Skip to main content

Kemenag NTT: KaKankemenag Lembata, Raker

Kemenag Nusa Tenggara Timur - NTT
Kemenag Nusa Tenggara Timur - NTT
Kemenag NTT: KaKankemenag Lembata, Raker : Moment Peningkatan Profesionalitas dan Integritas Aparatur Kementerian Agama

Lewoleba (Inmas) – “Rapat Kerja Tahun 2014 dan Evaluasi Kinerja Tahun 2013 adalah momentum bagi segenap aparatur Kementerian Agama guna meningkatkan profesionalitas dan integritasnya menuju aparatur Kementerian Agama yang lebih profesional dan amanah,” demikian kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Lembata Dra. Dorthia Nahak, MH. dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Tahun 2014 dan Evaluasi Kinerja Tahun 2013 lingkup Kantor Kemenag Lembata, Selasa, 25 Februari 2014 bertempat di Aula CIJ Don Bosco Lewoleba.

Dikatakannya, Kantor Kemenag Kab. Lembata mengemban tugas pembangunan di bidang agama yang secara teknis dilaksanakan oleh setiap pejabat dan staf Kemenag Lembata melalui penataan kegiatan internal organisasi secara rutin dan pengembangan jejaring kerja secara eksternal menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

“Terkait pengelolaan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, dalam beberapa tahun terakhir ini telah dilakukan dalam lima langkah antar lain : pertama; Penataan organisasi, kedua; Penataan SDM, ketiga; Penataan Laporan Keuangan, keempat; Penataan Pengadaan Barang dan Jasa, dan kelima; Pemanfaatan Teknologi Informasi guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan program-program di Kementerian Agama,”  imbuh KaKankemenag.

Dalam hal penataan organisasi telah dilaksanakan sejak tahun 2006, tahun 2010 dan tahun 2012 mencakup tiga wilayah yakni penataan organisasi pusat dan daerah, penataan organisasi perguruan tinggi dan Kantor Urusan Agama seluruh indonesia. Penataan organisasi pusat dan daerah tahap kedua pada tahun 2010 melalui PMA nomor 10 tahun 2010 tentang organisasi dan tata kerja Kementerian Agama, aturan ini mencakup penataan ulang eselon III dan IV.

Ini lebih  menajamkan tugas dan fungsi. Sedangkan yang terakhir penataan organisasi dilakukan pada tahun 2012 tentang organisasi dan tata kerja instansi vertikal. Dalam konteks penguatan good governance, Kementerian Agama melakukan penataan SDM melalui empat langkah : Pertama; rekruitmen pegawai baru sesuai kebutuhan, kedua; pemberian sanksi bagi pegawai yang melanggar aturan, ketiga; perbaikan sistem penilaian pegawai, keempat; penguatan Sistem Informasi manajemen Kepegawaian (SIMPEG).

Kementrian Agama merupakan salah satu kementerian yang memiliki jumlah PNS terbanyak. Data tahun 2012 sudah berjumlah 230.766 orang, mereka berkualifikasi pendidikan mulai dari lulusan SD/MI hingga S3.

Sementar itu, pada lingkungan Kankemenag Kab. Lembata sendiri  jumlah guru dan pegawai 154 orang, KUA sebanyak 7 kantor dan 1 KUA sedang diproses strukturnya yaitu Ile Ape Timur. Jumlah Madrasah Ibtidayah 20, Negeri 1 dan Swasta 19, RA : 19, MTS : 4, Negeri 2, Swasta 2, Aliyah : 2, Negeri 1, Swasta 1, sedangkan Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam terdiri dari Pondok Pesantren : 2, Diniyah : 5, dan TPK : 37 buah.

