Skip to main content

Kemenag Haji: Anggito: Kemenag Tak Pegang Uangnya

http://kemenagkarimun.blogspot.com/
Kemenag Haji:Anggito: Kemenag Tak Pegang Uangnya
Kemenag Haji: Setoran Dana Haji Naik Rp 9 Triliun, Anggito: Kemenag Tak Pegang Uangnya

Liputan6.com, Cirebon - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Anggito Abimanyu mengungkap, setoran dana haji 2014 mengalami kenaikan. Namun, ia menegaskan tak ada dana haji tunai yang dipegang kementeriannya.

"Setoran awal dalam bentuk giro ke Menteri Agama, bukan Suryadharma Ali selaku pribadi. Kemudian ke BI (Bank Indonesia) dicatatkan ke sukuk (investasi model syariah). Tidak ada membawa uang cash. Untuk rekening valas, dimasukkan ke perbankan. Untuk pelunasannya, ada kursnya," kata Anggito di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (4/3/2014).

Anggito memproyeksikan, total setoran dana haji tahun ini bisa mencapai Rp 73 triliun, naik Rp 9 triliun dari tahun lalu yakni Rp 64 triliun.

"Angka yang dipakai di DPR, asumsi proyeksinya Rp 73 triliun. Komposisinya deposito, giro, dan SSBN. Di 2014 giro dikurangi. Dipindah ke deposito dan sukuk," paparnya.

Ia menegaskan, tak ada permainan kurs dalam menilai mata uang asing untuk ibadah haji, apalagi masuk ke rekening pribadi.

"Seluruh transaksi valas menggunakan kurs tengah BI. Dan tidak ada di rekening pribadi. Dulu sempat ada, sudah dikoreksi dan tidak ada lagi sebelum saya masuk. Dulu informasinya menampung uang untuk kegiatan haji," terangnya.

Anggito pun yakin perputaran uang untuk ibadah haji tidak ada kecurangan. "Kita Kemenag tidak pegang uang sama sekali. Seluruh proses diaudit oleh itjen dan BPK. Tiga tahun ini wajar," tandas Anggito. (Ismoko Widjaya)
(Raden Trimutia Hatta)


Kemenag Haji: Kemenag Kembalikan 308 Dolar AS Uang Calhaj 2013

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Calon haji (calhaj) 2013 yang tertunda keberangkatannya namun sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) akan mendapat pengembalian dana rata-rata sebesar 308 dolar AS per orang.

Pengembalian dana tersebut menurut Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Anggito Abimanyu, di Cirebon, Selasa (4/3), merupakan konsekuensi dari penurunan BPIH 2014. "Sebagaimana kita tahu, tahun lalu, keberangkatan 20 persen jamaah calon haji Indonesia terpaksa ditunda. Padahal, sebagian besar dari mereka sudah dipanggil dan melunasi BPIH. Nah, untuk mereka yang sudah lunas (tetapi tertunda keberangkatan) inilah uang 308 dolar AS itu kami berikan," katanya.

Ia mengatakan, proses pengembalian uang itu akan dilakukan di asrama haji embarkasi menjelang keberangkatan ke Arab Saudi dan diberikan secara tunai. "Hanya, untuk mata uang yang digunakan, masih kami pertimbangkan, apakah dolar, riyal, atau malah rupiah. Masing-masing pilihan itu ada plus minusnya. Selain itu, besaran pengembalian tersebut berbeda-beda setiap embarkasi," jelas Anggito.

Sebelumnya, pemerintah dan DPR telah sepakat bahwa BPIH untuk musim haji tahun ini (2014/1435 H) sebesar 3.219 dolar AS. Angka tersebut lebih rendah 308 dolar AS dibandingkan dengan BPIH tahun lalu. Dengan asumsi APBN 2014 (nilai tukar rupiah Rp 10.500), maka BPIH setara dengan Rp 33.779.500. "Akan tetapi, nilai tukar sesungguhnya berlaku pada saat jemaah nanti melunasi BPIH," katanya.

Kemenag Haji:  Kemenag Kembalikan Biaya US$ 308 untuk Calhaj Tertunda 2013

Jakarta - Kabar gembira! Kemenag akan mengembalikan selisih Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH)  sebesar rata-rata 308 dolar AS bagi seluruh calon jamaah haji yang tertunda keberangkatannya pada tahun 2013.

Pengembalian selisih dana itu sebagai konsekuensi dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 1435 H/2014 M sebesar 3.219 dolar AS, lebih rendah 308 dolar AS dibandingkan dengan tahun 2013.

