Bupati Karimun H Nurdin Basirun menyerahkan piala bergilir MTQ tingkat Kabupaten pada Camat Meral, Dwiyandri Kurniawan.
Qori dan qoriah yang dipersiapkan Kecamatan Meral masih terlalu tangguh untuk dikalahkan qori-qori dari 11 kecamatan dan LPTQ Karimun.
Dengan kemenangan itu membuat rauh wajah Camat Meral, Dwiyandri Kurniawan yang semula tegang langsung berteriak kesenangan begitu mendengar pengumuman.
“Terima kasih, tidak sia sia semua perjuangan kafilah Meral. Kemenangan ini bukan hanya kemenangan kafilah Meral tetapi kemenangan kita semua, tergantung bagaimana kerja keras untuk memperoleh hasil yang terbaik dengan ikhtiar dan usaha disertai doa,” ujar Dwiyandri Kurniawan sambil tersenyum.
Raut wajahnya kembali berseri seri ketika diminta untuk naik podium menerima piala bergilir MTQ Kabupaten Karimun dari Bupati Karimun,H Nurdin Basirun.
Saat itu, Nurdin mengatakan, Dwiyandri Kurniawan adalah camat yang dinilai berhasil membina pengembangan Alqur’an di tempatnya. Ia mendapat hadiah ibadah umroh suami istri.
Nurdin Basirun mengatakan, saat ini qori dan qoriah terpisah pisah membawa nama kecamatan masing masing. Namun, Juni mendatang mereka akan bersatu padu pada persiapan STQ Kepri yang digelar di Tanjungpinang dan MTQ tingkat Provinsi Kepri yang akan digelar tahun depan.
Masih kata Nurdin, ke depan akan mensukseskan program magrib mengaji. Diharapkan agar para guru ngaji dan orang tua aktif menyuruh anaknya belajar mengaji untuk kelak menjadikan anak-anak Karimun yang merupakan gerenasi Qur’ani.
“Memang hal itu tidak mudah, tetapi harus kita laksanakan,” pinta Nurdin.
Ke depan mereka yang belum berhasil menjadi juara, jangan berkecil hati. Tingkatkan terus kemampuan. Harus dipelajari mana kelemahan dan keunggulan yang lain. Khusus kecamatan yang baru dimekarkan, Nurdin masih bisa memaklumi persiapan mereka yang belum maksimal.
Meskipun demikian, kata Nurdin, kerja keras semua tim patut diapresiasi karena bersama mensukseskan acara ini dari awal sampai akhir. Tanpa dukungan semua pihak yang mau ikut memberikan sumbangan tenaga, waktu dan pikiran acara tersebut tidak akan berjalan lancar.
“Semoga kerja keras itu menjadi bagian dari amal ibadah kita dalam melaksanakan program syariah Islam,” tutur Nurdin.(yon)
Comments
Post a Comment