Skip to main content

Kemenag NTT: 3 (Tiga) Majelis Taklim Dapat Bantuan Uang Tunai

Kemenag NTT: 3 (Tiga) Majelis Taklim Dapat Bantuan Uang Tunai
Kemenag NTT: 3 (Tiga) Majelis Taklim Dapat Bantuan Uang Tunai
Kemenag NTT: Kakanwil : Piagam & Voucher Bentuk Apresiasi Dan Penilaian Untuk Mengukur Kinerja

Kupang (Inmas) – Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, Drs. Eusabius Binsasi mengatakan bahwa penyerahan piagam penghargaan dan voucher kepada satker yang dinilai berprestasi  merupakan wujud apresiasi atas apa yang dicapai sehingga perlu ada penilaian untuk mengukur kinerja.

Hal ini disampaikannya dalam acara pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi Pimpinan Satuan Kerja di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT bertempat di Swiss Belinn Kristal Kupang (Senin, 03/03/2014).

Pada momen Rakor ini, Kakanwil juga memuji kinerja satker sepanjang tahun 2013 yang menurutnya, telah bekerja keras untuk berupaya merealisasikan anggaran hingga selesai sekalipun waktu pelaksanaan anggaran sangat singkat. Karenanya, beliau memberikan apresiasi yang tinggi kepada setiap satker yang telah bekerja keras untuk meraih hasil maksimal.

Menurutnya, buntut penetapan tahun 2013 sebagai tahun kinerja ada manfaatnya, terbukti dapat dilihat dari berbagai pencapaian yang diperoleh setiap satker di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT terutama menyangkut kemampuan penyerapan anggaran. Jw 
KOMKAT Keuskupan Atambua Sosialisasi Kurikulum PAK 2013 Tingkat Dekenat BELUT

Atambua (Inmas) – Bertempat di Balai Nazareth-Paroki Katedral Atambua (Senin, 3-3-2014) Komisi Kateketik Keuskupan Atambua menggelar Sosialisasi Kurikulum PAK  kepada Seluruh Guru Agama Katolik se – Dekenat Belu Utara (BELUT) Keuskupan Atambua.

Sebagai informasi, Dekenat Belu Utara merupakan salah satu dekenat dari 4 (empat) dekenat yang berada di Keuskupan Atambua  dan Dekenat Belut sendiri terdiri dari 17 Paroki.

Rm. Stefanus Boysala, Pr, dalam arahannya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Uskup Atambua, terutama kepada Komisi Kateketik (KOMKAT) yang telah menaruh perhatian besar kepada Katekis/Guru Agama Katolik untuk dibekali informasi dan pengetahuan di dunia pendidikan.

“Perkembangan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) membawa dampak positif bagi pemberdayaaan SDM bagi seorang Katekis/ Guru Agama Katolik. Karena itu, perlu sekali jika seorang Katekis/Guru Agama Katolik membekali diri dengan pelbagai ilmu pengetahuan dan teknologi, terlebih pada  kegiatan hari ini,” kata Romo Deken Belut ini.

Sementara itu, Ketua Komisi Kateketik, Drs. Nikolas Tnano, MM, dalam materinya yang berjudul ‘Filosofi Kurikulum PAK’ menekankan beberapa hal penting tentang analisis kebutuhan dunia pendidikan. Menurutnya, dalam rangka menyambut tantangan global seorang Katekis/Guru Agama Katolik perlu menyiapkan Kompetensi SDM berupa pertama, Kemampuan berkomunikasi. Kedua, Berpikir Jernih, Kreatif dan Inovatif. Ketiga, Mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan. Keempat, Menjadi Warga Negara yang Bertanggungajwab.

Dikatakan, Standar Isi dari Kompetensi Induk (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) diturunkan dari  Standar Kompetensi Lulusan (SKL) melalui kompetensi inti yang bebas mata pelajaran.

“Kompetensi Induk (KI) mencakup 4 (empat) Aspek yakni (1). Religius), (2). Sosial. (3). Pengetahuan, (4) Ketrampilan,” jelas Niko yang juga seorang CALEG Provinsi dari salah satu partai .

Kegiatan ini dihadiri 75 orang Guru Agama Katolik baik yang dari KanKemenag Kab. Belu maupun dari Pemkab Belu. Semoga Bermanfaat.***(deky).

Kemenag NTT: 3 (Tiga) Majelis Taklim Dapat Bantuan Uang Tunai

Atambua (Inmas) -  Bertempat di Aula KUA Kecamatan Tasifeto Barat-Kankemenag Kab .Belu (Senin, 4-3-2014) dilaksanakan pemberian bantuan berupa uang tunai kepada 3 (tiga) Majelis Taklim antara lain Majelis Taklim Sakinah, Majelis Taklim An-Nur dan Majelis Taklim Husnul Khatimah masing-masing sebesar  Rp. 5.000.000.Dalam arahannya, Kepala Seksi Pendidikan dan Bimas Islam, Akrim Moka, A.Ma menegaskan bahwa ini merupakan  implementasi dari Program Pemberdayaan Lembaga Agama dan Keagamaan pada KanKemenag Kab. Belu. Untuk itu diharapkan kepada ke-3 Majelis Taklim ini agar betul-betul merealisasikan programnya masing-masing sesuai kebutuhan organisasi.

“Jangan lupa, setelah menggunakan dana bantuan ini, para pengurus majelis taklim segera melaporkan penggunaan dana tersebut secara tertulis dalam bentuk laporan pertanggungjawaban,” jelas Akrim.

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua BAZNAZ Kabupaten Belu, Haji Untung, S.Ip, menyampaikan terima kasih yang berlimpah Kepada KaKanKemenag Prov.NTT yang telah menaruh perhatian pada program-program yang ditawarkan oleh BAZNAS Kab. Belu khususnya di bidang Pengembangan Usaha Produktif bagi kaum dhuafa.

“Bagi para pengurus Majelis Taklim, pergunakan dana ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang diajukan dalam proposal kalian,” tegas Untung.

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala KUA Tasbar, Abdurahman Mukhtar, S.Ag, Gara Haji dan Umrah, Hasanudin, S.Ag dan Para Ketua Majelis Taklim beserta pengurusnya.***(deky).

Comments