"Itu sebagai konsekuensi dari kebijakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Padahal, sebagian besar dari mereka sudah dipanggil dan melunasi BPIH. Nah, untuk mereka yang sudah lunas inilah uang 308 dolar AS itu kami berikan," kata Dirjen PHU Kemenag, Anggito Abimanyu.

Hal ini disampaikan Anggito dalam jumpa pers di kereta wisata Jakarta-Cirebon, Selasa (4/2/2014).

Anggito mengatakan dana tersebut akan diberikan secara tunai di embarkasi menjelang keberangkatan ke Arab Saudi.

"Kami masih pertimbangkan, apakah dolar, riyal, atau rupiah. Masing-masing pilihan itu ada plus minusnya. Selain itu, besaran pengembalian tersebut berbeda-beda setiap embarkasi," ujar Anggito yang terbalut batik warna biru dan jaket warna abu-abu.


Untuk saat ini Kemenag fokus mempersiapkan penyelenggaraan haji tahun 2014. "Mulai dari pengisian kuota yang harus rampung pada April 2014, penyediaan perumahan, transportasi, hingga katering," ujar Anggito..

Untuk perumahan, kata dia,  sudah 70% penawaran untuk perumahan di Makkah sudah masuk.

"Tahun ini, pemerintah tak lagi berfokus untuk menyewa gedung-gedung yang sekadar dekat dari Masjidil Haram. Jarak tidak lagi menjadi acuan, tetapi kenyamanan jemaah," kata Anggito.

Menurut dia,batas maksimal yang ditentukan oleh pemerintah adalah 4.000 meter dari Masjidil Haram. Selain itu gedung-gedung itu harus setara dengan hotel berbintang.

Kemenag Haji: Jaga Keamanan Jemaah Haji, Kemenag Tambah Petugas Khusus


Liputan6.com, Cirebon - Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Anggito Abimanyu mengakui ada saja tindak kriminal terhadap jemaah haji asal Indonesia di Mekah saat musim haji. Pihaknya pun akan menambah pasukan keamanan khusus dalam penyelenggaraan haji 2014 ini.

"Iya itu yang pencurian barang bawaan jemaah kita dan penipuan terhadap jemaah kita juga tiap tahun ada saja, makanya kita akan tambah keamanan khusus untuk para jemaah di tiap regu," kata Anggito di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (4/3/2014).

Selain itu, Kemenag juga akan maksimal membekali para jemaah sebelum berangkat ke tanah suci. Pihaknya akan memastikan pemahaman pembekalan tersebut pada setiap jemaah.

"Kita akan pastikan jemaah paham dengan pembekalan pengetahuan dari kita, seperti tidak mudah menerima bantuan orang tidak dikenal. Di SOP-nya ada, namanya juga manusia kita berusaha, tapi memang kasus tersebut selalu ada," ujarnya.

Petugas khusus yang akan ditambah, jelas Anggito, nantinya akan terus berkeliling di tiap posnya masing-masing. Hal itu agar dapat segera mengantisipasi dan meminimalisir tindak kriminal terhadap jemaah Indonesia.

"Pasti akan berkeliling, memantau para jemaah. Kan 1 regu itu 1 bus, nah kita akan ada petugas keamanan khususnya," tandas Anggito.
(Raden Trimutia Hatta)

Kemenag Haji: Kemenag Pastikan Tak Ada Lagi Makanan Basi untuk Jemaah Haji


Liputan6.com, Cirebon - Kasus makanan basi yang diterima para jemaah haji kerap kali terjadi pada setiap tahunnya. Kementerian Agama pun memastikan tidak ada lagi kasus konsumi makanan yang basi atau tak layak makan untuk jemaah Haji 2014.

"Yang makanan basi untuk para jemaah kita itu selalu ada sebelumnya. Tapi tahun 2013 sudah nggak ada yang basi lagi," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Anggito Abimanyu di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (4/3/2014).

Anggito berujar, meskipun sejak 2013 sudah tak ada lagi makanan basi, namun kewaspadaan tetap terus ditingkatkan.

"Ya tetap waspada dan evaluasi terus, agar makanan untuk para jemaah terjaga. Jangan sampai kemarin nggak ada yang basi nanti tahun ini ada yang basi. Jangan ya," tukas Anggito.
(Raden Trimutia Hatta)


Kemenag Haji: Kemenag Tambah Tenaga Medis untuk Musim Haji 2014

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama memastikan menambah tenaga medis baik dokter maupun asisten dokter dalam musim Haji 2014. Terkait penambahan tenaga medis tersebut, Kementerian Agama akan merekrut tenaga medis yang dapat mobile setiap harinya mengunjungi para jemaah haji yang tersebar di beberapa pemondokan.

