Skip to main content

Kemenag NTB: IGRA KOTA MATARAM GELAR MANASIK HAJI

Kemenag NTB: KKKM KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA
Kemenag NTB: KKKM KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA
Kemenag NTB: KKKM KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA

Kota Bima_Humas_Kepala-Kepala Madrasah yang bergabung  dalam Kelompok Kerja Kepala Madrasah  (KKKM) Kota Bima hari Selasa tanggal 18 September 2014 melaksanakan rapat dengan mengambil tempat di Aula Madrasah Aliyah  Pondok Pesanteren Darul Hikmah Kota Bima. Ketua KKKM Kota Bima,Mansyur, S.Ag  yang juga Kepala MAN 1 Kota Bima menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan kegiatan rutin Kepala Kepala Madrasah untuk menggali banyak hal yang berfaedah bagi kemajuan Madrasah khususnya menyongsong Agenda besar yang bertaraf nasional yaitu UJIAN NASIONAL yang menurut schedulnya akan dilaksanakan pada tanggal 14,15 dan 16 April yang akan dating .

Lebih lanjut Ketua KKKM yang hoby main bulu tangkis ini mengatakan bahwa ada satul hal yang urgen kita pikirkan secara arif dan bijaksana adalah bagaimana kita berpikir dan berbuat menyingsikan lengan baju kita semua menyukseskan ujian nasional tersebut sehingga hasilnya tidak mengecewakan kita semua atau outputnya menghasilkan ujian yang jujur obyektif maksimal dengan nilai yang sangat memuaskan semua pihak.

 Selanjutnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima Drs.H.Syahrir, M.Si, yang memberikan sambutan dalam rapat tersebut mengatakan, bahwa momen ini diharapkan melahirkan ide-ide konstruktif dan cemerlang  diramu menjadi obat peningkatan mutu madrasah  yang berimbas pada terciptanya siswa siswi yang mampu berkompetisi dan handal dalam berbagai lini kehidupan teristimewa di dunia pendidikan.

“Banyak hal yang terungkap untuk dibahas dalam  rapat ini, mulai dari persiapan ujian nasional, K.2, tunjangan sertifikasi, regulasinya, serta persiapan Audit BPK  atau IRJEN Kemenag RI, oleh karenanya diharapkan supaya momen seperti ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya  untuk mencari solusi dan memecahkan persoalan yang kita hadapi bersama,“tukasnya.

Kemenag NTB: IGRA KOTA MATARAM GELAR MANASIK HAJI

Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Kota Mataram menggelar peragaan manasik haji bagi murid TK, RA dan PAUD se Kota Mataram. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.750 murid yang berasal dari 50 lembaga pendidikan usia dini se kota Mataram. Kakanwil Kemenag NTB Drs. H. Usman secara langsung membuka kegiatan yang bertempat di Asrama haji ini. Dalam sambutannya Kakanwil mengatakan sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini. Anak-anak sejak usia dini harus dikenalkan dengan ibadah-ibadah wajib seperti halnya ibadah haji. “Saya berharap kegiatan peragaan manasik haji bagi anak-anak dapat digelar secara berkala karena sangat bermanfaat untuk melatih jiwa keberagamaan atau mental spiritual anak-anak”, katanya.

Sementara itu Ketua IGRA KOta Mataram Hj. Aluh mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengenalkan rukun Islam kelima kepada anak sejak usia dini. Diharapkan dengan memberikan pemahaman mengenai pelaksanaan ibadah haji kepada anak, dapat menumbuhkan minat untuk berhaji sejak usia dini”,

Dirjen Potensi Pertahan : Guru Dapat Menanamkan Nilai-nilai Bela Negara Secara Terintegrasi Kedalam Kurikulum

Mataram, (Inmas)_Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melaksanakan Bimbingan Tekhnis Pembinaan Kesadaran Bela Negara Bagi (Bimnis PKBN) Guru MTs di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat di Hotel Lombok Raya yang dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 19 s.d 20 pebruari 2014. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dan kemampuan kepada Guru MTs dalam mentransformasikan nilai-nilai bela negara kepada peserta didik dengan motode yang informatif dengan sasaran memperluas pemahman dan kemampuan guru MTs dalam mengimplementasikan dan mengintegrasikan nilai-nilai bela negara kedalam materi pelajaran agama islam. 

