Sumatera Barat: Kemenag Wujudkan GEMMARI
Pasaman-PAB. Mungkin saat ini jika kita melintas acap didengar disetiap rumah pada waktu maghrib adalah lantunan musik yang keras ataupun dipantau masyarakat lebih berminat menonton sinetron ditelevisi dibanding untuk membaca Al quran usai melaksanakan ibadah shalat.
Sedih dan resah jika ini terus berlangsung diranah minang yang kental dengan prinsip adat bersandi syarak dan syarak bersandi kitabullah. Berangkat dari kenyataan inilah Kementerian Agama sebuah lembaga yang konsen menggerakkan kegiatan keagamaan menelurkan program Gerakan masyarakat maghrib mengaji yang disingkat Gemmari.
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman bersama Pemerintah Daerah sejauh ini masih pro aktif menghidupkan nilai-nilai keagamaan ke tengah-tengah kehidupan masyarakatnya. Seperti halnya program gemmari, Kemenag dan pemda bergandengan tangan merealisasikannya dan terbukti dengan terpilihnya jorong Padang Sarai Nagari Aia Manggih Kecamatan Lubuk Sikaping sebagai pemenang harapan satu desa binaan gemmari tingkat provinsi Sumatera Barat pada tahun ini.
Sumatera Barat: Kemenag Wujudkan GEMMARI
Kepada PAB Kepala seksi Bimas Islam Sulpan Amri, S.Ag baru-baru ini (8/4) di ruang kerjanya menyampaikan informasi tersebut dan menambahkan hasil itu tidak terlepas dari kerjasama Kemenag dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program pembumian Al quran tersebut.
Di bawah pimpinan Drs. H.Marjanis, M.Pd Kemenag menerapkan program desa binaan gemmari dengan mengerahkan Kepala KUA kecamatan dan penyuluh agama. Upaya pembinaan tersebut mendapat respon positif dari Bupati Pasaman H.Benny Utama, SH, MM. Bersama pemda menerapkan pembinaan keseluruh nagari atau desa di ranah saiyo ini dan saat ini ada tiga nagari yang menjadi pilot project selain Padang Sarai yakni jorongTanjung Betung Kecamatan Rao Selatan dan jorong Padang Mentinggi Kecamatan Rao, jelas Sulpan.
Lebih lanjut dikatakannya, geliat program gemmari di ranah Pasaman ini dikuatkan juga dengan dilahirkannya peraturan nagari tentang pelarangan membuka televisi dan warung pada waktu maghrib dan ini telah diterapkan oleh jorong Padang Sarai, melalui ninik mamak dihimbau agar masyarakat mencintai Al quran dengan senantiasa melantunkan ayat-ayatnya pada saat maghrib tiba.
“Gemmari selaras dengan perda nomor 21 tahun 2003 tentang pandai baca tulis Al quran”, ucap Sulpan.
Kasi Bimas kembali menguraikan bahwa Gemmari merupakan program unggulan Kemenag yang memiliki manfaat besar bagi ummat. Lembaga agama di ranah Pasaman ini berupaya keras mewujudkan program tersebut baik melalui KUA yang dipercaya diwilayah kecamatan telah aktif melakukan berbagai kegiatan pembinaan semisal melalui pembinaan BP4 perkawinan. Begitu pula diperankannya penyuluh agama fungsional dan honorer untuk menjalankan program yang bertujuan menjadikan ummat mencintai dan membiasakan diri membaca Al quran sehingga akhirnya akan berdampak kepada kemajuan daerah.
Terlaksananya program ini kedepan diharapkan diseluruh mesjid, surau, mushalla dan rumah penduduk dipenjuru kampung yang hanya terdengar lantunan kalam Ilahi bukan terdengar musik-musik. Masyarakat Pasaman terutama generasi muda diharapkan hidup dalam kedamaian dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, harapnya.(ys-481)/MS Sumatera Barat: Kemenag Wujudkan GEMMARI
Pasaman-PAB. Mungkin saat ini jika kita melintas acap didengar disetiap rumah pada waktu maghrib adalah lantunan musik yang keras ataupun dipantau masyarakat lebih berminat menonton sinetron ditelevisi dibanding untuk membaca Al quran usai melaksanakan ibadah shalat.