"Kita khusus penambahan tenaga medis itu memang yang mobile, yang menjemput bola. Artinya membawa obat dan mengecek langsung ke setiap jemaah," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Anggito Abimanyu di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (4/3/2014).

Untuk penambahan tenaga medis tersebut, tambah Anggito, dilakukan seleksi yang ketat oleh pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihaknya.

"Kita pastikan seleksinya benar-benar ketat oleh Kemenkes, dilihat pengalaman dan rekam jejaknya. Dia punya niat untuk mengabdi atau tidak. Ya itu di antaranya ya," ujarnya.

Anggito menjelaskan, pemerintah Indonesia mempunya 3 Rumah sakit Haji di Arab Saudi, yakni di Mekah, Jeddah dan Madinah. Untuk tenaga medis yang ditambah, Dirjen PHU Kementerian Agama telah berkoordinasi dengan 3 rumah sakit tersebut.

"Nah penambahan tenaga medis itu untuk di luar rumah sakit, seperti di posko pengobatan di Arafah, Madinah tapi yang memang mendatangi dan mengecek langsung ke pemondokan jemaah kita. Jumlahnya kita belum pastikan, tapi pasti ditambah," tandas Anggito. (Raden Trimutia Hatta)

Kemenag Haji: Kemenag Tak Pegang Uang Tunai Setoran Haji

Anggito    Anggito CIREBON - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama, Anggito Abimanyu, menegaskan bahwa tak ada uang anggaran haji tunai yang dipegang oleh jajarannya.

"Setoran awal dalam bentuk giro, ke Menteri Agama, bukan Suryadharma Ali selaku pribadi. Kemudian ke BI dicatatkan ke sukuk (investasi moedel syariah). Tidak ada membawa uang cash. Untuk rekening valas, dimasukkan ke perbankan. Untuk pelunasannya, ada kursnya," kata Anggito dalam acara pers tour Kementerian Agama di Cirebon, Selasa (4/3/2014).

Anggito memproyeksikan total setoran dana haji tahun ini bisa mencapai Rp73 triliun, naik Rp9 triliun darti tahun lalu Rp64 triliun. "Angka yang dipakai di DPR, asumsi proyeksinya Rp73 triliun. Komposisinya deposito, giro, dan SSBN. Di 2014 giro dikurangi. Dipindah ke deposito dan sukuk," tandasnya.

Ia pun menegaskan bahwa tak ada permainan kurs dalam menilai mata uang asing untuk ibadah haji, apalagi masuk ke rekening pribadi.

"Permainan kurs itu tidak ada. Seluruh transaksi valas, menggunakan kurs tengan BI. Dan tidak ada di rekening pribadi. Dulu sempat ada, sudah dikoreksi dan tidak ada lagi. Dulu informasinya menampung uang untuk kegiatan haji," terangnya.

Karenanya, Anggito berkeyakinan bahawa perputaran uang untuk ibadah haji tidak ada kecurangan. "Kita kemenag tidak pegang uang sama sekali. Seluruh proses diaudit oleh Itjen dan BPK. Tiga tahun ini wajar," tegasnya.

Kemenag Haji: Setoran Awal Rp 20 Juta-Rp 25 Juta, Berbunga Rp 19,3 Juta Per Jamaah

RELATED NEWS

    WNI Gunting Kiswah Ka'bah untuk Pesugihan
    Klaim Ongkos Haji Turun
    Calon Jamaah Usia 80 Tahun atau Lebih, Diprioritaskan
    Jual Beli Kursi Haji di Kemenag Masih Ada
    24.916 Jamaah Dapat Pengembalian Ongkos
    Jemaah Umroh Gagal, Dikarantina di Hotel
    Ongkos Naik Haji Turun USD 308
    Pemondokan Haji Minimal Level Hotel Bintang 3
    Kemenag Siapkan Rp 15,1 Triliun
    Desak Kanwil Kemenag Dampingi Korban PT Azizi Lapor Polisi

CIREBON - Kementerian Agama (Kemenag) terus memamerkan kinerja mereka dalam mengelola dana haji. Diantaranya, berhasil melakukan pengelolaan dana haji sehingga nilai bunga atau bagi hasilnya mencapai Rp 19,3 juta per jamaah.

Dana itu tidak dikembalikan cash ke calon jamaah, tetapi dipakai untuk membayar sejumlah komponen pembiayaan indirect cost.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Anggito Abimanyu mengatakan, hasil pengelolaan atau bunga itu khusus untuk jamaah porsi haji 2014. Nilai bagi hasil atau bunga untuk jamaah porsi haji 2015 dan seterusnya, bisa semakin besar lagi.

"Trend dana bagi hasilnya setiap tahun terus meningkat," kata Anggito di sela kunjungan ke Cirebon kemarin.

