Skip to main content

Sambut Ramadhan 1435 H Kemenag Karimun Beri Bimbingan Pada Imam, Khatib dan Muballigh.

Kemenag Kab. Karimun - Sambut Ramadhan 1435 H Kemenag Kab. Karimun melalui seksi Bimbingan Masyarakat Islam beri bimbingan pada Imam, Khatib dan Muballigh. Kegiatan yang dilaksanakan kamis (26/6/2014) lalu di Gedung Nasional Karimun itu diikuti sebanyak 70 peserta. Peserta merupakan utusan Imam dan Muballigh dari masjid-masjid yang ada di Kecamatan se-Kabupaten Karimun.

Kegiatan yang berlangsung 1 hari tersebut dibuka langsung oleh Plh. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karimun Drs. H. Jamzuri. Turut hadir dalam pembukaan Kasi Bimas Islam Drs. Kholif Ihda Rifai dan Ka. KUA Kecamatan. Sebagai nara sumber utama dalam kegiatan ini adalah Imam Masjid Agung Kabupaten Karimun H. Abdul Wahab Sinambela

Dalam sambutannya Drs. H. Jamzuri menyampaikan agar Imam, Khatib dan Muballigh dapat meningkatkan kualitas mereka dalam melaksanakan tugas. "Kepada para Imam agar dapat meningkatkan bacaan Al-Qurannya, karena dengan bacaan yang baik menjadi salah satu faktor makmum akan khusuk melaksanakan shalat, dan saya ingatkan pula kepada para Imam Masjid agar tidak membaca ayat-ayat yang panjang-panjang, karena kita juga perlu mempertimbangkan makmum yang dibelakang kita, mungkin ada orang tua atau orang yang sedang sakit yang tidak bisa berdiri terlalu lama. Begitu pula halnya dengan para Khatib dan Muballigh dalam menyampaikan Khutbah pada hari jumat dan Muballigh yang akan menyampaikan Santapan Rohani Ramadhan tidak terlalu panjang dalam ceramahnya, yang terpenting syarat dan rukun terpenuhi dan intisari dari ceramah tersampaikan kepada jamaah."

"Saya juga berpesan kepada para Imam, Khatib dan Muballigh, agar selama bulan Ramadhan 1435 H ini untuk tetap menjaga situasi dan kondisi yang kondusif di Kabupaten Karimun. Jangan membahas masalah ikhtilaf atau khilafiyah terkait pelaksanaan awal  puasa atau jumlah rakaat shalat tarawih." pesan H. Jamzuri.

Sebagaimana diketahui bahwa Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan awal Ramadlan 1435H/2014M jatuh pada hari Minggu (29/06). Namun demikian, Menag Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa Pemerintah memberikan keleluasaan bagi umat Islam yang ingin mengawali puasa Ramadlan berbeda dengan ketetapan Pemerintah.“Pemerintah memberikan keleluasaan bagi warga negaranya yang beragama Islam yang ingin mengawali puasa Ramadlan-nya tidak sama dengan apa yang ditetapkan Pemerintah,” tegas Menag dalam jumpa pers usai sidang itsbat awal Ramadlan 1435H di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (27/06)

Comments