Skip to main content

Ustadz Wibowo: Keseimbangan hablumminallah dan hablumminannas

Ustadz Wibowo saat menyampaikan ceramah pada acara Halal bi Halal pegawai Kantor Kemenag Kabupaten Karimun, Kamis (23/7/2015)
Karimun (Humas) - Ustadz Wibowo salah satu pegawai di seksi Pendidikan Islam  diminta untuk menyampaikan ceramah pada acara Halal bi Halal pegwai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, Kamis (23/7/2015).

Tampak hadir dalam acara Halal bi Halal ini Ka. Kankemenag Kabupaten Karimun Drs. H. Afrizal, Kasubbag TU Drs. H. Jamzuri, Kepala Seksi dan Penyelenggara serta keluarga pegawai Kantor Kemenag Kabupaten Karimun.

Dalam ceramahnya Ustadz Wibowo menyampaikan bahwa acara Halal bi Halal ini sangat penting karena untuk meningkatkan tali silaturrahmi antar pegawai dan keluarga pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun.

"Karena kesempurnaan agama ini ada dalam dua hal, yakni hamblumminallahnya terjalin dan hablumminnasnya juga harus terjalin dengan sebaik-baiknya." ungkap Wibowo.

Semua ibadah, jelas Wibowo yang diperintah oleh Allah SWT mengandung nilai-nilai hablumminallah dan hablumminannas ini bisa dilihat dari ibadah shalat, puasa, haji, zakat dan lainnya.

"Sebagai contoh dalam ibadah puasa meski merupakan ibadah yang dikerjakan karena hamblumminallah tapi juga mengandung nilai hablumminannas, dimana puasa mendidik kaum muslimin untuk tidak berburuk sangka, mendidik umat Islam untuk lebih berempati kepada orang-orang miskin yang selalu menahan lapar dan haus." jelasnya.

"Setiap orang yang berpuasa pasti mengalami rasa lapar dan dahaga. Dengan mengalami sendiri bagaimana rasanya lapar dan dahaga sewaktu berpuasa itu, maka orang-orang, katakanlah, dari kalangan kaya bisa merasakan langsung derita lapar dan dahaga sebagaimana yang dialami oleh golongan fakir-miskin dalam hidup keseharian mereka." lanjutnya. 

Nilai yang diajarkan puasa ini, harap Wibowo dapat menimbulkan rasa belas kasihan dan sifat penyantun orang yang mampu kepada mereka yang tidak mampu. Sehingga mereka secara sukarela mau mengulurkan tangan, memberikan pertolongan dan bantuan baik secara material maupun non-material kepada mereka yang membutuhkan baik berupa infaq, sedekah dan zakat.

Dalam akhir ceramahnya Wibowo menegaskan pentingnya untuk saling memaafkan karena Allah SWT saja Maha Pemaaf dan Maha Pengampun sebagaimana firman Allah SWT; "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang”. (QS An-Nuur :22)"

"Dalam firman Allah SWT lainnya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” – (QS. Al-Imran: 133-134)."

Comments