Kemenag Bali: Tarik Tambang Meriahkan HUT Kota Denpasar

Kemenag Bali: Tarik Tambang Meriahkan HUT Kota Denpasar http://bali.kemenag.go.id

(Kankemenag Kota Denpasar) Kota Denpasar merupakan Ibu Kota Provinsi Bali dengan luas wilayah mencapai 127,78 km2 dan dihuni oleh ± 804.905 jiwa penduduk yang terdiri dari beraneka ragam suku budaya agama dan ras. Sebagai salah satu kota yang dicanangkan akan menjadi kota metropolitan, Kota Denpasar ternyata/ merupakan kota tua yang telah berusia 226 tahun. Memasuki usianya yang ke-226 ini, Pemerintah Kota Denpasar menggelar perayaan HUT Kota Denpasar dengan tema “Bersama Masyarakat Membangun dan Peduli Kota Denpasar” selama bulan Januari-Pebruari 2014. Berkaitan dengan perayaan ini, Pemerintah Kota Denpasar mengadakan berbagai kegiatan maupun perlombaan yang melibatkan seluruh jajaran SKPD dan masyarakat di Kota Denpasar.

Jumat (21/2) lalu, bertempat di Lapangan Puputan Badung, seluruh jajaran SKPD Kota Denpasar tampak hadir memenuhi lapangan yang terletak di depan Pura Jagatnatha tersebut guna ikut berpartisipasi dalam perlombaan tarik tambang antar SKPD se-Kota Denpasar. Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar yang diwakili oleh 14 orang peserta putra dan putri tampak semangat dan antusias untuk menghadapi lawan-lawannya di arena lomba. Meskipun mengalami kekalahan saat menghadapi tim dari Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Denpasar, tim tarik tambang Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar tetap merasa bangga karena telah tampil maksimal dan turut berpartisipasi dalam perayaan HUT Kota Denpasar ke 226 ini. (sta)

Kemenag Bali: Lapangan Lumintang Bertaburkan Penjor http://bali.kemenag.go.id

(Kankemenag Kota Denpasar) Selasa (25/2), Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar kembali mengirimkan Tim Kreatif Penjor yang berjumlah 8 orang guna mewakili Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar dalam perlombaan menghias penjor serangkaian dengan perayaan HUT Kota Denpasar ke 226. Perlombaan kali ini berlangsung di Lapangan Lumintang Denpasar, dan diikuti oleh seluruh jajaran SKPD se-Kota Denpasar.

Lapangan yang biasanya digunakan untuk olahraga tersebut, kini tampak semarak dan berwarna dengan kehadiran penjor-penjor yang akan dilombakan, berbagai kreatifitas dan keceriaan tampak mewarnai para peserta yang sedang melakukan tahap penghiasan. Ditemui di sela-sela kegiatannya dalam menghias penjor, salah seorang anggota Tim Kreatif Penjor I Nyoman Dayuh, S.Ag., M.Si mengatakan bahwa dalam lomba ini ada beberapa kriteria dan penilaian yang harus dipenuhi, “Namun demikian saya yakin Tim Kreatif Penjor Agama Denpasar masuk kategori juara” ungkapnya disetujui oleh anggota tim yang lain. (sta)

Kemenag Bali: Rapat Kordinasi Bersama Majelis Agama dan Keagamaan Kab. Badung http://bali.kemenag.go.id

(KaKemenag Kab. Badung) Mangupura, 25 Februari 2014. Upaya meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan kualitas kerukunan umat beragama merupakan salah satu misi Kementerian Agama dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari usaha membangun Trilogi Kerukunan Umat Beragama. Berkenaan dengan hal tersebut, dalam rangka menyongsong pelaksanaan Hari Raya Nyepi “™aka 1936 yang jatuh pada hari Senin , 31 Maret 2014; dilaksanakanlah agenda rapat kordinasi bersama majelis agama dan keagamaan antara instansi Pemerintah Kabupaten Badung, Kapolres Badung, Pimpinan Lembaga Umat Beragama Kabupaten Badung, dan Majelis Madya Kabupaten Badung yang bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung. Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kakemenag Kab. Badung, I Nyoman Arya, S.Ag., M.Pd.H dan didampingi oleh wakil dari Pemerintrah Kab. Badung I Ketut Sentana beserta Kapolres Badung yang diwakili oleh, Ni Ketut Ratmini. Dari rapat koordinasi tersebut, menghasilkan Seruan Bersama Lembaga-Lembaga Umat Beragama Kabupaten Badung sebagai berikut:

-      Bagi Umat Hindu melaksanakan Hari Suci Nyepi dan Rangkaiannya dengan sebaik-   baiknya sesuai dengan Surat Edaran Bupati Badung No :003.2/130/DISBUD serta             PHDI Kabupaten Badung Nomor 15/HR/I/PHDIK/2014 Tanggal 20 Januari 2014

-      Bagi umat non- Hindu, dalam melaksanakan peribadatan agar menyesuaikan dengan              pelaksanaan Hari Suci Nyepi

-      Melarang menyalakan petasan/ mercon, bunyi-bunyian sejenisnya yang sifatnya           mengganggu kesucian Hari Suci Nyepi dan membahayakan ketertiban umum.

-      Aparat Desa/Lurah, Prajuru Adat dan Pecalang bertanggungjawab mengamankan       Rangkaian Hari Suci Nyepi dan berkoordinasi dengan Aparat terkait.

-      Berkaitan dengan mengantar orang sakit, melahirkan, kematian, atau kapancabhaya    tetap    berlaku sesuai dengan kondisi setempat dan dikoordinasikan dengan Aparat Desa             Dinas   dan Bendesa Adat setempat.

-      Lembaga, Majelis-Majelis Agama, Instansi terkait dan FKUB agar segera        mensosialisasikan seruan ini kepada seluruh umat beragama.

Rapat kordinasi  ini di ikuti oleh seluruh majelis agama beserta intansi pemerintah Kab. Badung sampai akhir dengan sangat serius dan antusias. ( pt )

Comments