Kantor Kemenag Kabupaten Karimun
Copyright © Kementerian Agama Kantor Kabupaten Karimun. Powered by Blogger.

Berita Terkini

Tujuh Lembaga TPQ di Kabupaten Karimun Terima BOP

Written By Kemenag Karimun on Friday, 28 August 2015 | 10:27

Kasi Pendidikan Islam Drs. Riadul Afkar
Karimun (Humas) - Dalam rangka meingkatkan kualitas lembaga Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun tahun 2015 ini melalui seksi Pendidikan Islam memberikan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) kepada 7 lembaga TPQ yang ada di Karimun.

Ketujuh lembaga TPQ yang menerima bantuan BOP adalah  TPQ Baitul Karim Tanjung Balai Karimun, TPQ Al-Falah Teluk Uma, TPQ Darul Ilmi Kampung Harapan , TPQ Nurul Hasanah Paya Manggis, TPQ Asy-Syakirin Kuda Laut, TPQ Nurul Iman Desa Pangke dan TPQ Jannatun Na'im Pangke Barat. Masing-masing lembaga TPQ menerima bantuan dana BOP sebesar 5 juta rupiah.

"Syarat penerima bantuan ini pertama tentunya yang berada di Kabupaten Karimun, telah memiliki izin operasional, mengajukan proposal," jelas Drs. Riadul Afkar saat ditemui kemarin, Kamis (27/8/2015).

Drs. Riadul Afkar menegaskan bahwa ketujuh lembaga yang menerima BOP tahun ini  telah diverifikasi dengan melihat fotocopy akta notaris yayasan, fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), profil lembaga TPQ, Data Ustadz/dzah, data santri TPQ, izin operasional dan rekomendasi dari BMPG-TPQ Kecamatan.

TPQ yang menerima harus bersedia menggunakan dana tersebut sesuai dengan Surat Perjanjian Penerima Bantuan Operasional Pendidikan yang telah ditetapkan.

"Jadi lembaga TPQ penerima BOP ini wajib membuat laporan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku paling lambat 1 bulan setelah dana dicairkan dan akan diberi sanksi jika tidak bisa menyelesaikan laporan," tegasnya.

Dana BOP ini diberikan melalui anggaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun dengan nomor DIPA: SP.DIPA-025-04.2.635449/2015 tanggal 27 April 2015.

"Dana BOP ini bisa digunakan untuk keperluan diantaranya belanja ATK, belanja kelengkapan seperti lemari, meja guru, kursi guru, alat kebersihan kantor, belanja jasa dan barang operasional lainnya," pungkasnya.

Safari Magrib di Masjid Nurul Iman Kampung Tengah

Panitia Pelaksana Kegiatan GM3 Kemenag Karimun: Anasril, S.Ag
Karimun (Humas) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun melalui seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kamis malam (27/8/2015) kembali melaksanakan kegiatan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (GM3).am

Kegiatan GM3 kali ini dilaksanakan di Masjid Nurul Iman Kampung Tengah Sungai Ayam dan diikuti oleh semua pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun dan sejumlah pegawai KUA Kecamatan Karimun, Meral dan Tebing.

Usai shalat maghrib acara dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Karimun Drs. H. Jamzuri.

Dalam ceramahnya H. Jamzuri menyampaikan tentang pentingnya kembali membudayakan membaca al-Quran usai shalat magrib.

"Seperti pada kebiasaan orang-orang tua kita dahulu, usai shalat magrib biasanya dilanjutkan dengan membaca Al-Quran. Tapi sekarang, usai shalat magrib yang kita lihat orang lebih cenderung membuka televisi atau internet dari pada membuka Al-Quran. Karena itu saya mengajak kita semua, mari kita kembali lagi kepada tradisi orang tua kita dahulu dimana usai shalat magrib anak-anak kita dan termasuk kita sebagai orang tua bersama-sama membaca Al-Quran." katanya.

H. Jamzuri dalam ceramahnya juga menyinggung tentang pelaksanaan ibadah haji, dimana dalam menjalankan ibadah haji pasti akan ada banyak cobaan dari Allah SWT.

"Cobaan itu bukan saja saat melaksanakan ibadah haji nantinya bahkan sebelum berangkat haji saja sudah diberi cobaan oleh Allah. Allah ingin menguji, apakah kita ini benar-benar ingin menunaikan ibadah haji karena Allah  atau karena ada niat lainnya ?," ungkapnya.

Karena itu, lanjut H. Jamzuri, diperlukan kesabaran dalam menghadapi cobaan dari Allah SWT tersebut, karena tanpa kesabaran maka nilai ibadah kita bisa saja menjadi berkurang atau bahkan tanpa ada nilai pahalanya sama sekali.

Tahun 2015 Kemenag Karimun Kembali Melakukan Pendataan Keluarga Sakinah

Written By Kemenag Karimun on Thursday, 27 August 2015 | 16:30

Kasi Bimas Islam Drs. Kholif Ihda Rifai
Karimun (Humas) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun melalui seksi Bimbingan Masyarakat Islam melakukan pendataan Keluarga Sakinah. Pendataan ini dilakukan melalui Kantor Urusan Agama Kecamatan dengan mendata Keluarga Pra-Sakinah, Sakinah I, Sakinah II, Sakinah III dan Sakinah Plus.