Hadir dalam acara pembukaan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah H. Jalalussayuti, SS, M.Pd yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. NTB, sekaligus juga sebagai Narasumber, bersama dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota Se-Pulau Lombok.

Dalam amanatnya Dirjen Potensi Pertahanan yang dibacakan oleh Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Laksamana Pertama TNI Sudarsono, ST, M.Sc,  menyatakan bahwa, penanaman suatu nilai tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dilakukan secara dini dan terus menerus melalui pendidikan, guna membangun watak dan karakter serta jati diri sebagai pribadi, masyarakat maupun sebagai warga bangsa.

“Dipilihnya Nusa Tenggara Barat dalam Bimnis PKBN ini karena Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki posisi strategis yang secara geografis berdekatan dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan berdekatan pula dengan Pulau Bali sebagai Pusat Pariwisata dunia, sehingga rawan terhadap pengaruh dan potensi ancaman yang datang dari luar”.

Lebih lanjut disampaikan bahwa membangun kesadaran bela negara melalui pengintegrasian nilai bela negara ke dalam kurikulum pendidikan tidaklah mudah, karena disamping dihadapkan dengan beban pelajaran yang sudah padat juga materi dan mata pelajaran (red) yang  diatur dalam kurikulum Madrasah dan kurikulum  pendidikan nasional, akan tetapi “paling tidak hal ini akan memperkaya implementasi Kurikulum 2013 yang sudah dan segara akan diberlakukan di Madrasah dan dalam pelaksanaannya sangat tergantung pada bagaimana kreasi, inovasi dan improvisasi guru dalam menanamkan nilai-nilai bela negara secara terintegrasi kedalam kurikulum madrasah”.

“Karena pada jenjang MTs peserta didik mulai memasuki usia remaja yang sedang dalam masa pencarian eksistensi dirinya melalui berbagai aktifitas yang dilakukan, namun sudah memiliki wawasan berfikir yang semakin meluas dan mulai berfikir logis, sehingga penanaman nilai bela negara harus tetap mengedepankan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik sehingga sehing”.

Sehingga melalui upaya ini diharapkan akan terwujud peserta didik yang akan memiliki karakter dan keperibadian luhur, serta memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai Islami (M@).

Kemenag NTB: 127 Guru Kabupaten Dompu Terima Sertifikat Pendidik Profesional

Dompu (Inmas)_Tim PLPG Rayon Mataram Menyerahkan sertifikat guru professional kepada 127 Guru yang ada di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Donpu. Penyerahan di hadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Dompu Drs. H. Syamsul Ilyas, bersama Kepala Seksi Pendais Shalihin, S.Ag, yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu dan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Dompu kepada 2 orang perwakilan Guru.

Dalam Sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu berpesan bahwa,  “Guru sepatutnya bersyukur atas penyerahan sertifikat ini, karena sertifikat ini merupakan bentuk  penghargaan kepada guru-guru sebagai seorang Pendidik yang masuk klasifikasi professional. Rasa syukur ini juga dapat diwujudkan dengan melaksanakan tugas lebih baik lagi, sehingga sekolah akan terbantu dengan komitmen sebagai guru professional”.

“Sebagai  Guru yang bersertifikat sudah barang tentu beban dan tanggung jawabnya berbeda dibandingkan dengan guru yang belum bersertifikat, katanya. Lebih lanjut Kekanmenag juga mengharapkan supaya semua guru bisa mendapatkan sertifikat pendidik professional dan berharap guru yang sudah memiliki kelayakan untuk disertifikasi supaya bisa diproses agar bisa disertifikasi “semoga guru yang berpotensi mendapatkan sertifikasi pendidik professional bisa diproses”.

Sementara Bakhtiar, M.Pd sebagai Tim PLPG Rayon Mataram dalam sambutannya menyatakan bahwa jumlah guru yang mengikuti PLPG dari Kabupaten Dompu sebanyak 127 orang. “Dari 127 orang sebanyak 3 orang masih dipanding karena berdasarkan system yang ada, setelah semua data diisi, ternyata untuk 3 orang ini umur masih belum mencukupi”.

Bakhtiar juga menambahkan bahwa untuk peserta yang berasal dari pulau Sumbawa (KSB, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima) diberikan kebijaksanaan untuk pengambilan sertifikat pendidik, bertempat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten masing-masing, dengan alasan untuk lebih efektif dan efesiensinya penyerahan tersebut dari segi biaya, waktu dan lainnya. (ins cancer)

Comments