Skip to main content

Kemenag Jatim: Pegawai Kankemenag Kab. Banyuwangi Mengikuti Pembelajaran Metode TARSANA (Yasin)

Kemenag Jatim: Pegawai Kankemenag Kab. Banyuwangi Mengikuti Pembelajaran Metode TARSANA (Yasin
Kemenag Jatim: Pegawai Kankemenag Kab. Banyuwangi Mengikuti Pembelajaran Metode TARSANA (Yasin
Kemenag Jatim: Pegawai Kankemenag Kab. Banyuwangi Mengikuti Pembelajaran Metode TARSANA (Yasin)
 Kab. Banyuwangi Jawa Timur (Humas) – Berbagai macam cara ditempuh untuk bisa membaca kitab suci Al Quran secara cepat, praktis, sesuai dengan kaidah tajwid. Salah satunya adalah metode TARSANA yang merupakan kepanjangan dari Tartil Sari’ dan Nagham. Metode ini mengkolaborasi tiga cara menjadi satu. Yakni, belajar membaca secara tartil dengan sistim cepat, dan melantunkannya dengan cara berlagu.
Metode TARSANA saat ini tengah dipopulerkan di kalangan pegawai Kankemenag Kab. Banyuwangi. Pembelajaran ini dimulai pukul 06.00 WIB, dan akan dilaksanakan rutin pada Jumat ketiga setiap bulannya (21/2). Tutor yang menyampaikan materi ini Fauzan Anshari staf PD. Pontren. Diharapkan, dengan mengikuti metode ini kualitas bacaan Al Quran semakin baik. (Yas)

Kemenag Jatim: KELUARGA BESAR MTsN PILANGKENCENG MEMBERSIHKAN DEBU VULKANIK
Kab. Madiun (MTsN Pilangkenceng) – Keluarga besar MTsN Pilangkenceng , Jum’at (21/2), melakukan kerja bakti membersihkan abu vulkanik yang mengotori gedung sekolahnya akibat erupsi Gunung Kelud di Kediri. Meski saat ini hujan abu vulkanik sudah tidak turun, namun sisa abu saat erupsi kemarin masih menumpuk di halaman dan jalan sekitar madrasah, sehingga mengganggu proses belajar dan mengajar siswa. “Yang paling banyak abu dan debunya ada di lapangan bola voli dan futsal, halaman depan, dan di area belakang madrasah. Namun, secara keseluruhan hampir merata terkena debu,” ujar Sutojo,S.PdI selaku Kepala MTsN Pilangkenceng.
Menurut dia, pihak madrasah terpaksa menghentikan proses belajar dan KBM pada jam pertama dan kedua untuk kegiatan kerja bakti. Hal itu karena halaman dan lokasi lainnya di madrasah dipenuhi abu vulkanik dengan ketinggian mencapai hingga 5 sentimeter. Jika tidak dibersihkan, lanjut Sutojo,S.PdI, maka abu vulkanik tersebut akan tertiup angin dan membuat polusi di udara. Hal tersebut justru dapat mengganggu kesehatan para siswa dan guru.
Sementara itu, seorang siswa setempat, MTsN Pilangkenceng, mengaku, kegiatan kerja bakti yang dilakukan madrasahnya dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Dari instruksi Smbodo,S.Pd selaku waka kesiswaan, siswa hanya diberikan waktu kerja bakti pada jam pertama dan kedua, namun hingga jam pelajaran ketiga dan keempat, kerja bakti belum juga selesai akibat banyaknya abu. “Sebenarnya hanya diberi waktu pada jam pelajaran kesatu dan kedua, tapi hingga jam ketiga dan keempat ternyata belum selesai, akhirnya dilanjutkan sampai tuntas / jam ke empat,” kata dia.
Seperti diketahui, Gunung Kelud di Kediri mengalami erupsi atau meletus pada Kamis (13/2) malam sekitar pukul 22.50 WIB. Gunung Kelud meletus setelah beberapa jam sebelumnya dinaikkan statusnya dari Siaga (Level III), menjadi Awas (Level IV). Hingga kini, puluhan ribu warga di Kabupaten Kediri, Malang, dan Blitar yang berdekatan dengan lereng Gunung Kelud masih mengungsi di pos pengungsian dan membutuhkan bantuan. (H.D _Humas)

