Skip to main content

H. Jamzuri: Manajemen Pendidikan Ulama


Karimun (Humas) - Komisi Tarbiyah dan Pendidikan MUI Kabupaten Karimun, Sabtu-Minggu (14-15/11/2015) lalu melaksanakan kegiatan  'Pembinaan dan Pengenalan MUI Bagi Generasi Muda se-Pulau Karimun' di Aula Kemenag Kabupaten Karimun. Kegiatan dibuka oleh Bupati Karimun yang diwakili oleh Asisten III, Dr. Syamsuardi, MM.

H. Jamzuri sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa ”kebenaran yang tidak terorganisir dengan rapi akan dihancurkan oleh kebathilan yang tersusun rapi”.

“Sesungguhnya Rasulullah SAW Bersabda: Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia Dan Maha Tinggi Menyukai Bila Salahseorang Diantara Kalian Melakukan Pekerjaan Dengan Itqan (Rapi, Teratur Dan Bagus ) - HR Baihaqi “ ungkap H. Jamzuri memulai dengan mengutip sebuah hadits.

H. Jamzuri menjelaskan arti manajemen  secara bahasa adalah pengelolaan, ketata laksanaan, atau tata pimpinan. Adapun secara istilah proses pemanfaatan semua sumber daya melalui bantuan orang lain dan bekerjasama dengannya agar tujuan bersama bisa dicapai secara efektif, efesien dan produktif.

Sementara pendidikan ulama dipahami sebagai proses internalisasi nilai-nilai Islam kepada peserta didik (kader ulama) sebagai bekal untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan  di dunia dan di akhirat.

“Jadi dari uraian manajemen dan pendidikan ulama tersebut maka pengertian dari Manajemen Pendidikan Ulama adalah sebuah proses pemanfaatan semua sumber daya yang dimiliki umat islam, lembaga pendidikan atau lainnya baik perangkat keras maupun lunak.” Jelasnya.

“Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan orang lain secara efektif, efisien, dan produktif untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat.” Jelasnya lagi.

Ia juga menjelasakan tentang fungsi-fungsi yang harus ada dalam Manajemen yakni; Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan Pengawasan .

“Perencanaan adalah proses perdana ketika hendak melakukan pekerjaan baik dalam bentuk pemikiran maupun kerangka kerja agar tujuan yang hendak dicapai mendapatkan hasil yang optimal.” Terangnya.

Agar perencanaan berhasil, masih menurut H. Jamzuri maka diperlukan ketelitian dan kejelasan dalam membentuk tujuan, ketepatan waktu dengan tujuan yang hendak dicapai, keterkaitan antara fase-fase operasional  rencana dengan penanggung jawab operasional, agar mereka mengetahui fase-fase tersebut dengan tujuan yang hendak dicapai.

“Perhatian terhadap aspek-aspek amaliah ditinjau dari sisi penerimaan masyarakat, mempertimbangkan perencanaan, kesesuaian perencanaan dengan tim yang bertanggung jawab terhadap operasionalnya atau dengan mitra kerjanya, kemungkinan-kemungkinan yang bisa dicapai, dan kesiapan perencanaan melakukan evaluasi secara terus menerus dalam merealisasikan tujuan. kemampuan organisatoris penanggung jawab operasional.” Terangnya lagi.

Sementara unsur-unsur perencanaan terdiri dari penentuan prioritas, penetapan tujuan, formulasi prosedur dan penyerahan tanggung jawab.

“Adapun pengorganisasian adalah proses penentuan struktur, aktivitas, interkasi, koordinasi, desain struktur, wewenang, tugas secara transparan, dan jelas. dalam lembaga pendidikan islam, baik yang bersifat individual, kelompok, maupun kelembagaan.” Lanjut H. Jamzuri.

“Agar pengorganisasian berhasil maka perlu diperhatikan sasaran, volume pekerjaan, jenis pekerjaan, aset yang diperlukan untuk keberhasilan organisai, konsolidasi, pembagian pekerjaan.” Tambahnya lagi.

Selanjutnya H. Jamzuri menjelaskan tentang pengarahan dalam sebuahd manajemen yakni merupakan sebuah proses memberikan bimbingan kepada kader ulama sehingga mereka menjadi kader ulama yang berpengetahuan dan akan bekerja efektif menuju sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. 

“Komponen pengarahan yang perlu diperhatikan adalah pengarah, yang diberi pengarahan, isi pengarahan, metode pengarahan, agar pengarahan berhasil, sifat yang dimiliki pengarah, keteladanan, konsistensi, keterbukaan, kelembutan, kebijakan, yang menerima pengarahan, memiliki etos kerja yang tinggi, bekerja adalah ibadah (lillah, fillah, dan mardlatillah.” Katanya.

“Isi pengarahan harus bertahap dan tidak memberatkan, harus sesuai kemampuan,” tambahnya lagi.
Dan yang terakhir H. Jamzuri menjelaskan tentang pentingnya pengawasan dalam sebuah manajemen karena pengawasan ini adalah bagian penting dari sebuah manajemen organisasi, karena pengawasan adalah suatu upaya pengamatan pelaksanaan kegiatan operasional guna menjamin bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. 

“Tiga makna yang terkandung dalam pengawasan yakni penjagaan, menjaga potensi, harta, dan waktu agar tidak mubazir.” pungkasnya.

Comments