Skip to main content

Endang Sutisnowati, MM : Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Kurikulum 2013

Peserta Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru PAI Tingkat SD, Senin (27/4) Saat Melakukan Simulasi
Kabupaten Karimun - Pada kurikulum 2013 menekankan pada demensi pedagogik modern dalam pembelajaran yaitu, menggunakan pendekatan ilmiah (scienfitic approach). Pendekatan ilmiah (scienfitic approach) dalam pembelajaran sebagaimana yang dimaksud meliputi ; mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jaringan untuk semua mata pelajaran. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Endang Sutisnowati, MM dari Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan Dan Keagamaan Kementerian Agama RI pada acara kegiatan Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru PAI Tingkat SD, Senin (27/4) di Gedung Pertemuan Guru Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun.

Endang Sutisnowati, MM menjelaskan bahwa dalam fokus orientasi pendekatan pembelajaran terbagi kedalam dua bagian yakni: 1) pembelajaran berorientasi pada siswa (student centered approach) berarti fokus yang menjadi pusat pembelajaran terdapat pada siswanya, siswa yang dituntut untuk active dalam pembelajaran guru hanya sebagai fasilitator yang memfasilitasi dan mendampingi siswanya. 2) pembelajaran berorientasi pada guru (teacher centered approach) yakni pembelajaran berpusat pada guru, guru memunyai peranan yang sangat penting, guru menjadi sumber informasi dan guru yang menentukan apa saja yang harus dikuasai siswa.

 “Namun Pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah (scienfitic approach). ini lebih efektif hasilnya dibandingkan dengan pembelajaran tradisional.” tegas Endang Sutisnowati, MM.

“Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru.” Tambah Endang Sutisnowati, MM.

Masih menurut Endang Sutisnowati, MM Pendekatan Saintifik memiliki karakteristik dan prinsip yakni: 1). berpusat pada siswa. 2). melibatkan keterampilan proses sains dalam mengonstruksi konsep, hukum atau prinsip. 3). melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelek, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Dan 4).  dapat mengembangkan karakter siswa.

“Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Pendekatan saintifik dapat menggunakan beberapa strategi seperti pembelajaran kontekstual. Pemilihan pendekatan   saintifik menggunakan model-model pembelajaran   discovery learning, project-based learning, dan problem-based learning yang disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan.” Lanjutnya.

Berikut ini lima tahapan dalam pembelajaran saintifik berdasarkan penjelasan Endang Sutisnowati, MM:
  1. Observing (mengamati) adalah Kegiatan mengamati bertujuan agar pembelajaran berkaitan erat dengan konteks situasi nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Proses mengamati fakta atau fenomena mencakup kegiatan membaca, mendengar, menyimak , melihat (dengan atau tanpa alat)
  2. Questioning (menanya) adalah Kegiatan menanya dilakukan sebagai salah satu proses membangun pengetahuan peserta didik dalam bentuk konsep, prinsip, prosedur, hukum dan teori, hingga berpikir metakognitif. Tujuannnya agar peserta didik berpikir secara kritis, logis, dan sistematis. Proses menanya dilakukan melalui kegiatan Kegiatan Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati, Mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati Pertanyaan dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik Memungkinkan mempertanya kan status quo dan mempertimbangkan kemungkinan baru Perlu atmosfir  yang  mendukung siswa bertanya
  3. Exploring/Experiment adalah Kegiatan mengumpukan informasi/mencobadalam pembelajaran bahasa dilakukan untuk melatih kemampuan berbahasa peserta didik melalui kegiatan simulasi, bermain peran dan kegiatan lain yang terstruktur.Kegiatan mengumpukan informasi/mencoba dilakukan dengan mengeksplorasi, mencoba, berdiskusi, mendemonstrasikan, meniru bentuk/gerak, melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengumpulkan data dari nara sumber melalui angket, wawancara, dan memodifikasi/ menambahi/mengembangkan. 
  4. Associating (menalar) adalah mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/ eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan  mengumpulkan informasi. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber  yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan.
  5. Mengkomunikasikan (menyajikan) adalah Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya
“Jadi, seorang guru hendaknya menyadari betul peranannya sangat penting dalam memfasilitasi siswa agar pembelajaran aktif,inovatif,kreatif, dan menyenangkan. Untuk itu perlu perubahan paradigma berpikir  guru tentang   pentingnya menerapkan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.” Pungkasnya.

Comments