Skip to main content

Ketua IBI Karimun Hj.YELI, AMKEB.SE. : Pentingnya Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi

Karimun (Humas) - Ketua Ikatan Bidan Indonesia Kab. Karimun, Hj. Yeli, AMKEB.SE menegaskan bahwa setiap calon pengantian harus benar-benar mengetahui tentang Kesehatan Reproduksi sebagai bekal dalam kehidupan berumah tangga nantinya. Hal itu disampaikannya saat menyampaikan materi tentang Kesehatan Reproduksi dihadapan 21 peserta Kursus Pra Nikah yang dilaksanakan oleh Badan Penasehat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kabupaten Karimun, Rabu (11/11/2015).

“Definisi Kesehatan Reproduksi adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya. Sehingga memungkinkan setiap orang hidup produktif secara biologis, sosial, dan ekonomis. “ ungkapnya memulai. 

Ia menjelaskan tentang siklus kehidupan wanita yang dimulai dari bayi dimana pada masa bayi inilah perkembangan otak, pertumbuhan fisik dan perkembangan fisik bayi. Masa anak-anak perempuan adalah masa pertumbuhan fisik dan perkembangan fisik. Masa remaja putri adalah pertumbuhan sek premier dan skunder, menstruasi, hormon estrogen lebih dominan, perubahan emosional dan perkembangan biosikososial.

“Kemudian memasuki masa Pernikahan dan Hamil, dimasa ini adalah masa pembesaran rahim, perkembangan payudara, pertumbuhan janin, pertumbuhan plasenta, perkembangan janin, perkembangan plasenta, pertumbuhan sel darah merah fetus, kebutuhan Fe meningkat setelah bulan ke tiga kehamilan, basal metabolic rate meningkat sesudah bulan ke empat kehamilan.” Terangnya.

Selanjutnya adalah masa melahirkan dimana perlu persiapan fisik dan mental, kebutuhan nutrisi meningkat karena kebutuhan energi meningkat. Dan berikutnya adalah masa memiliki anak dan menyusui, dimasa inilah wanita memproduksi ASI dan kebutuhan makan meningkat. Dan terakhir adalah masa Interval dimana ini merupakan masa-masa pemulihan organ-organ reproduksi, persiapan untuk kehamilan selanjutnya dan upaya penjarangan kehamilan.

“Masa reproduksi sehat wanita adalah usia 20 – 35 tahun karena di usia inilah kehamilan dan persalinan aman, sedangkan usia diatas 40 tahun maka hamil dan persalinan akan memiliki resiko tinggi,” pesannya.

Ia juga menjelaskan tentang ciri-ciri kehamilan, yakni tidak haid, timbulnya rasa mual dan muntah, payudara membesar, pembesaran rahim, pembesaran perut, keinginan buang air kecil, warna kulit sekitar putting payudara bertambah gelap, muncul garis gelap dari pusar ke kemaluan, tanda regangan kulit pada perut dan bagian lain dari tubuh wanita.

Comments