Kemenag Jatim: UPDATING DATA EMIS PADA MADIN DAN PONDOK PESANTREN
Kota Probolinggo (Humas) – Emis (Education Management Information System) merupakan sistem informasi berasis web yang dikembangkan oleh kementerian agama untuk memudahkan input data Madrasah, pondok pesantren dan pendidikan tinggi Islam.
Dengan adanya sistem yang dikembangkan tersebut, Madrasah, pondok pesantren dan pendidikan tinggi Islam yang berada di bawah naungan kementerian agama menjadi lebih mudah di dalam melaporkan perkembangan Madrasah, pondok pesantren dan pendidikan tinggi Islamnya.
Selama ini, sistem yang lama cukup merepotkan khususnya untuk mengetahui perkembangan terakhir dan data terkini yang di Madrasah, pondok pesantren dan pendidikan tinggi Islam di seluruh indonesia. Dengan adanya sistem tersebut diharapkan akan lebih memudahkan di dalam menemukan data yang valid tentang madrasah, pondok pesantren dan pendidikan tinggi di Indonesia.
Kepala Kantor Kemenag kota Probolinggo H. Muhammad, S.Sos, M.Pd.I menegaskan bahwa dalam kepemimpinannya, jangan sampai ada lembaga yang memanipulasi data, sehingga tidak akan ada kasus hukum di kemudian hari. Untuk itu butuh komitmen yang kuat untuk melaksankan pendataan ini guna mewujutkan data yang akurat dan akuntabel.
Data adalah hal yang sangat penting di era transparansi seperti saat ini, setiap orang boleh mengakses dan meminta data yang ada di kantor pemerintah tegas H. Muhammad, S.Sos, M.Pd.I saat memberikan sambutan dalam kegiatan Updating data Emis pada Madin dan Pondok pesantren, rabu (19/02/2014) bertempat di Aula Kankemenag kota probolinggo.
Kemenag Jatim: SOSIALISASI UU NO. 24 TAHUN 2011 TENTANG BPJS
Kota Kediri, Jatim ( Humas ) – Di sela-sela pembinaan rutin yang dilakukan setiap tanggal 17, Kementerian Agama Kota Kediri pada hari Senin tanggal 17 Pebruari 2014 mengadakan Sosialisasi UU. No. 24 Tahun 2014 tentang BPJS dimana juknis pelaksanaannya di jelaskan dalam Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013. Dengan terbitnya 2 peraturan diatas maka terhitung tanggal 01 Januari 2014 peserta Askes secara otomatis menjadi peserta BPJS Kesehatan. Sosialisasi ini menghadirkan nara sumber langsung dari kantor BPJS Kesehatan Kediri dan Sosialisasi ini di hadiri oleh seluruh Pejabat Struktural dan Fungsional serta Pegawai di lingkungan Kementerian Agama Kota Kediri.
Sosialisasi ini di pusatkan di Aula Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kota Kediri bertujuan untuk memberikan penjelasan terkait peralihan dari Askes menjadi BPJS Kesehatan dan Prosedur klaim yang ada dalam BPJS Kesehatan. ( Dian Fatawi )

Kemenag Jatim: Kelud Meletus, Kota Blitar Tetap Bersih
Kota Blitar (Humas) – Gunung Kelud meletus pada Kamis (14/02) malam pukul 22.50 WIB. Sedemikian dahsyatnya letusan itu sehingga abu vulkanik yang dimuntahkannya pun kabarnya sampai ke Pulau Madura hingga Cilacap Jawa Barat. Namun begitu, di Kota Blitar yang berjarak sekitar 35 kilometer arah selatan dari Gunung Kelud tak terlalu terimbas letusan itu.
Gemuruh letusannya juga tidak terlalu keras terdengar dari pusat Kota Blitar. Setelah diberitakan di tv kalau Gunung Kelud meletus, segera di utara terlihat awan hitam. Kira-kira setengah jam kemudian, awan hitam sudah menyebar dan menutupi langit Kota Blitar yang terdiri dari tiga kecamatan ini.
Jejak dari letusan Gunung Kelud di Kota Blitar pun tidak begitu jelas kentara. Tak banyak yang terlihat. Abunya bisa dibilang sangat tipis, tidak sampai tebal, atau hanya berupa taburan-taburan putih tipis. Sehingga apabila sudah satu dua kali kali dilindas kendaraan, segera abu vulkanik itu menghilang dan tidak ada lagi bekasnya di jalan.
Esoknya warga Kota Blitar sebagaian besar tetap beraktifitas seperti biasa. Hanya saja, hari Jum’at-Sabtu (15-16/02) semua madrasah dan sekolah memang diliburkan sesuai instruksi dari Walikota Blitar untuk berjaga-jaga dari berbagai kemungkinan susulan pasca erupsi Gunung Kelud.
Kondisi yang berbeda terjadi pasca erupsi Gunung Kelud pada Tahun 1990. Saat itu tebal abu mencapai 10 hingga 12 sentimeter. Warga pun harus bersusah payah menurunkan genting-genting karena takut ambruk kelebihan beban. Sedangkan kondisi sekarang seperti tidak terjadi apa-apa. (moza)

