Skip to main content

Berita Kemenag: Guru Kemenag di Banyuwangi Dihantui Pungli

Berita Kemenag: Guru Kemenag di Banyuwangi Dihantui Pungli . Detikcom. Banyuwangi - Para guru dilingkup Kementrian Agama (Kemenag) Banyuwangi, mengaku menjadi korban pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan sekelompok oknum. Pungli tersebut terjadi saat proses verifikasi dan validasi (Verval) NUPTK.

Tiap guru baik guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), dipungut uang yang bervariasi. Besarnya antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per guru. Semisal guru yang mengajar di Kecamatan Cluring, mengaku dipungut uang lelah sebesar Rp 50 ribu.

"Guru di Kecamatan Srono harus bayar Rp 100 ribu per orang," keluh Paidjo (nama samaran), guru MI di Kecamatan Srono, saat mengkonfirmasi ke detikcom, Jumat (25/10/2013).

Berita Kemenag: Guru Kemenag di Banyuwangi Dihantui Pungli .
Uang pungli tersebut disebut sebagai pengganti uang lelah operator kantor Kemenag Banyuwangi, yang meng-input data. Padahal yang terjadi, para guru meng-input data mereka sendiri. Karena tiap guru memiliki akun dan password masing-masing. Atau meng-input data dengan dikoordinir petugas TU di masing-masing sekolah.

"Uang itu katanya untuk jasa lelah operator kemenag yang input data Verval NUPTK," tambah Paidjo, yang diamini rekan yang datang bersamanya.

Dari penelusuran deticom, uang pungli tersebut dibayarkan dan dikordinir KKM (Kelompok Kerja Madrasah). Informasi menyebutkan, uang pungli dibagi-bagi untuk beberapa oknum. Diantaranya untuk pengawas kecamatan, operator dan Penma Kemenag banyuwangi.

Sementara itu, Kepala Kemenag Banyuwangi, Santoso saat dikonfirmasi membantah terjadinya pungli Verval NUPTK. Menurutnya, pihaknya tidak pernah sekalipun meminta uang kepada para guru di lingkup Kemenag. "Dari Kemenag tidak ada tarikan apapun dan berapapun, terima kasih," bantah Santoso saat dikonfirmasi melalui SMS.
Berita Kemenag: Guru Kemenag di Banyuwangi Dihantui Pungli .


Lantas siapa yang melakukan pungli? Santoso mengaku akan melakukan cek ke lapangan. Diakuinya, beberapa waktu lalu pihaknya mendapatkan laporan terkait pungli. Dan Kemenag Banyuwangi memerintahkan Kasi Penma untuk meluruskan bahwa tidak ada biaya.

"Kami perlu cek dulu, beberapa waktu lalu Kasi Penma juga melaporkan masalah ini dan sudah kami tugaskan untuk meluruskan bahwa tidak ada biaya," tandasnya.
Berita Kemenag: Guru Kemenag di Banyuwangi Dihantui Pungli .

Comments