Skip to main content

Kemenag Kalteng: Bina Kinerja, Kemenag Barsel Kunjungi KUA GBA

Kemenag Kalteng: Bina Kinerja, Kemenag Barsel Kunjungi KUA GBA
Kemenag Kalteng: Bina Kinerja, Kemenag Barsel Kunjungi KUA GBA
Kemenag Kalteng: Bina Kinerja, Kemenag Barsel Kunjungi KUA GBA

Buntok (Inmas) Untuk meningkatkan dan membina kinerja aparatur pemerintah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan mengunjungi Kantor Urusan Agama Kecamatan Gunung Bintang Awai. Kunjungan yang dikemas dalam silaturahmi mendadak (sidak) ini dilakukan oleh Kasubbag TU Zaidin, S.Ag, Kasi PHU sekaligus Plh. Kasi Bimas Islam Syuriansah, S.Pd.I, Ketua Pokjawas Kankemenag Barsel, Nurdin, S.Ag, pengawas serta staf tata usaha, Rabu (5/3).

Kantor Urusan Agama Kecamatan Gunung Bintang Awai Tabak Kanilan berjarak sekitar kurang lebih 50 kilometer dari Kota Buntok. Rombongan Kankemenag Barsel disambut oleh Kepala KUA Kec. Gunung Bintang Awai, Suzukhrufiannoor, SH dan staf KUA.

“Silaturahmi mendadak ini tidak lain tujuannya adalah untuk mengadakan pembinaan dalam rangka meningkatkan kualitas etos kerja. Di samping itu juga ada hal-hal yang perlu dikoordinasikan bersama apalagi terkait masalah-masalah pelayanan pernikahan, kualitas pelayanan, bagaimana suasana kerja dan lain sebagainya,” ujar Syuriansah, S.Pd.I.

Sementara itu, Kepala KUA Gunung Bintang Awai, Suzukhrufiannoor, SH mengatakan sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan ini.

“Mudah-mudahan kami lebih giat lagi dalam mengadakan pelayanan kepada masyarakat supaya dapat menghasilkan pelayanan yang memuaskan bagi kita semua,” tegasnya. (waluyo utomo)

Kemenag Kalteng: Siswa MAN Pulang Pisau Dapatkan Beasiswa

Pulang Pisau (Inmas) Sebanyak 4 siswa MAN Pulang Pisau memperoleh beasiswa berprestasi dari Kemenag RI dan Dinas Pendidikan Propinsi Kalteng. Keempat siswa itu adalah Siti Munawarah kelas XII IPA, Jamaludin kelas XII IPS, Norkhalifah kelas XII IPA, dan Megasetiawati Kelas XI IPA.

Siti Munawarah memperoleh beasiswa dari Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah melalui program Kalteng Harati sebesar Rp. 3.600.000, yang bersangkutan berhasil menjuari Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten bidang Biologi dan mewakili Pulang Pisau di tingkat propinsi. Dia juga mewakili Kalteng di tingkat nasional pada  Aksioma di Malang Jawa Timur beberapa waktu lalu untuk bidang kaligrafi.

Sedangakan 3 siswa lainnya memperoleh beasiswa berprestasi dari Kementerian Agama RI masing-masing Rp. 2.400.000, yang disalurkan melalui Bank BNI langsung ditransfer ke rekening siswa. Siswa-siswi tersebut berprestasi di bidang akademik dan non akademik.

Kepala MAN Pulang Pisau, Ahd. Fauzi, S.Ag. M.Si mengatakan, dengan adanya beasiswa itu diharapkan memacu prestasi anak didiknya.

“Dan kami akan terus berusaha meningkatkan mutu madrasah melalui program-program kegiatan yang telah direncanakan. Dan bagi siswa yang telah berhasil memperoleh beasiswa agar semakin termotivasi untuk lebih giat belajar dan berprestasi,” harap Fauzi. (aris)

Kemenag Kalteng: Praktek Kimia Terapan, Siswa Bikin Tape Singkong

Palangka Raya (Inmas) Ide kreatif kadang muncul dinamis dalam proses belajar mengajar, meski tak terancang secara sistematis sebelumnya dalam Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP). Hal itulah yang dialami oleh guru Kimia MAN Model Palangka Raya, A. Latoiful Fuad, S.Pd, seperti dituturkannya, Rabu (5/3).

Bermula dari kejeliannya melihat potensi anak didiknya di kelas X-1, kelas yang nantinya akan menjadi kelas XI Ilmu Sosial. Fuad mencermati pelajaran Kimia takkan dijadikan pilihan mata pelajaran nanti di kelas XI, dan kurang diminati di kelas X-1, karena mereka nanti menjadi kelas jurusan ilmu Sosial.

“Saya berinisiatif merubah pelajaran Kimia di kelas X-1, dari sifatnya teoritis ke arah praktis,” katanya.

Fuad menambahkan, terkadang kejelian diperlukan untuk mengembangkan pembelajaran kimia. Pembelajaran praktis lebih tepat ketimbang pembelajaran teoritis di kelas yang nantinya bukan jurusan  ilmu alam.

Alhasil starategi sang guru sangat jitu. Siswa X-1 yang awalnya tidak berminat dengan teori Kimia, akhirnya terinspriasi mempelajari Kimia terapan. Lahirlah dari kreasi mereka pembuatan tape dari singkong. Adalah Julaiha, Rahmatul Jannah, Rani Aulia Sari, dan Rizqi Nur yang berkreasi membuat produk makanan tradisional itu.

“Secara teori kami belum memahami Kimia. Tetapi setelah dipraktekkan melalui pembelajaran yang bersifat terapan, kami bisa memahami proses pemahaman berdasarkan ilmu Kimia,” tutur Julaiha, salah satu pembuat tape singkong tersebut.

Salah seorang guru Biologi, A. Sajarwan, S.Pd, yang ikut mencicipi tape singkong tersebut memuji hasil buatan Juliaha dan kawan-kawan.

“Tapenya terasa manis dan sangat enak, dan memenuhi kualitas untuk dipasarkan” ucapnya. (khalid)

Comments