Skip to main content

Kemenag NTB: Kakanwil: Pentingnya kebersamaan Diantara Kita Semua

Kemenag NTB: Kakanwil: Pentingnya kebersamaan Diantara Kita Semua
Kemenag NTB: Kakanwil: Pentingnya kebersamaan Diantara Kita Semua
Kemenag NTB: Kakanwil: Pentingnya kebersamaan Diantara Kita Semua http://ntb.kemenag.go.id/

Mataram_Inmas—- Tepat pukul 07.30 WITA pelaksanaan upacara bendera dalam rangka apel paripurna lingkup Kanwil Kemenag Prov.NTB dimulai. Apel yang selalu dilaksanakan pada tanggal 17 setiap bulannya diikuti oleh seluruh eselon II, III, IV serta seluruh karyawan/karyawati. Kakanwil kemenag Prov.NTB (Drs.H. Usman) bertindak langsung selaku pembina upacara. Meskipun cuaca kurang bersahabat atau agak sedikit mendung, akan tetapi upacara tetap berlangsung dengan tertib dan khidmat.

Dalam amanatnya, Kakanwil mengatakan  pentingnya kebersamaan seluruh pejabat dan staf guna mewujudkan misi kementerian agama, untuk itu kepada semua karyawan diminta untuk berbenah dengan meningkatkan kinerja dan disiplin diri. Selanjutnya beliau mengingatkan juga bahwa dalam awal bulan Maret ini BPK akan turun untuk melaksanakan pemeriksaan, oleh karena itu diminta kepada semua pengelola kegiatan termasuk bendahara agar mempersiapkan laporan keuangan dan kegiatan pada tahun 2013 dengan baik, beliau mengharapkan juga agar semua memiliki satu niat dan satu langkah, sehingga Kanwil Kemenag Provinsi NTB dapat menyumbang WTP (wajar tanpa Pengecualian) terhadap penilaian BPK.”harapnya. Disisi lain sebagai bagian dari tindak lanjut Reformasi birokrasi, maka  dalam waktu dekat karyawan kemenag akan menerima remunerasi yang akan dihitung mulai bulan Januari tahun 2014. Berkaitan dengan hal ini Menpan&RB sudah menandatangani keputusan terkait remunerasi tersebut, , untuk itu marilah kita bekerja dengan baik susuai dengan tupoksi masing-masing dan tentunya juga dengan niat yang ikhlas dan profesional”, pungkasnya.(haz)

Kemenag NTB: KANWIL NTB : SOSIALISASI TATA CARA PENYUSUNAN SKP

Mataram, Inmas__Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan UU nomor 43 tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang- undang Nomor 8 Tahun 1974, tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, pasal 12 ayat (2), bahwa untuk mewujudkan penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan diperlukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang profesional, bertanggungjawab,  jujur dan adil melalui pembinaan yang dilaksanakan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karier yang dititik beratkan pada sistem penilaian prestasi kerja yang dilakukan secara obyketif. Bertempat di Aula lantai 4 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan sosialisasi tata cara penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) sebagai pengganti DP3 yang selama ini digunakan, kegiatan tersebut dihadiri oleh semua Pejabat dan segenap karyawan dan karyawati.

Kemenag NTB: Dalam pengantarnya Kepala Bagian Tata Usaha Drs. H. Sirojuddin, MM menyatakan bahwa http://ntb.kemenag.go.id/

penilaian prestasi kerja PNS penekanannya pada pengukuran tingkat capaian sasaran kerja pegawai atau tingkat capaian hasil kerja (output) yang direncanakan dan disepakati antara pejabat penilaian dan PNS yang dinilai sebagai kontrak prestasi kerja. Obyektivitas penilaian prestasi kerja PNS diperlukan parameter penilaian sebagai ukuran dan standar penilaian hasil kerja dari tingkat capaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP). Hasil penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan penetapan keputusan kebijakan pengelolaan karier Pegawai Negeri Sipil, yang berkaitan dengan bidang pekerjaan, pengangkatan dan penempatan, pengembangan dan penghargaan. “SKP ini bobotnya hanya 60% sementara sisanya 40% diambil dari prilaku dan disiplin PNS” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama analis Kepegawaian Sulaiman Jamsuri, S.Ag, M.AP selaku narasumber menyampaikan bahwa prinsipnya dengan diwajibkannya semua PNS untuk membuat Sasaran Kerja Pegawai (SKP) akan berinplikasi pada semakin baik dan obyektifnya pelaksanaan penilaian terhadap pegawai karena setiap pegawai dituntut untuk melakukan perencanaan dan penetapan target diawal tahun untuk selanjutnya kemudian diakhir tahun dilakukan penilaian dan perhitungan terhadap realisasi atas target yang sudah ditetapkan. Dan juga semua PNS diharuskan memiliki pemahaman terhadap bidang pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya (M@).

Kemenag NTB: Siswa MAN Kandai II Berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Dompu  http://ntb.kemenag.go.id/

Dompu_Dalam rangka pembentukan karakter siswa-siswi dan juga sebagai pembelajaran kontekstual di bidang studi Akhlaq dalam sub Akhlaq tercela, sebanyak 40 orang siswa MAN Kandai II Dompu melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Dompu bersama beberapa tenaga pengajar dan Kepala Madrasah MAN Kandai II Drs. H. Hasaruddin. Siswa-siswi dikumpulkan di Aula Lapas Dompu bersama 8 orang warga Binaan Lapas Dompu dan Kepala Lapas Dompu.

Drs. H.Hasaruddin dalam sambutannya menyatakan bahwa maksud diadakannya kunjungan ini, agar siswa memahami dengan baik, norma-norma yang berlaku di negara kita, dalam artian jika norma tersebut baik norma agama, norma hukum, norma susila dilanggar maka akan memiliki konsekwensi yang harus dijalani sebagai suatu punishment bagi yang bersangkutan. Pelanggaran norma-norma itulah yang menjadi bagian dari akhlaq tercela yang harus dihindari.

Sementara itu Bambang Harianto selaku Kepala Lapas Kelas IIB Dompu memberikan apresiasi yang tertinggi atas diadakannya kunjungan siswa-siswi MAN Kandai II Dompu . Bambang Harianto juga memaparkan manfaat kunjungan ini bukan hanya bagi siswa-siswi saja tetapi juga bagi warga binaan Lapas. Bagi warga binaan Lapas, kunjungan ini juga sebagai program asimilasi yaitu sebagai kontak sosial antar warga binaan dengan orang yang berada di luar lapas. Sehingga pada saatnya nanti mereka keluar dari lapas mereka bisa melakukan kontak sosial tanpa ada rasa canggung lagi. Sedangkan untuk siswa-siswi bisa juga menjadi alarm kehidupan , jika melanggar maka mereka akan mendapat lampu merah seperti yang dialami para warga binaan Lapas. Yang menarik lagi, Kepala Lapas Dompu tidak mau jika warga binaannya disebut sebagai orang yang sesat jalan, mereka hanya salah jalan dalam satu tikungan permasalahan. Sehingga diharapkan di lain waktu nanti, mereka para warga binaan mampu dan bisa menjadi tauladan bagi dirinya sendiri maupun orang lain. (ins cancer)

Comments