Skip to main content

Potensi Harmonis dan Disharmonis Umat Beragama

Karimun (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten, Senin (16/11/2015) menggelar kegiatan Pembinaan Umat Beragama dalam rangka mewujudkan Wawasan Multi Kultural bertempat di aula Kantor Kemenag Kabupaten Karimun .

Ka. Subbag TU Kankemenag Kabupaten Karimun , Drs. H. Jamzuri  dalam pemaparannya materinya menjelaskan tentang Potensi Harmonis dan Disharmonis Kerukunan Umat Beragama (KUB).

“Potensi  KUB  yang harmonis, pertama; semua agama ingin mensejahterakan para pemeluknya, persamaan ini memungkinkan kerjasama dalam melakukan kegiatan-kegiatan sosial dalam rangka penanggulangan kemiskinan, kebodohan dan lainnya. Kedua,  agama-agama di Indonesia  bersedia mengembangkan wawasan keagamaan dan mau menerima dan menghargai golongan agama-agama lain dan hidup berdampingan secara damai, dan ketiga, hubungan kekerabatan masyarakat Indonesia dapat meredam pertentangan antara agama yang berbeda.” Ungkapnya.

Keempat, lanjut H. Jamzuri masyarakat secara tradisional ada kebiasaan-kebiasaan dan pranata sosial yang melembaga dan fungsional untuk memelihara ketertiban serta kerukunan masyarakat sekalipun berbeda agama. Kelima, adanya dialog dan forum komunikasi antar umat beragama. Keenam, wawasan keberagaman (wawasan multikultural) makin meingkat dan ketujuh berbagai kemudahan bagi pemeluk agama untuk  agamanya dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan faktor  disharmonisasi  KUB, H. Jamzuri menjelasakan ada banyak faktor. Pertama Faktor Endogen, seperti; (1) Fanatisme agama ,pemahaman agama  rendah , semua masalah kehidupan diatur oleh agama secara tektual, penolakan berinteraksi dengan pemeluk agama lain, (2) Formalisme agama, aspek simbolis dari ritual dan budaya agama dianggap lebih penting dari makna substantifnya, sehingga agama sebagai pembawa kedamaian  bagi umat manusia  kehilangan ruhnya ketika  berhadapan dengan adat dan budaya yang berbeda, (3) Aliran sempalan, kegiatan aliran sempalan  yang dilakukan baik perorangn maupun kelompok atas dasar keyakinan terhadap agama tertentu secara menyimpang  menimbulkan keresahan dalam kehidupan umat beragama.

“Faktor kedua adalah Faktor Eksogen, mulai dari (1) Isu global seperti melahirkan dua kutub yang saling bertolak belakang, munculnya sentimen keagamaan  diluar sana  akan mendorong lahirnya sentimen keagamaan seruapa di Indonesia, (2) Ketimpangan ekonomi dan ketidak adilan politik seperti ketimpangan ekonomi dan ketidak adilan politik baik yang horisontal atau vertikal  antar kelompok  masyarakat beragama menjadi penyebab munculnya konflik, (3) Gangguan kepentingan seperti kepentingan kelompok agama tertentu yang merasa terganggu oleh kelompok lain dalam hal kelangsungan hidup, ekonomi, status dan peran,serta idiologi mereka yang terancam.” Ungkapnya.

Ketiga, masih menurut H. Jamzuri, Faktor Relasional seperti terganggunya relasi atau hubungan kedua belah pihak atau lebih yang disebabkan oleh masalah  keagamaan seperti masalah (1) Pendirian rumah ibadah seperti pendirian rumah ibadah  ditengah masyarakat yang heterogen  atau mayoritas beragama tertentu, (2) Penyiaran agama seperti kasus penyiaran agama yang dilakukan  oleh kelompok agama tertentu baik melalui media cetak, elektronik mapun langsung yang tidak sesuai dengan ketentuan  dapat menimbulkan konflik antar umat beragama, (3) Bantuan pihak asing, seperti manipulasi bantuan keagamaan dari  lembaga asing dengan dalih bantuan sosial  kemanusiaan mendorong disharmonisasi antar umat beragama.

Selanjutnya adalah Faktor Disharmonisasi KUB lainnya adalah (4)  Perkawinan beda agama, perpindahan agama salah satu pasangan sering memicu sentimen keagamaan, (5) Penodaan agama seperti tindakan pelecehan terhadap keyakinan dan doktrin serta keagungan agama, (6) Peyaraan hari besar agama seperti perayaan yang tidak memperhatikan lingkungan sekitar, (7) Mobilitas penduduk seperti melaksanakan kegiatan keagamaan ditengah-tengah masyarakat agama lain dan (8) Ekslusivisme etnis seperti pengisolasian diri dari etnis tertentu dengan latar belakang agama dapat menimbulkan retaknya jalinan sosial masyarakat.

