Skip to main content

H. Afrizal Khutbah Idul Adha 1436 H di Kundur

Karimun (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun H. Afrizal menjadi khatib pada pelaksanaan shalat Idul Adha 1436 H yang berlangsung di lapangan Sepak Bola Gelora Tanjungbatu Kota Kecamatan Kundur, Kamis (24/9/2015).

Suasana pelaksanaan shalat Idul Adha 1436 H di Kundur dalam keadaan kabut asap, tampak sejumlah jamaah shalat yang harus menggunakan masker.

Adapun petugas shalat Idul Adha 1436 H di lapangan Sepak Bola Gelora Tanjungbatu ini bertindak sebagai imam adalah Imam Besar Masjid Nurussalam Ustadz Abdul Rozak Nasution Al-Hafidz dan sebagai khatib adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun H. Afrizal dengan mengangkat judul Esensi Ibadah Haji dan Qurban.

Dalam khutbahnya ia menyampaikan bahwa Perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji itu penuh tatangan dan rintangan, akan tetapi dari tahun ke tahun orang yang mendaftar untuk berhaji terus meningkat.
“Sudah menjadi antrian yang panjang, bahkan untuk Kabupaten Karimun telah penuh sampai tahun 2029 dan beberapa provinsi yang lain sampai tahun 2049 telah terisi.”

Hal ini jelasnya tidak lain membuktikan ketaatan dan kecintaan mereka kepada yang Maha Kaya dan Maha Pencipta dan hanya semata-mata  memenuhi panggilan Allah, mereka menyadari apapun yang diperoleh dari perjuangan hidup di muka bumi ini adalah milik Allah, kesehatan itu anugerah dari Allah, harta itu kepunyaan Allah, jabatan adalah amanah Allah dan semua yang ada pada kita adalah milik Allah, oleh karena itu, semuanya harus digunakan untuk berbakti kepada Allah. 

“Napak tilas yang kedua dari perjalanan hidup Ibrahim AS di bulan Zulhijjah ini adalah pelaksanaan ibadah qurban.” Tambahnya.

H. Afrizal menyampaikan ada 3 esenis dari pelaksanaan ibadah qurban dengan merujuk kepada pendapat Mutawalli As-Syarawi 

“Esensi Ibadah Qurban yang pertama, dilaksanakan karena ketaqwaan. Dihadapan Allah, bukanlah melihat darah dan daging kurban, tetapi yang Allah lihat adalah ketaqwaan yang ada pada hati setiap manusia yang berqurban. 

Esensi kedua dari Ibadah Qurban lanjutnya adalah Menggelorakan Rasa cinta yang sejati.

“Pada dasarnya setiap kita berperan sebagai Ibrahim yang memiliki Ismail, Ismail yang kita miliki dapat berujud anak, berujud isteri yang cantik, harta benda yang banyak, jabaran dan kedudukan yang tinggi, pendeknya segala yang kita cintai dan kita dambakan. Namun semua yang kita miliki itu terkadang dan bahkan tidak sedikit membuat kita terlena, lalai dan terbuai sehingga melupakan Allah SWT.” Katanya.

Oleh karena itu H. Afrizal meminta berperanlah sebagaimana Nabi Ibrahim sehingga dapat menaklukkan kecintaan kita yang berlebihan terhadap perhiasan dunia, idul qurban adalah momentum penyadaran akan cinta sejati hanya kepada Allah, janganlah kita berpaling dari Allah untuk hal-hal yang  pada hakikatnya bersifat semu dan tidak Abadi. 

“Dan terakhir dari esensi ibadah Qurban yang kita laksanakan adalah Semangat Menegakkan Pendidikan.” Ungkapnya. 


Comments