Siti Ariyanti - detikRamadan
Jakarta
- Srilangka, negara dengan mayoritas penduduk beragama Hindu menyimpan
sebuah masjid yang unik. Masjid bersejarah ini dikenal dengan nama
Jamiul Alfar Jummah. Terletak di kawasan bisnis muslim terkonsentrasi di
Pettah (daerah Puraokotai-second Cross Street) Kolombo, Srilanka.
Menjadi unik dengan merahnya yang menjulang bak raja bangunan di sekitar jalan Pettah. Di Samman, masjid ini disebut dengan nama Kottu Palli. Lain lagi bila di Sinhala dipanggil dengan sebutan Rathu Palliya dan di Inggris disebut Red Mosque.
Sebagaimana dilansir Redmasjid.com, Kamis (9/8/2012), Masjid Jamiul Alfar adalah salah satu jenis arsitektur monumen di negara penghasil granit terbesar dunia ini, di masjid inilah lahir budaya Islam dan lingkungan yang sangat religius. Fitur dan struktur bangunan masjid ini banyak menarik pengusaha dan wisatawan yang datang.
Selain menjadi pusat kegiatan rohani masjid ini juga memainkan perannya dalam tatanan sosial kehidupan. Masjid ini menjadi tempat berlindung paling aman selama masa sulit seperti gangguan komunal dan ancaman perang. Tempat ibadah ini pula yang pertama kali memberikan bantuan tempat untuk para korban tsunami dan masa perang beberapa tahun yang lalu.
Berawal dari kebutuhan ibadah umat muslim yang membutuhkan tempat salat lima waktu, banyak nenek moyang bekerja keras pergi berbisnis untuk membangun masjid di daerah ini. Maka pada tahun 1908 dibangunlah Red mosque, atau Rathu Palliya, atau Kottu Palli, ataupun Jamiul Alfar Jummah. Pada tahun 1920, 1933, 1950 dan 1976 menjadi tahun keemasan, karena ketika itu ribuan umat muslim berdoa dan membaca Alquran bersama dalam masjid.
( rmd / rmd )
Menjadi unik dengan merahnya yang menjulang bak raja bangunan di sekitar jalan Pettah. Di Samman, masjid ini disebut dengan nama Kottu Palli. Lain lagi bila di Sinhala dipanggil dengan sebutan Rathu Palliya dan di Inggris disebut Red Mosque.
Sebagaimana dilansir Redmasjid.com, Kamis (9/8/2012), Masjid Jamiul Alfar adalah salah satu jenis arsitektur monumen di negara penghasil granit terbesar dunia ini, di masjid inilah lahir budaya Islam dan lingkungan yang sangat religius. Fitur dan struktur bangunan masjid ini banyak menarik pengusaha dan wisatawan yang datang.
Selain menjadi pusat kegiatan rohani masjid ini juga memainkan perannya dalam tatanan sosial kehidupan. Masjid ini menjadi tempat berlindung paling aman selama masa sulit seperti gangguan komunal dan ancaman perang. Tempat ibadah ini pula yang pertama kali memberikan bantuan tempat untuk para korban tsunami dan masa perang beberapa tahun yang lalu.
Berawal dari kebutuhan ibadah umat muslim yang membutuhkan tempat salat lima waktu, banyak nenek moyang bekerja keras pergi berbisnis untuk membangun masjid di daerah ini. Maka pada tahun 1908 dibangunlah Red mosque, atau Rathu Palliya, atau Kottu Palli, ataupun Jamiul Alfar Jummah. Pada tahun 1920, 1933, 1950 dan 1976 menjadi tahun keemasan, karena ketika itu ribuan umat muslim berdoa dan membaca Alquran bersama dalam masjid.
Comments
Post a Comment