Kemenag Karimun Sudah Melaksanakan Penilaian KUA Kecamatan Teladan Tahun 2018

Karimun (Humas) -  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam tahun 2018 ini kembali melaksanakan penilaian KUA Teladan. Dan yang terpilih pada tahun ini adalah KUA Kecamatan Durai untuk mewakili Kabupaten Karimun pada pemilihan di tingkat provinsi Kepri.

“Alhamdulillah sudah kita laksanakan seleksi di tingkat Kabupaten Karimun dan yang terpilih dari KUA Kecamatan Durai, Mukhlis, S.Ag. untuk mewakili Kabupaten Karimun dalam pemilihan KUA Teladan di tingkat Provinsi Kepri. Pelaksanaan pemilihan KUA Teladan ini sebagai bentuk perhatian dalam pembinaan, evaluasi dan penilaian kinerja KUA di Kecamatan karena besarnya tugas dan fungsi KUA.” Kata H. Kholif Ihda Rifai, Kamis, (19/4/2018).

Lebih lanjut H. Kholif Ihda Rifai mengatakan bahwa sebagai salah satu unit pelayanan publik, KUA dituntut mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal, meliputi pelaksanaan pelayanan, pengawasan, pencatatan dan pelaporan nikah dan rujuk, penyusunan statistik dokumentasi dan pengelolaan sistem informasi, manajemen KUA, melaksanakan tata usaha dan rumah tangga KUA, pelayanan bimbingan keluarga sakinah, kemasjidan, bimbingan syariah serta penyelenggaraaan fungsi lain di  bidang agama Islam yang ditugaskan oleh Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten.

“Selain itu kegiatan penilaian KUA Teladan ini dalam rangka meningkatkan kualitas pencapaian pelayanan pada KUA Kecamatan sehingga diperlukan penilaian kinerja secara berjenjang mulai dari kabupaten, provinsi hingga nasional.” Tambah H. Kholif Ihda Rifai lagi.

Adapun komponen  penilaian KUA Teladan terdiri atas Standar Pelayanan, Index Kepuasan Masyarakat, dan Inovasi.

“Untuk Komponen Standar Pelayanan indikatornya adaya visi, misi dan motto pelayanan. Adanya Standar Biaya dan Maklumat Pelayanan. Sistem, Mekanisme dan  Prosedur yang diterapkan dalam SOP dan Uraian Tugas, Sumber Daya Manusia terkait dengan Kode Etik, sikap, prilaku, disiplin dan lainnya. Optimalisasi sarana dan prasana pelayanan dan kondisinya sarana pengaduan masyarakat, Penanganan Pengaduan dan waktu penyelesaian pengaduan, sistem informasi pelayanan publik yang terbuka dan produktivitas dalam pencapaian target pelayanan.” Terang H. Kholif Ihda Rifai.

Selanjutnya pada komponen Index Kepuasan Masyarakat indikator yang dilihat adalah persyaratan, sistem, mekanisme dan prosedur, waktu penyelesaian, biaya, produk pelayanan, kompetensi pelaksana, penanganan pengaduan dan sarana prasarana.

“Terakhir adalah komponen inovasi, yang menjadi indikatornya apakah masih dalam tahap gagasan atau sudah diimplementasikan atau sudah memberi dampak atas inovasi yang sudah dierapkan tersebut.” Tutup H. Kholif Ihda Rifai.

Comments