Jakarta - Kerja adalah kegiatan melakukan sesuatu; yang dilakukan atau (diperbuat): kerjanya makan dan minum saja. Pengertian kerja yang lainnya adalah sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah; mata pencaharian. Misalnya, “selama lima tahun kerjanya berdagang.” Tetapi ada kerja-kerja yang lain yang diluar interest duniawi, misalnya; kerja bakti, kerja sosial atau kerja amal.
Bekerja dalam pengertian yang luas yang merupakan seluruh aktifitas positif yang akan berbuah kemanfaatan merupakan buah dari keimanan, sebagaimana yang Allah firmankan di dalam surah Al 'Ashri. Artinya,” Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”
Diantara sekian banyak hikmah pensyari’atan puasa adalah membangun profesionalitas dan etos kerja, sebagaimana yang Allah sebutkan dalan surah Al Baqarah (2): 185, yang artinya:
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasanmengenai petunjuk itudan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir(di negeri tempat tinggalnya) pada bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa pada bulan itu; dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan, hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."
Diantara hikmah pensyari’atan puasa pada ayat di atas adalah, ”wa litukmilul ‘iddah”, perintah untuk menyempurnakan pekerjaan secara profesional sebagaimana Allah juga memerintahkan orang-orang yang beriman untuk menyempurnakan bilangan puasanya, hal tersebut merupakan isyarat bahwa setiap mukmin hendaknya bekerja secara tuntas dan itqon (pofesional).
Bekerja di Dalam Islam
- Bekerja adalah perintah Allah
“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS Al Mulk).
- Salah satu sumber kemuliaan
“Demi Allah, sekiranya seorang diantara kamu mengambil talinya, kemudian (dengannya mencari) dan memanggul kayu bakar di punggungnya, itu lebih baik dari pada ia mendatangi seseorang meminta-minta.” (HR Bukhori).
- Menggugurkan dosa
”Barang siapa yang sore hari duduk kelelahan lantaran pekerjaan yang telah dilakukannya, maka ia dapatkan sore hari tersebut dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT.” (HR.Thabrani)
- Menjaga muru’ah (kewibawaan)
Diriwayatkan bahwa Luqman al Hakim menasehati anaknya : “wahai anakku, hendaknya engkau tetap bekerja mencari rizki yang halal, sesungguhnya tidak ada seorangpun yang tidak berpenghasilan kecuali ia akan mendapatkan tiga hal: lemah dalam agamanya, lemah akalnya, dan hilangnya kewibawaan atau orang-orang meremehkannya.
- Anjuran ihsan dalam setiap amal
"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya." (Al-Mulk 2)
"Sesungguhnya Allah SWT mewajibkan berlaku ihsan atas segala sesuatunya." (HR Muslim)
- Profesionalitas dalam bekerja mengundang cinta Allah swt
Rasulullah SAW bersabda: ”Sesungguhnya Allah SWT mencintai jika seorang dari kalian bekerja, maka ia itqon (profesional) dalam pekerjaannya.” (HR Baihaqi).
- Ancaman dari Rasulullah bagi yang meninggalkan profesionalitas
Rasulullah SAW bersabda: “Jika sebuah urusan diberikan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.” (HR Bukhori).
- Sindiran Rasulullah bagi yang bekerja asal-asalan
Rasulullah SAW bersabda: “Jika engkau tidak punya malu, maka berbuatlah sekehendakmu … “ (HR Bukhori).
Ikhwati fillah...
Pesan Ramadan adalah pesan kerja, bukan tidur panjang sebagaimana yang banyak disebutkan orang, “tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah,” yang dinukil dari hadits lemah.
Lihatlah dalam Ramadan, di tengah kaum muslimin yang diperintahkan untuk berpuasa (tidak makan dan minum), pada waktu yang sama mereka dianjurkan untuk memperbanyak tilawatul Qur’an, memperbanyak salat sunnah, tarawih, dan ibadah-ibadah yang lain sehingga mereka menyedikitkan tidur.
Bahkan sejatinya perintah beramal untuk seorang muslim, bukan seminggu sekali, atau satu bulan, apalagi setahun sekali. Beramal dalam Islam itu diminta setiap tarikan nafas, atau lebih detail dari itu. Sehingga setelah menjadi Rasul, Rasulullah Muhammad saw bersabda kepada istrinya, “wahai Khodijah, tidak ada lagi waktu istirahat bagi kita."
Cerita tentang karunia Ramadan adalah cerita tentang waktu untuk kerja-kerja besar. Mengapa? Karena ini adalah bulan pilihan Allah untuk umatnya. Di sana ada empat kejadian besar dalam pokok agama ini. Di sanalah karunia salat mulai diberikan, zakat dan jihad mulai diwajibkan, dan ka’bah yang sangat dirindukan Rasulullah saw menjadi kiblat itu mulai ditetapkan.
Dengan keutamaan sebesar itu, pesan Ramadan adalah kerja besar. Karena di dalamnya bukan sekedar puasa, salat tarawih, tadarus Alquran, atau ceramah tahunan. Tapi di dalamnya tersimpan cerita badar, persiapan Uhud, perang Tabuk, perang Buwaib salah satu perang terbesar sahabat, terbukanya Andalus oleh Thoriq bin Ziyad dalam perang Wadi Birbath, dan perang ‘Ain Jalut.
*Penulis adalah tokoh muslim masyarakat Sulawesi Selatan
( rmd / rmd )
Comments
Post a Comment