaan : Agus Sunaryo)

GEMA MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN
PANCARAN ILAHI ( ILAHI )
CINTA PADA ALLAH NABI DAN NEGARA
WAJIB BAGI KITA
LIMPAH RUAH BUMI INDONESIA
ADIL MAKMUR SENTOSA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBBUN GHAFUR
PASTI TERLAKSANA

MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN AGUNG
WAHYU KALAM TUHAN (TUHAN)
PANCASILA SAKTI DASAR INDONESIA
PUJAAN BANGSAKU
GEMAH RIPAH TANAH AIR KITA
AMAN DUNIA SENTOSA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBUN GHAFUR
NUSANTARA JAYA

GEMA MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN
PANCARAN ILAHI (ILAHI)
CINTA PADA ALLAH NABI DAN NEGARA
WAJIB BAGI KITA
LIMPAH RUAH BUMI INDONESIA
ADIL MAKMUR SENTOSA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBUN GHAFUR
PASTI TERLAKSANA.

MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN JAYA
FIRMAN SUCI TUHAN (TUHAN)
PANCASILA SAKTI BAGI KITA SEMUA
INDONESIA JAYA
LIMPAH RUAH ALAM KAYA RAYA
BAHAGIA SEMUA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBBUN GHAFUR
CITA-CITA KITA, CITA …- CITA …….. KITA.

Penelusuran yang terkait dengan mars mtq Youtube Mars MTQ download mp3 gratis ma…