“Memperhatikan statistik ini dan cakupan wilayah pelayanan yang lumayan besar ini maka upaya untuk peningkatan profesionalitas dan integritas adalah hal yang mutlak perlu. Untuk itu, kegiatan Rapat Kerja kali ini hendaklah dimanfaatkan semaksimal mungkin guna mengevaluasi kinerja kita pada tahun yang lalu serta membangun langkah-langkah strategis dan konkrit dalam pelaksanaan pelayanan pembangunan bidang agama di daerah ini demi mewujudkan masyarakat Lembata yang taat beragama, rukun, cerdas dan sejahtera lahir batin sesuai visi dasar pembangunan bidang agama di Kabupaten Lembata ini,” tandas Dra. Dorthia Nahak, MH. mengakhiri sambutannya. ****(dJo)

Kemenag Nusa Tenggara Timur - NTTKemenag NTT: Kakankemenag Ronda Siap Hadir Dalam Rakerwil DPA GBI Rote Ndao

Ba’a (Inmas) – Kepala Kantor Kemenag Rote Ndao, Mikael Pah, S.IP menyatakan kesiapan dirinya untuk mengikuti pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Departemen Pemuda dan Anak (DPA) GBI Rote Ndao yang akan digelar jumat besok (28/02/2014) di GBI Bukit Moria Lelain, Ba’a.

“ Saya siap entah sebagai undangan ataupun sebagai pemateri jika diminta”, kata Mikael Pah pada hari kamis (27/02/2014) pagi.

Mikael Pah mengatakan bahwa sebagai Kepala Kantor kemenag Rote Ndao, lembaga agama manapun yang ada di wilayah Rote Ndao jika menggelar kegiatan dalam bentuk apapun dan memberikan undangan kepada Kantor Kemenag Rote Ndao maka sebagai pimpinan sudah menjadi kewajibannya untuk menghadiri undangan tersebut. Dan jika dirinya berhalangan maka ia akan mendisposisikan pejabat dibawahnya untuk hadir mewakili pimpinan.

“ Ini sebagai bentuk komitmen kita untuk selalu bekerjasama dengan lembaga dan pimpinan agama”, tandas Mikael Pah.

Sebelumnya, Mikael Pah juga berkenan hadir bahkan menjadi pemateri pada kegiatan Sidang Majelis GMIT Klasis Wilayah Rote Tengah di gereja Imanuel Mok, Rote Selatan pada kamis pekan lalu. (**bbp)

Kemenag Nusa Tenggara Timur - NTTKemenag NTT: Kalah dan Menag Bukanlah Tujuan

MIN Kamalaputi (Inmas) – Grup qasidah MIN Kamalaputi siap tampil terbaik untuk meriahkan acara pembukaan MTQ tingkat kabupaten Sumba Timur, yang menurut rencana akan dibuka oleh Bupati,  Jum’at, 28/2/2014  malam pukul. 20.00 di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi.

“Kalah dan menang bukanlah suatu tujuan, yang penting saling kenal mengenal antara satu dengan yang lain.” Demikian salah satu bait lagu yang didendangkan oleh grup qasidah MIN Kamalaputi.

Pelatih qasidah, Mardiana Radjah, S.Pd.SD menjelaskan,  bait lagu seperti demikian menjadi pilihan pada moment ini karena maknanya dapat dipahami bahwa tujuan perlombaan MTQ bukan untuk meraih kemenangan, apalagi membaca Al-Qur’an merupakan ibadah, akan tetapi tujuannya antara lain;  untuk saling kenal mengenal antara satu kafilah dengan kafilah yang lain.

Tampil terbaik dengan bacaan yang indah dan  benar sesuai dengan tajwid, makhraj dan hukum bacaan yang lain.Menurutnya, pesan materi qasidah tersebut bisa merubah paradigma orang  bahwa tujuan ikut MTQ ingin mengejar juara. Paradigma keliru seperti demikian terkadang membuat orang ambisi berlebihan, mengakibatkan substansi penyelenggaraan MTQ kemudian menjadi kabur.

Irama lagu qasidah dengan musik sederhana seperti  rebana, melibatkan siswa/siswi 8 orang yakni 4 laki-laki dan 4 perempuan. Berbusana muslim/muslimah.

Tentang jadwal latihan grup qasidah, ia menuturkan,  latihan sejak satu bulan lalu,  dengan menampilkan 3 buah lagu. Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh panitia pelaksana, 1 lagu akan diisi pada acara pembukaan, 1 lagu malam  kedua dan 1 lagu pada hari terakhir.“Dengan latihan qasidah ini, siswa dapat terdidik dengan kebiasaan disiplin dan tanggungjawab. Ini merupakan pendidikan karakter bagi siswa, perlu dipertahankan,” tuturnya.(AA)

Comments