Skip to main content

Bupati Karimun Jadi Inspektur Upacara HAB Kemenag Ke-68

http://kemenagkarimun.blogspot.com/2014/01/foto-upacara-hari-amal-bhakti-hab.html
Bupati Karimun H. Nurdin Basirun Jadi Inspektur Upacara HAB Kemenag Ke-68

Kemenag Kab. Karimun - Bupati Karimun H. Nurdin Basirun menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan HAB Kemenag Ke-68 di Kabupaten Karimun (03/01/2014). Pelaksanaan Upacara dilangsungkan di Halaman Kantor Bupati Karimun.

Sebagai Inspektur Upacara Bupati Karimun membacakan sambutan Menteri Agama pada peringatan Hari Amal Bakti ke-68 yang jatuh pada hari ini Jumat 03 Januari 2014.

Dalam sambutan Menteri Agama Suryadharma Ali yang dibacakan oleh Bupati Karimun menyampaikan beberapa hal point penting, yakni;  Pertama: Keberadaan Kementerian Agama memperkuat bangunan ideologis negara kita sebagai negara ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, yang wajib melindungi rakyatnya dalam beragama sesuai dengan norma-norma konstitusi. Kementerian Agama merupakan institusi terhormat, sehingga wajib dijaga reputasi dan kredibilitasnya dari masa ke masa.

Kedua; mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk terus menghidupkan, menjaga dan menghayati “ruh” Kementerian Agama. Tugas sebagai pengayom dan pelayan umat beragama adalah tugas mulia yang harus dijalankan dengan baik dan penuh tanggungjawab.

Ketiga; menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dukungan lintas sektoral, baik unsur pemerintah maupun masyarakat, termasuk Pemerintah Daerah dan organisasi keagamaan, yang telah mendukung pelaksanaan tugas dan program Kementerian Agama selama ini.

Keempat; memberikan penghargaan atas kerja keras, karya dan dedikasi seluruh jajaran Kementerian Agama di semua unit organisasi dan satuan kerja pusat dan daerah. Kita semua bekerja dengan visi yang sama. Hanya melalui kerjasama, kekompakan dan kebersamaan kita mampu mencapai kinerja terbaik dalam mewujudkan program strategis Kementerian Agama.

Kelima; Lembaga pendidikan yang dikelola Kementerian Agama, dari tingkat raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah, sampai perguruan tinggi, berada dalam kondisi sejajar, “duduk sama rendah, tegak sama tinggi”, dengan lembaga pendidikan umum, baik dari segi kapasitas tenaga pengajar, prestasi siswa dan mahasiswa, maupun sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia.

Kelima; Dalam pelayanan keagamaan, seperti penyelenggaraan ibadah haji, perubahan dan inovasi berjalan tanpa henti. Dalam bidang yang lain, seperti pelayanan nikah, masih memerlukan perbaikan dan solusi secara menyeluruh, namun hal itu tidak boleh membuat kita berkecil hati.

Keenam; peran dan andil Kementerian Agama dalam mendorong dan memfasilitasi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan dilakukan antara lain melalui penyempurnaan regulasi dan penataan lembaga pengelola zakat, wakaf dan pengelolaan dana haji secara profesional dan akuntabel.

Ketujuh; Dalam pembinaan kerukunan intern dan antar-umat beragama, Kementerian Agama melakukan langkah strategis, yaitu membudayakan kerukunan dengan pendekatan sosiologis dan kultural.

Kedelapan; Dalam tata kelola organisasi dan sumber daya manusia, Kementerian Agama telah menjalankan reformasi birokrasi menuju terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance).

Kesembilan; berharap kepada jajaran pimpinan dan pegawai Kementerian Agama di seluruh tanah air, supaya meningkatkan efektivitas dari sistem yang telah kita bangun bersama, dan menutup celah-celah yang memungkinkan timbulnya perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme.

Kesepuluh; Pada aspek tata kelola keuangan dan pelaksanaan anggaran, sejak beberapa tahun terakhir kita mampu meraih dan mempertahankan predikat hasil audit BPK dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kementerian Agama juga telah mencanangkan Zona Integritas dan Wilayah Bebas Korupsi, dimana hal itu saya minta menjadi gerakan masif yang dilaksanakan secara konsisten di semua satuan kerja pusat, daerah dan perguruan tinggi.

Kesebelas; Melalui peringatan Hari Amal Bakti Ke-68 Kementerian Agama kali ini yang mengambil tema “Mengabdi Dengan Profesionalitas dan Amanah”, mari kita tingkatkan profesionalitas dan menjaga sikap amanah. Tema tersebut hendaknya tidak hanya sekedar slogan, tapi harus kita implementasikan di dunia nyata.

Keduabelas; mengingatkan kepada seluruh pegawai Kementerian Agama pada posisi dan jabatan apapun, kita semua wajib menciptakan birokrasi yang bersih serta bekerja dengan jujur, cerdas dan ikhlas. Pada akhirnya saya perlu menekankan bahwa lingkungan kerja Kementerian Agama harus bersih dari ego sektoral dan hegemoni golongan, karena hal itu dapat merusak sistem birokrasi yang netral dan profesional.

Dan terakhir Menteri Agama  mengajak kepada seluruh jajaran Kementerian Agama, mari bekerja dengan penuh integritas, loyalitas, melaksanakan tugas di atas prinsip kebenaran, serta membawa kebaikan bagi lingkungan dan tempat kita bekerja.
Informasi terkait Upacara HAB Kemenag 68 tahun 2014
http://kemenagkarimun.blogspot.com/2014/01/bupati-karimun-jadi-inspektur-upacara.html
http://kemenagkarimun.blogspot.com/2014/01/upacara-hab-kemenag-ke-68-berlangsung.html
http://kemenagkarimun.blogspot.com/2014/01/petugas-upacara-hab-kemenag-ke-68.html
http://kemenagkarimun.blogspot.com/2014/01/usai-upacara-hab-ke-68-kemenag-karimun.html
http://kemenagkarimun.blogspot.com/2014/01/upacara-hab-kemenag-ke-68-di-kabupaten.html
http://kemenagkarimun.blogspot.com/2014/01/foto-upacara-hari-amal-bhakti-hab.html
http://kemenagkarimun.blogspot.com/2014/01/esok-upacara-hab-kemenag-ke-68-di-kab.html
http://kemenagkarimun.blogspot.com/2014/01/hari-amal-bakti-ke-68-kementerian-agama.html
http://kemenagkarimun.blogspot.com/2014/01/doa-upacara-hari-amal-bhakti.html

Bupati Karimun H. Nurdin Basirun menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan HAB Kemenag Ke-68 Ke-69 di Kabupaten Karimun Tahun 2014 - 2015

Comments