Kemenag Jatim: MTsN Mojoagung Jombang Peduli Bencana Erupsi Gunung Kelud

Kab. Jombang (MTsN Mojoagung) – Bencana Erupsi Gunung Kelud turut menggugah rasa kepedulian Keluarga Besar MTsN Mojoagung Jombang untuk berbagi dengan sesama. Ini di buktikan dengan pengumpulan Pakaian Layak Pakai dan Sumbangan Berupa Air Mineral dan Mie Instan yang langsung di salurkan kepada Pos Pengungsian Erupsi Gunung Kelud di SMPN 1 Ngoro Jombang.
Sumbangan langsung di serahkan oleh Bapak Kepala MTsN Mojoagung Jombang beserta Perwakilan OSIS, “Sumbangan ini berasal dari Keluarga Besar MTsN Mojoagung Jombang semoga sedikit bisa mengurangi beban saudara – saudara sekalian” tutur H. Nurul Huda, S.Ag, M.MPd.
Selanjutnya dilanjutkan dengan memberikan motivasi semangat kepada para pengungsi agar selalu semangat. Semoga Allah yang Maha Kuasa melimpahkan berkah pada kita terkhusus pada saudara – saudara Pengungsian Bencana Erupsi Gunung Kelud (Fath)


Kemenag Jatim: KERJA BAKTI MASSAL MTsN BIBRIK
Kab. Madiun, jatim (MTsN Bibrik) – Selasa (18/2), Kepala MTsN Bibrik Madiun Bp. Supar, S.Ag. mengajak seluruh Pegawai /karyawan serta para siswa-siswi melakukan kerja bakti massal untuk percepatan penanganan abu Gunung Kelud yang menyelimuti, ruang belajar, pohon-pohon, halaman madrasah dan sekitarnya.
Dalam sambutan pengarahannya Kepala Madrasah mengatakan kerja bakti ini dilakukan secara massal sekaligus untuk mendidik siswa agar menjaga kebersamaan yang merupakan ciri madrasah Tsanawiyah Bibrik. Dengan kebersamaan dan gotong royong semoga kegiatan belajar mengajar kita cepat pulih dan normal kembali,”. Beliau juga berharap para guru, karyawan dan para siswa-siswi juga ikut berpartisipasi untuk kerja bakti dilingkungan masyarakat, sehingga tidak hanya di madrasah saja, sebagai bentuk kepedulian sosial kita dengan lingkungan sekitar” kata Supar, S.Ag.
Beliau juga berharap mulai kamis (20/2) semua aktifitas belajar mengajar maupun kantor sudah berjalan dengan lancar seiring lingkungan madrasah yang bersih, nyaman dan tidak ada lagi debu gunung kelud yang berterbangan di lingkungan madrasah.
Kemenag Jatim: KESUKSESAN TIDAK DATANG TIBA-TIBA
Kab. Bojonegoro, Jatim (Madrasah) – Ratusan siswa-siswi dari berbagai sekolah dan madrasah yang berasal dari Bojonegoro dan sebagian kabupaten sekitar memenuhi Aula SMP Al-Fatimah yang berada di lantai dua Kompleks Pondok Pesantren Putri Al-Fatimah Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro. Banyaknya peserta yang mayoritas adalah putri ini karena memang ada dua acara yang dikemas dalam sebuah acara AIBS (al-Fatimah Islamic Boarding School) Competition, meliputi Olimpiade MIPA, Pidato Bahasa Inggris, Pidato Bahasa Indonesia dan Try out Akbar 2014 yang diselenggarakan pada minggu pertama bulan Pebruari 2014.
Acara yang dibuka resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro, Drs. H. A. Munir, M.Hum, juga dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Kepala Kantor, banyak memberikan motivasi kepada para peserta yang antara lain adalah: 1. Kompetisi merupakan ajang untuk menguji kemampuan diri sendiri, makanya harus belajar sungguh-sungguh setiap hari, tidak bisa dikebut dalam semalam. 2. Bila ingin sukses harus banyak belajar sejak usia dini, karena belajar di masa anak-anak bagaikan mengukir di atas batu, tulisan atau ingatannya tidak mudah hilang. 3. Dalam setiap ujian dan kompetisi disamping kemampuan harus dilengkapi dengan rasa percaya diri yang tinggi, tanpa kepercayaan diri, hafalan bahkan kemampuan yang kita miliki bisa-bisa tidak mampu kita gunakan.
‘’Kesuksesan tidak bisa dating dengan tiba-tiba, kesuksesan harus diusahakan dengan belajar dan berkarya dengan sungguh sejak dini,’’ lanjutnya. Di akhir sambutannya, Kepala Kantor yang mengawali karirnya sebagai pendidik ini juga berharap semoga alumni Al-Fatimah bisa diterima baik oleh perguruan tinggi favorit dan berguna bagi agama dan masyarakat. (FRZ)

