Kemenag Jabar: Human Working, Divine Working, dan Divine Inspiration -Saat
memberikan materi pada acara Raker Kanwil Kemenag Provinsi Jabar
(29/1), Wamenag RI, Prof. Dr. H. Nazaruddin Umar, telah memberikan
paparan yang benar-benar mampu menggugah kesadaran terdalam para peserta
raker tentang pentingnya menjaga dan memelihara niat secara konsisten.
Niat, menurutnya, jangan pernah direduksi hanya sebatas amalan lahiriah
yang cuma terungkap melalui pernyataan lisan. Sejatinya, niat adalah
amalan batin yang harus senantiasa membarengi setiap aktivitas yang
dilakukan, yaitu dari pertama sebuah aktivitas dilakukan sampai
aktivitas itu selesai dilakukan. Karena bagaimanapun, kualitas sebuah
aktivitas sangat tergantung pada niat yang terkandung dalam hati si
pelaku aktivitas itu.
Wamenag
RI menegaskan bahwa betapa pentingnya pekerjaan yang dilakukan oleh
setiap pegawai Kemenag mengandung nilai-nilai ruhaniah/spiritual. Suatu
pekerjaan mengandung nilai-nilai spiritual atau tidak sangat tergantung
pada niatnya. Ketika niat yang tertanam kuat dalam hatinya adalah
keikhlasan maka pekerjaan yang dilakukannya mengandung nilai-nilai
ruhaniah/spiritual (divine working). Namun, ketika keikhlasan
tidak dijadikan landasan dalam melakukan setiap pekerjaan, maka sangat
terbuka kemungkinan pegawai semacam ini (human working) sangat rentan terhadap perilaku korup, termasuk penyakit batin seperti iri, dengki, dan sombong.Kemenag Jabar: Human Working, Divine Working, dan Divine Inspiration -
Terkait dengan konsep keikhlasan ini, Wamenag RI membedakan kosa kata mukhlishin dari kosa kata mukhlashin.
Seseorang yang masuk kategori mukhlishin meskipun dia ikhlas dalam
melakukan pekerjaannya, namun dia masih suka menyebut amal-amal kebaikan
yang dia lakukan. Dia bangga dengan perbuatan baik yang dilakukannya
dan menyampaikannya kepada yang lain. Berbeda halnya dengan mukhlashin. Seseorang yang masuk kategori ini (mukhlashin)
benar-benar sudah tidak lagi memikirkan tentang perbuatan baik yang dia
lakukan. Baginya, semua perbuatan baiknya itu bukanlah sesuatu yang
perlu dia banggakan karena semuanya itu adalah anugerah Allah SWT semata. Tidak lebih.
Wamenag
selanjutnya mengungkapkan betapa pentingnya membangun komunikasi yang
intim dengan Sang Kholiq melalui penanaman kesadaran akan hadirnya Allah
SWT dimanapun kita berada dan dalam setiap
pekerjaan positif apapun yang kita lakukan. Kesadaran semacam itu akan
mengakibatkan kita mampu menangkap petunjuk-petunjuk Ilahiyah (divine inspiration)
berupa inspirasi/gagasan/ide positif yang akan menjadikan setiap
pekerjaan yang kita lakukan menjadi semakin bernilai dan berkualitas.
Kemenag Jabar: Human Working, Divine Working, dan Divine Inspiration -
Kemenag Jabar: Human Working, Divine Working, dan Divine Inspiration -
Comments
Post a Comment