“Kondisi Ideal Kerukunan Umat Beragama yang diharapkan itu ada 3, pertama; sikap saling mengakui dan menyadari pluralitas, pengakuan dalam konteks ini perlu diberikan pengertian yang proporsional dan tidak menghilangkan perbedaan  yang ada dalm agama, Pengakuan ini juga berarti menyadari akan ada dimensi doktrinal yang berbeda dari masing masing agama, misalnya dimensi iman menjadi dimensi yang tidak terkompromikan, Pluralitas harus didasari sebagai suatu keharusan bagi kesempurnaan alam yang kesemuanya merupakan kehendak tuhan.” Ungkapnya

Comments

Terpopuler

Logo Kemenag (Kementerian Agama) Depag (Departemen Agama) versi Hitam Putih

Logo Kemenag (Kementerian Agama) Depag (Departemen Agama) versi Hitam Putih



Logo Favicon Kemenag - Kementerian Agama
Logo Vector Kementerian Agama - Departemen AgamaLogo Vector / Vektor Kementerian Agama RI - Departemen Agama untuk download versi CDR klik tautan berikut : http://stoklogo.blogspot.com/2013/02/logo-vektor-departemen-agama-cdr.html


Logo Kemenag - Kementerian Agama - Depag - Departemen Agama - versi Hitam Putih (BW)





Logo Kemenag (Kementerian Agama) Depag (Departemen Agama)




Tata Cara Pembuatan Term of Reference (TOR) / Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Kemenag Kab. Karimun - Ada 2 TOR (TERM OF REFERENCE) yang harus dipahami dan dikerjakan, yakni TOR untuk usulan anggaran dibuat untuk pengajuan rencana kerja dan anggaran (sebelum dipa di setujui/ disyahkan) dan TOR acuan pelaksanaan dibuat setelah dipa disyahkan/ di setujui sebelum pekerjaan dilaksanakan. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Joko Riswanto, ST saat menyampaikan materi tentang Tata Cara Pembuatan Term of Reference (TOR) / Kerangka Acuan Kerja (KAK) pada kegiatan Penyusunan Program dan Rencana Kerja Anggaran Kemenag Kab. Karimun 18 Juni 2014 lalu di Hotel Aston.
Dihadapan 27 peserta yang terdiri Kepala Seksi/Penyelenggara Kantor Kemenag Kabupaten Karimun,Ka. KUA Kecamatan dan Kepala Madrasah Negeri, Joko Riswanto, ST menjelaskan secara rinci tentang Tata Cara Pembuatan Term of Reference (TOR) / Kerangka Acuan Kerja (KAK).
"Pengertian Term Of Reference (TOR) atau Kerangka Acuan Kerja (KAK) adalah suatu dokumen yang menginformasikan gambaran umum dan penjelasan m…

Lirik Lagu Mars MTQ mp3

Lirik Mars MTQMars MTQ mp3Lagu Mars MTQ

TEKS MARS MTQ (Ciptaan : Agus Sunaryo)

GEMA MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN
PANCARAN ILAHI ( ILAHI )
CINTA PADA ALLAH NABI DAN NEGARA
WAJIB BAGI KITA
LIMPAH RUAH BUMI INDONESIA
ADIL MAKMUR SENTOSA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBBUN GHAFUR
PASTI TERLAKSANA

MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN AGUNG
WAHYU KALAM TUHAN (TUHAN)
PANCASILA SAKTI DASAR INDONESIA
PUJAAN BANGSAKU
GEMAH RIPAH TANAH AIR KITA
AMAN DUNIA SENTOSA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBUN GHAFUR
NUSANTARA JAYA

GEMA MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN
PANCARAN ILAHI (ILAHI)
CINTA PADA ALLAH NABI DAN NEGARA
WAJIB BAGI KITA
LIMPAH RUAH BUMI INDONESIA
ADIL MAKMUR SENTOSA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBUN GHAFUR
PASTI TERLAKSANA.

MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN JAYA
FIRMAN SUCI TUHAN (TUHAN)
PANCASILA SAKTI BAGI KITA SEMUA
INDONESIA JAYA
LIMPAH RUAH ALAM KAYA RAYA
BAHAGIA SEMUA
BALDATUN TAYYIBATUN WARRABBBUN GHAFUR
CITA-CITA KITA, CITA …- CITA …….. KITA.

Penelusuran yang terkait dengan mars mtq Youtube Mars MTQ download mp3 gratis ma…