Sedih dan resah jika ini terus berlangsung diranah minang yang kental dengan prinsip adat bersandi syarak dan syarak bersandi kitabullah. Berangkat dari kenyataan inilah Kementerian Agama sebuah lembaga yang konsen menggerakkan kegiatan keagamaan menelurkan program Gerakan masyarakat maghrib mengaji yang disingkat Gemmari.
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman bersama Pemerintah Daerah sejauh ini masih pro aktif menghidupkan nilai-nilai keagamaan ke tengah-tengah kehidupan masyarakatnya. Seperti halnya program gemmari, Kemenag dan pemda bergandengan tangan merealisasikannya dan terbukti dengan terpilihnya jorong Padang Sarai Nagari Aia Manggih Kecamatan Lubuk Sikaping sebagai pemenang harapan satu desa binaan gemmari tingkat provinsi Sumatera Barat pada tahun ini.
Sumatera Barat: Kemenag Wujudkan GEMMARI
Kepada PAB Kepala seksi Bimas Islam Sulpan Amri, S.Ag baru-baru ini (8/4) di ruang kerjanya menyampaikan informasi tersebut dan menambahkan hasil itu tidak terlepas dari kerjasama Kemenag dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program pembumian Al quran tersebut.
Di bawah pimpinan Drs. H.Marjanis, M.Pd Kemenag menerapkan program desa binaan gemmari dengan mengerahkan Kepala KUA kecamatan dan penyuluh agama. Upaya pembinaan tersebut mendapat respon positif dari Bupati Pasaman H.Benny Utama, SH, MM. Bersama pemda menerapkan pembinaan keseluruh nagari atau desa di ranah saiyo ini dan saat ini ada tiga nagari yang menjadi pilot project selain Padang Sarai yakni jorongTanjung Betung Kecamatan Rao Selatan dan jorong Padang Mentinggi Kecamatan Rao, jelas Sulpan.
Lebih lanjut dikatakannya, geliat program gemmari di ranah Pasaman ini dikuatkan juga dengan dilahirkannya peraturan nagari tentang pelarangan membuka televisi dan warung pada waktu maghrib dan ini telah diterapkan oleh jorong Padang Sarai, melalui ninik mamak dihimbau agar masyarakat mencintai Al quran dengan senantiasa melantunkan ayat-ayatnya pada saat maghrib tiba.
“Gemmari selaras dengan perda nomor 21 tahun 2003 tentang pandai baca tulis Al quran”, ucap Sulpan.
Kasi Bimas kembali menguraikan bahwa Gemmari merupakan program unggulan Kemenag yang memiliki manfaat besar bagi ummat. Lembaga agama di ranah Pasaman ini berupaya keras mewujudkan program tersebut baik melalui KUA yang dipercaya diwilayah kecamatan telah aktif melakukan berbagai kegiatan pembinaan semisal melalui pembinaan BP4 perkawinan. Begitu pula diperankannya penyuluh agama fungsional dan honorer untuk menjalankan program yang bertujuan menjadikan ummat mencintai dan membiasakan diri membaca Al quran sehingga akhirnya akan berdampak kepada kemajuan daerah.
Terlaksananya program ini kedepan diharapkan diseluruh mesjid, surau, mushalla dan rumah penduduk dipenjuru kampung yang hanya terdengar lantunan kalam Ilahi bukan terdengar musik-musik. Masyarakat Pasaman terutama generasi muda diharapkan hidup dalam kedamaian dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, harapnya.(ys-481)/MS Sumatera Barat: Kemenag Wujudkan GEMMARI
Comments
Post a Comment