Skip to main content

Kemenag Lampung : Gerak Jalan Kerukunan Nasional

Kemenag Lampung : Gerak Jalan Kerukunan Nasional.(Lampung Inmas) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung berpartisipasi dalam kegiatan Gerak Jalan Kerukunan Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI di Silang Monas Jakarta, Minggu (05/01). Kegiatan yang diikuti seluruh pegawai Kementerian Agama Pusat dan Daerah serta para tokoh dan umat lintas agama dilepas oleh Wakil Presiden Boediono, gerak jalan ini diikuti oleh sekitar 130 ribu peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya warga DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, bahkan dari Bengkulu, Yogya, dan lainnya juga ikut hadir dalam kesempatan gerak jalan ini. “Ini banyaknya luar biasa, belum pernah saya melihat dan mengikuti gerak jalan sebegini banyaknya,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali dalam menyampaikan laporannya.

Menag menambahkan bahwa gerak jalan yang kita lakukan, mendapat apresiasi dari Wakil Presiden, Menpera, dan pejabat lainnya. Selain apresiasi dari Wapres, lanjut Menag, apa yang kita lakukan ini juga diamati oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Menurut Menag, Direktur MURI Jaya Suprana yang ikut dalam gerak jalan ini berkomentar: “Pak Menteri, harusnya CNN, Al-Jazeera dan kantor beri lainnya serta para duta besar diundang untuk menyaksikan realitas kerukunan di Indonesia yang menurut saya, terbaik di dunia.” Menag mengungkapkan bahwa gerak jalan ini merupakan peristiwa kerukunan terbesar di dunia yang pernah ada. Kemenag Lampung : Gerak Jalan Kerukunan Nasional.

 Karenanya, Menag mengajak agar semua pihak untuk menjaga kerukunan bangsa. “Tidak benar, jika ada yang mengatakan bahwa kerukunan di Indonesia buruk. Tidak benar jika ada oknum yang mengatakan bahwa intoleransi meningkat di Bumi Pertiwi. Ada masalah, iya, tetapi jangan digeneralisir,” imbuh Menag. Menag juga menyampaikan bahwa keberagaman merupakan sebuah keniscayaan. “Kita diciptakan berbeda. Tidak hanya kita, tumbuhan pun diciptakan secara berbeda, binatang pun demikian. Meski demikian, perbedaan yang ada, harus kita maknai sebagai sebuah rahmat, sebagai sumber kekuatan. Mari, saatnya, kita tunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia merupakan Negara besar yang rukun,” pesan Menag. Usai memberikan sambutan, Menag didampingi para pejabat Kemenag kemudian melepas 68 ekor merpati sebagai tanda usia Kemenag dan melepaskan ratusan balon ke udara, sebagai simbol kerukunan dan keberagaman di Indonesia tetap jaya. (Rosidin/Saryono) Kemenag Lampung : Gerak Jalan Kerukunan Nasional.

Comments