Skip to main content

Kemenag Bali: Drumband Tampil di Upacara MI Mujahidin

Kemenag Bali: Drumband Tampil di Upacara MI Mujahidin http://bali.kemenag.go.id

(KaKemenag Kab. Jembrana) Insya Alloh terhitung sejak senin tanggal 24 Pebruari 2014 setiap upacara hari senin di MI Mujahidin akan selalu diiringi dengan tampilan drumband  MI Mujahidin Loloan Barat Negara.

Tampilan drumband ini disamping menambah ajang pencarian minat dan bakat siswa di MI Mujahidin, tampilan drumband juga dapat menambah keceriaan siswa dalam mengikuti kegiatan upacara, sehingga upacara terasa lebih hidmat dan lebih disiplin.

Kelompok drumband yang tampil terdiri dari  delapan player pianika, tiga player marchingbell, tiga player snarrdrum, dan tiga player bassdrum, serta satu orang drum mayor. Mengiringi penghormatan kepada pemimpin upacara, pembina upacara, pengibaran bendera, mengheningkan cipta, dan mengiringi salah satu lagu wajib nasional.

Insya Alloh MI Mujahidin akan selalu berusaha lebih baik dan lebih baik lagi, akan terus melakukan perubahan dan perubahan demi kemajuan madrasah, dan Insya Alloh juga kepercayaan masyarakat akan terus meningkat dan meningkat, dan telah terbukti tiga tahun terakhir ini MI Mujahidin jumlah siswanya terus meningkat.

Kemenag Bali: Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Kukuhkan Sisya Anyar di Pasraman Brahma Vidya Samgraha http://bali.kemenag.go.id

(KaKemenag Kab. Buleleng) Tepat pada tgl. 25 Pebruari 2014, Pasraman Brahma Vidya Samgraha  melaksanakan ulang tahunnya yang ke-8. Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Bapak Gubernur Bali, Para Bupati Se-Bali, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Buleleng, Kapolres Buleleng, Kodim, DPRD Buleleng, Tokoh-tokoh Masyarakat serta  ribuan Pinandhita (Pamangku) sisya Pasraman. Acara tersebut diawali dengan mintonang puja yang dilakukan oleh 24 orang sisya anyar.

            Menurut Ida Bawati Hermawan Tangkas bahwa pada awalnya Pasraman tersebut dirintis oleh 7 orang Pamangku, dan hingga saat ini jumlah sisya yang belajar disana sebanyak 1221 orang yang berasal dari seluruh Bali bahkan ada yang berasal dari Mataram (Lombok barat) dan dalam waktu dekat akan datang peserta dari Lampung (Sumatra Selatan) untuk memohon ajah di Pasraman tersebut. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang benar terhadap ajaran-ajaran agama Hindu, dan selama pendidikan (aguron-guron) para sisya tidak dikenakan biaya apapun (kata Ida Bhawati).  

            Pada kesempatan tersebut Bapak Dirjen Bimas Hindu RI, Prof. IB Yudha Triguna berkenan mengukuhkan sisya anyar yang didampingi oleh Ketua Pasraman dan  Setda Buleleng serta langsung memberikan sambutan. Dalam sambutannya Bapak Dirjen mengucapkan terima kasih kepada Pasrman Brahma Vidya Samgraha, karena telah membantu sebagian tugas-tugas pemerintah dibidang pembinaan keagamaan.

 Berkaitan dengan peningkatan spiritualitas Bapak Dirjen mengharapkan umat menjadi manusia Hindu yang berkualitas (purosotama). Sehubungan dengan itu Bapak Dirjen mengacu beberapa sloka Kitab Suci Sarasamuscaya yakni tentang   samsarga (pergaulan). Dikatakan bahwa jika ingin menjadi orang yang baik dan suci, maka harus bergaul dengan orang yang baik dan suci pula. Purusotama (manusia utama) haruslah memiliki kelebihan dibandingkan dengan yang lainnya yaitu: pintar, sabar (tidak  sakit hati bila dicaci dan tidak bangga jika dipuji), jangan pamerih, rendah hati, serta mampu mengendalikan amarah.  Karena orang yang dikuasai oleh  amarah (brahmantya) selalu memiliki seteru, dan hidupnya bagaikan tidur disebuah kamar yang penuh dengan ular. Dan semua tapa, yoga dan samadhi yang dilakukan akan dikuasai oleh Yama dan tidak memiliki kemuliaan. Sebagai wujud pembinaan dan motivasi pemerintah, pasraman ini juga telah pernah  dibantu dana dan sarana lainnya.