Anggito merinci bunga atau bagi hasil simpanan dana setoran awal jamaah porsi haji 2012 adalah Rp 8,8 juta/jamaah. Kemudian untuk dana simpanan jamaah porsi haji 2013 adalah Rp 14,2 juta/jamaah. Dan yang terkini, bunga simpanan dana jamaah porsi haji 2014 sebesar Rp 19,3 juta/jamaah.

Besarnya bunga atau manfaat simpanan itu didapat dari rata-rata bunga deposito 5 persen dan bunga sukuk rata-rata 8 persen. Dana itu diantaranya digunakan untuk akomodasi selama di Madinah, subsidi pemondokan di Makkah, katering selama di Saudi, dan pengurusan paspor serta akomodasi selama di embarkasi.

Menurut mantan kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu, bunga simpanan ke depan bakal semakin besar. Sebab secara akumulasi, dana setoran awal BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) terus menggelembung.

Anggito mengatakan proyeksi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan, dana haji yang terkumpul selama 2014 akan berjumlah Rp 73 triliun. Dana ini meningkat dari posisi 2013 sebesar Rp 64 triliun (sudah direview Itjen Kemenag) dan dana posisi 2012 sejumlah Rp 52 triliun (sudah diaudit BPK).

Sementara itu Anggito mengatakan tim pemburu pemondokan sudah mulai bergerilya di Makkah dan Madinah. Posisi saat ini, sudah ada 70 persen unit kebutuhan pemondokan yang mengajukan penawaran ke Kemenag. Sebelum proses penawaran itu dilanjutkan, tim Kemenag melakukan visitasi dulu. Tujuannya adalah untuk mengecek kondisi pemondokan. "Kualitasnya minimal setara dengan hotel bintang 3.

Sedangkan untuk urusan jarak dengan Masjidilharam, jamaah haji 2014 siap-siap tenaga ekstra. Sebab Kemenag memperkuas radius pemondokan haji dari 2,5 km tahun lalu, menjadi 4 km untuk tahun ini. Kemenag beralasan sudah sulis sekali mencari pemondokan di radius 2,5 km dari Masjidilharam.

"Meskipun agak jauh, kami layani dengan kualitas transportasi lebih baik," jelas Anggito. Jika memaksakan mencari pemondokan di radius 2,5 km dari Masjidilharam, dikhawatirkan malah menimbulkan ketidaknyamanan di jamaah haji.

Misalnya dekat dengan proyek perluasan Masjidilharam dan sebagainya. Anggito mengatakan perburuan pemondokan ini diharapkan surah rampung sebelum Sya'ban (bulan di penanggalan hijriyah).

Menjelang keberangkatan haji 2014, Kemenag juga juga meluncurkan Siskohat G.II (Generasi Kedua). Anggito mengatakan Siskohat G.II ini berbasis website sehingga mudah di-upgrade. Sementara Siskohat generasi pertama yang sudah berumur 20 tahun berbasis komputer IBM AS/400 yang sudah tidak dikembangkan lagi oleh produsennya.

Dalam Siskohat G.II ini, Anggito mengatakan lebih banyak menampilkan data pengelolaan dana haji. Selain itu data antrian haji (waiting list) juga disesuaikan menjadi kuota provinsi dan kabupaten/kota. Sebab sejumlah provinsi, seperti Sulawesi Selatan, membagi kuota haji per kabupaten/kota. Sedangkan fitur pengecekan estimasi keberangkatan haji masih dipertahankan.

Anggito menuturkan saat ini masih dijalankan proses migrasi data dari Siskohat lawas ke Siskohat G.II. Dalam proses yang disebut clearance itu, ditemukan sejumlah persoalan data calon jamaah haji.

Seperti banyak nama calon jamaah haji yang dobel. Temuan lainnya adalah, banyak calon jamaah haji yang mendaftar haji di Sabtu dan Minggu. Padahal aktivitas pendaftaran haji di Sabtu dan Minggu diliburkan.

Saking banyaknya temuan persoalan di Siskohat generasi pertama itu, tim atau sumber daya manusia (SDM) juga ikut dirombak. Kepala Bagian Siskohat Kemenag diisi oleh Hasan Afandi yang sebelumnya pegawai BPS (Badan Pusat Statistik).

 "Dulu Kemenag itu banyak sekali menggunakan tenaga konsultan. Sedikit-sedikit konsultan," katanya. Sehingga pengawasan jangka panjangnya tidak optimal.

Orang luar yang ditarik ke Kemenag untuk urusan haji adalah Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadhan Harisman yang sebelumnya pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Posisi Sesditjen PHU Kemenag diduduki oleh Hasan Fauzi mantan pegawai Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). (wan)

Comments