Kemenag RI: Jamaah Memadat, Shalawat Bakhutmah ke Haram Buka Rute Baru

Kemenag RI: Jamaah Memadat, Shalawat Bakhutmah ke Haram Buka Rute Baru. Makkah (Pinmas) —- Tim pelayanan transportasi terus melakukan evaluasi dan penilaian terhadap pelaksanan layanan transportasi bagi jamaah haji Indonesia. Penilian ini dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kepadatan jamaah, kapasitas terminal, serta kepadatan lalu lintas di Makkah.

“Dalam lima hari terakhir, assessment di Terminal Ghazza yang membawa jamaah haji Indonesia ke Bakhutmah, kerumunan jamaah pada jam-jam padat bisa terurai dalam rentang 2 jam. Namun, semakin ke sini, jamaah akan semakin padat dan diprediksi penguraian kepadatan akan lebih lama lagi,” terang Kepala Seksi Pelayanan Transportasi, Akhmad Wahyudi, kepada Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Minggu (30/09).

Dari hasil evaluasi dan assessment itu, lanjut Wahyudi, tim transportasi Daker Makkah berunding dengan naqabah (organda-red) dan perusahaan penyedia bus (Rawahil), untuk mencari solusi dan disepakati untuk membuka rute baru, yaitu: Bakhutmah – Kudai – Bab Malik Masjidil Haram. “Mulai 2 Oktober, kita akan membuka rute baru bagi jamaah haji yang tinggal di Bakhutmah. Jalur rute itu adalah dari Halte 1 Bakhutmah menuju Terminal Kudai, lalu dari Terminali Kudai baru menuju  Bab Malik Masjidil Haram,” jelas Wahyudi.
“Jamaah haji dari Halter 1 Bakhutmah naik ke Kudai dengan Bus Rawaheel, kemudian turun ganti Bus Saptco menuju Bab Malik. Bus Saptco ini  diperuntukan juga bagi jamaah dari negara lain, tidak khusus untuk Indonesia,” imbuhnya.

Dijelaskan Wahyudi bahwa Bakhutmah adalah kawasan pemondokan jamaah haji Indonesia yang mencakup sektor 7, 8, dan 9. Total jamaah haji Indonesia yang tinggal di kawasan ini mencapai 70.000 orang atau hampir 50% dari total jamaah sekarang. Di wilayah ini terdapat tiga halte pemberhentian bus shalawat (bus pengantar jamaah pada waktu-waktu salat) yang mengantarkan jamaah haji Indonesia ke Masjidil Haram dan beroperasi selama 24 jam.

“Rute baru ini diberlakukan untuk pemberhentian bus halte 1 Bakhutmah dan diharapkan dapat mengangkut sekitar 9.000 jamaah,” kata Wahyudi.

“Adapun halte 2 dan halte 3, tetap menggunakan rute Bakhutmah langsung Terminal Ghazza,” tambah Wahyudi. 

Menurut Wahyudi, pembukaan rute baru ini bertujuan agar jamaah lebih nyaman sehingga jarak dan waktu tenpuh lebih cepat. Selain itu, lanjut Wahyudi, pembukaan rute baru ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan di Ghazza, khususnya pada jam-jam setelah Subuh dan Isya. “Mulai 2 Oktober nanti, kita akan mengoperasikan 34 bus untuk rute Bakhutmah – Ghazza, dan 10 Bus untuk rute Bakhutmah – Kudai – Bab Malik,” ujar Wahyudi.

Terkait adanya perubahan rute ini, Wahyudi mengaku sudah mulai melakukan sosialisasi kepada jamaah haji Indonesia yang tinggal di Bakhutmah, baik secara langsung maupun dengan menempel selebaran di pemondokan jamaah di Bakhutmah. “Sosialisasi ini sudah kita lakukan dan sudah didukung oleh pihak penyedia bus,” tutur Wahyudi. Kemenag RI: Jamaah Memadat, Shalawat Bakhutmah ke Haram Buka Rute Baru

Wahyudi menambahkan bahwa karena berada di jalur terowongan, terminal Bab Malik tidak panas. “Lebih cepat, jarak lebih pendek, dan lebih teduh di Bab Malik,” kata Wahyudi.

Umrah Perdana Malam
Untuk mengurai kepadatan, Wahyudi juga berharap jamaah haji Indonesia tidak melakukan umrah perdananya sebelumnya jam 10 malam. Ini karena  jamaah masih sangat padat, khususnya setelah mereka selesai melakukan salat Isya.

“Umrah perdana diharapkan dilakukan jam 10 malam ke atas. Jangan sampai jam 9 malam sudah masuk karena bisa berakibat memperlambat perjalanan bus,” jelas Wahyudi.
Selain itu, jamaah haji Indonesia juga diharapkan tidak langsung keluar Masjidil Haram, untuk mengurangi kepadatan jalur keluar. “Mohon jamaah selesai salat jangan langsung keluar. Tahan dulu sekitar satu atau setengah jam,” imbau Wahyudi.
Pantauan Media Center Haji (MCH), Sabtu (29/09) malam, kondisi Masjidil Haram semakin padat. Para jamaah haji dari berbagai negara sudah mulai berdatangan. Kepadatan semakin menjadi khususnya setelah salat Isya dan salat Subuh, ketika para jamaah mau pulang ke pemondokannya masing-masing.
Sampai dengan Minggu dini hari, jumlah jamaah Indonesia yang sudah berada di Makkah mencapai 70.618 orang yang berasal dari 173 kloter. Hari ini, akan ada lebih dari 10.000 jamaah haji Indonesia yang memasuki Makkah, baik dari Madinah maupun Jeddah. (mkd/mkd) Kemenag RI: Jamaah Memadat, Shalawat Bakhutmah ke Haram Buka Rute Baru

Comments