Kemenag Bali: Seruan Bersama Lembaga Umat Beragama Dalam Rangka Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1936 di Kabupaten Karangasem http://bali.kemenag.go.id

(KaKemenag Kab. Karangasem) Terkait perayaan Nyepi Tahun Saka 1936 yang akan jatuh pada hari Senin tanggal 31 Maret 2014, Majelis Agama dan Keagamaan Kabupaten Karangasem dengan difasilitasi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Karangasem Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si pada hari Senin tanggal 24 Februari 2014 mengeluarkan Seruan Bersama Hari Raya Nyepi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ka.Bag Kesra Pemda Kab. Karangasem, Dandim, Kepolisian, Camat se-Kab. Karangasem, Ketua FKUB, Ketua MMDP, Ketua Lembaga-Lembaga Umat Beragama dan Ketua Majelis Alit Desa Pakraman se-Kab. Karangasem. Dalam sambutan yang disampaikan oleh Ka.Bag Kesra Kab. Karangasem Drs. I Wayan Astika, M.Si,  bahwa kewajiban dan tanggungjawab kita bersama untuk menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif dalam pelaksanaan Hari Raya Nyepi demi mewujudkan keharmonisasian kehidupan umat beragama.

Seruan bersama Nyepi sebagai hasil kesepakatan  dalam rapat yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kab. Karangasem tersebut ditandatangani oleh Majelis Agama dan Keagamaan yang ada di Kab. Karangasem, antara lain :  Ketua PHDI Kab. Karangasem Drs. I Wayan Astika, M.Si, Ketua MUI Kab. Karangasem H. Muhammad Mursyid, S.Ag, Ketua Walubi Kab. Karangasem Luky Setiawan, Ketua MPAG Kab. Karangasem I Wayan Dedik Yurianta, S.Th, Ketua PAROKI Kab. Karangasem RM. Yohanes Preta, OCD, Ketua MMDP Kab. Karangasem I Wayan Artha Dipa, SH, MH, Ketua FKUB Kab. Karangasem I Wayan Bagiarta, SH,MH, mengetahui Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Karangasem Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si.

                Dengan adanya seruan bersama tersebut, diharapkan Umat Hindu dapat melaksanakan Catur Berata Penyepian (Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungaan dan Amati Lelanguan) dengan khidmat dan khusyuk sesuai dengan pedoman edaran PHDI Prov. Bali. Masyarakat yang membuat ogoh-ogoh sebagai sarana pengrupukan agar memperhatikan ketentuan yang ada, yaitu dikawal oleh Pecalang, diarak tidak melewati batas Desa Pakraman, dilarang minum-minuman keras, dilarang membawa senjata tajam, dilarang menggunakan mercon, tikusan/petasan dan lain-lain yang bisa membahayakan banyak orang. Bagi umat non-Hindu agar saling menghormati dan menghargai pelaksanaan ibadah masih-masing umat beragama dan dalam melaksanakan ibadah agar menyesuaikan dengan suasana Hari Raya Nyepi.

                Kepada para undangan yang hadir terkait pembahasan seruan bersama tersebut agar mensosialisasikan hasil kesepakatan bersama yang tertuang dalam Seruan Bersama Lembaga-Lembaga Umat Beragama kepada Umatnya yang ada di Desa Pakraman masing-masing. (day)

Gotong Royong MIN Gondol

(Kemenag Kab.Buleleng)Senin (24/02/2014) Sebagai bentuk rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan, sekolah MIN Gondol di Banjar Dinas Gondol Desa Penyabangan Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng mengadakan gotong royong memperbaiki jalan.

Tidak hanya guru dan pegawai MIN Gondol, tapi juga gotong royong ini melibatkan para Wali Murid. Sejak pagi mereka bahu membahu membersihkan rumput dan menata batu-batu yang berserakan serta menutupnya dengan Beton sehingga jalan yang tadinya becek saat musim hujan dan berdebu saat musim panas kini sudah bagus dan akses jalan menuju sekolah MIN Gondol menjadi mudah.

“Inilah bukti kebersamaan antara keluarga madrasah dengan masyarakat. Sehingga permasalahan sekecil apapun dikerjakan bersama-sama dan hasilnya maksimal,” ungkap Kepala Sekolah MIN Gondol.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan contoh kepada warga masyarakat untuk ikut peduli terhadap kebersihan lingkungan agar tercipta lingkungan yang bersih, indah dan teduh. Sebab dengan suasana tersebut maka akan memberikan rasa nyaman bagi siswa siswi MIN Gondol untuk belajar.

“Harapannya kegiatan ini mendapatkan ridho dari Allah SWT sehingga siswa-siswi MIN Gondol dapat menjadi insan yang berguna mempunyai ilmu yang bermanfaat dan barokah bisa menjadi tauladan yang baik dimanapun berada,”

Comments