Kemenag Jatim: BIMTEK PENILAIAN KINERJA GURU
Kab. Bojonegoro (Humas) – Mengawali hari-hari pertama bertugas di Bojonegoro, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bojonegoro, Drs H A Munir MHum, giat memberikan pembinaan di Satker dan KUA, serta menghadiri berbagai undangan dari pondok pesantren dan lembaga swasta lainnya.
Seperti pada Sabtu (15/2), Kepala Kantor berkenan membuka acara Bimbingan Teknis (bimtek) Penyusunan Penilaian Kinerja Guru (PKG) di MTsN Kepohbaru Bojonegoro dengan narasumber dari Widya Iswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Drs Darmani MA.
Dalam sambutannya Kepala Kantor yang mengawali karir sebagai guru ini menyatakan bahwa guru telah lama menikmati kesejahteraan melalui pemberian tunjangan profesi, namun tanpa menunjukkan bukti indeks peningkatan kinerjanya. Kini saatnya kinerja guru akan dievaluasi melalui program penilaian kinerja guru (PK Guru).
Program PK Guru merupakan tindak lanjut dari Permendiknas, dan Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN, sebagai amanat Permenpan dan Reformasi Birokrasi tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
“Guru-guru dan pegawai di MTsN Kepohbaru kedepan akan semakin diuji kualitasnya, lebih-lebih dengan dibangunnya asrama siswa-siswi atau ma’had yang megah ini,”pesan mantan Kakankemenag Pacitan ini. (rur)

Kemenag Jatim: MAJLIS TAKLIM LAILATUL QIROAH

Kab. Pasuruan (Humas) – Majlis Taklim Lailatul Qiroah adalah sebuah majlis yang berada dibawah naungan Pondok Pesantren Bahriyatul Maghfiroh Nurul Karomah (BMNK) yang berada di Jl. Syekh Kasiman Desa Kemantrenrejo Kec. Rejoso Kab. Pasuruan. Adapun kegiatannya dilaksanakan dalam satu bulan sekali yakni tiap hari Kamis malam (malam jum’at legi) seperti tadi malam acara dimulai dari pagi hari sampai malam hari, yang diawali dengan khotmil qur’an, pembagian shodaqoh bagi anak yatim, yasinan, tahlilan, manaqib, istigotsah dan diakhiri dengan tilawatil qur’an yang dibacakan oleh para qori’ dan qoria’ah se Kota dan Kabupaten Pasuruan. Majlis Taklim Lailatul Qiro’ah adalah daintara salah satu majlis taklim dari ratusan jumlahnya di Kabupaten Pasuruan yang berada dibawah naungan Penyelenggara Syari’ah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan.
KH. As’adin selaku Pembina dan pelindung menyampaikan dalam tauziyahnya bahwa kita sebagai umat Islam dan beriman kepada Allah SWT dan kitab-kitab-Nya harus senantiasa melestarikan dan membudayakan bacaan ayat suci Al-Qur’an ditengah-tengah masyarakat bahkan jika mampu memasyarakatkan Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya, artinya kita harus menjadi tauladan bagi masyarakan tentang bagaimana cara membacanya dengan baik dan benar yang sesuai dengan kaidah, aturan serta norma-norma hukum yang terkandung didalamnya. Oleh karena itu sebagai qori’in dan qori’at melalui majlis taklim lailatul qiroa’ah kita jaga ukhuwah Islamiyah dengan sebaik-baiknya dan senantiasa hadir dalam pertemuan-pertemuan yang akan dating. Kami mengharap pada kita semua marilah kita kumandangkan ayat suci Al-Qur’an ini dengan harapan mendapat hidayah dan maunah serta syafatnya. (fin)





Comments