"Pendataan pra-sakinah dan sakinah I bisa mengacu kepada Data Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang ada di Kantor Camat," jelas Drs. H. Kholif Ihda Rifai Kasi Bimas Islam, Kamis (27/8/2015).

Sedangkan untuk Keluarga Sakinah Plus, lanjut H. Kholif Ihda Rifai bisa mengacu kepada para nominator pemilihan Keluarga Sakinah di tingkat desa, kelurahan atau kecamatan.

Lebih lanjut, H. Kholif Ihda Rifai menjelaskan bahwa tolak ukur Keluarga Pra Sakinah diantaranya adalah keluarga yang dibentuk tidak melalui perkawinan yang sah, keluarga dibentuk tidak sesuai ketentuan perundang-undangan perkawinan yang berlaku, tidak memiliki dasar keimanan, tidak melakukan shalat wajib, tidak mengeluarkan zakat fitrah, tidak menjalankan ibadah puasa wajib, tidak tamat SD dan tidak dapat membaca tulis, termasuk kategori fakir atau miskin, berbuat asusila dan pernah terlibat kriminal.

"Untuk Keluarga Sakinah I, tolak ukurnya perkawinan sesuai dengan peraturan syariah dan undang-undang nomor 1 tahun 1974, keluarga memiliki surat nikah atau bukti lain sebagai bukti perkawinan yang sah, mempunyai perangkat shaat sebagai bukti melaksanakan shalat wajib dan dasar keimanan, terpenuhinya kebutuhan makanan sebagai tanda bukan tergolong fakir miskin, masih sering meninggalkan shalat, jika sakit masih pergi ke dukun, percaya terhadap tahyul, tidak pernah datang ke majelis taklim, rata-rata keluarga hanya tamatan SD," jelasnya.

Adapun tolak ukur Keluarga Sakinah II, lanjutnya, memenuhi kriteria keluarga sakinah I, tidak terjadi perceraian kecuali sebab kematian atau hal sejenis lainnya yang mengharuskan terjadinya perceraian itu, penghasilan keluarga melebihi kebutuhan pokok sehingga bisa menabung, rata-rata keluarga memiliki ijazah SLTP, memiliki rumah sendiri meskipun sederhana, keluarga aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan dan sosial keagamaan, mampu memenuhi standar makanan yang sehat serta tidak pernah terlibat perkara kriminal, judi, mabuk, prostitusi dan perbuatan amoral lainnya.

"Sedangkan tolak ukur Keluarga Sakinah III, yakni memenuhi kriteria keluarga sakinah II, aktif dalam upaya meningkatkan kegiatan dan gairah keagamaan di masjid-masjid maupun dalam keluarga, keluarga aktif jadi pengurus kegiatan keagamaan dan sosial keagamaan, aktif dalam memberikan dorongan dan motivasi dan untuk meningktakan kesehatan ibu dan anak serta kesehatan masyarakat umumnya, rata-rata keluarga memiliki ijazah SLTA ke atas, mengeluarkan zakat, infaq, sedeqah dan wakaf, turut ikut berkurban, dan melaksanakan ibadah haji," jelasnya lagi.

Dan terakhir, Keluarga Sakinah Plus tolak ukurnya adalah memenuhi kriteria keluarga sakinah III, keluarga melakukan ibadah haji, menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat atau tokoh organisasi, mengeluarkan zakat, infaq sadaqah, wakaf, keluarga aktif dalam mengembangkan ajaran agama, rata-rata pendidikan keluarga sarjana, mengaplikasikan nilai-nilai keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah dalam kehidupan keluarga, menumbuhkan cinta dan kasih sayang dalam keluarga dan mampu menjadi suri tauladan dalam masyarakat.

PD-IGRA Karimun Gelar Kegiatan Pembinaan Manasik Haji

Karimun (Humas) - Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Karimun menggelar kegiatan pembinaan manasik haji bagi guru-guru RA/BA. Kegiatan dilaksanakan satu hari pada hari Kamis (27/8/2015) bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun.

"Berhubung masih minimnya pengetahuan guru-guru RA/BAtentang Manasik Haji, pengurus IGRA Karimun berinisiatif mengadakan acara ini untuk menambah pengetahuan guru-guru," jelas Safiana, S.Pd PD-IGRA Kabupaten Karimun.

Kegiatan pembinaan ini diikuti sebanyak 30 guru RA/BA dimulai dari pukul 08.30 hingga siang hari. Dan yang menjadi narasumber adalah Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun Drs. H. Samsudin.

Sementara itu, Drs. H. Samsudin sebagai narasumber pada acara tersebut menyampaikan seluruh rangkaian manasik haji.

"Haji ialah berkunjung ke Baitullah pada bulan haji untuk melakukan thawaf, sai, wukuf di arafah dan amalan lainnya dengan niat haji untuk mencapai ridha Allah SWT sedangkan Umrah ialah berkunjung ke Baitullah untuk melakukan thawaf, sai dan bercukur untuk mengharapkan ridha Allah SWT," jelasnya.

Pelaksanaan ibadah haji, jelas H. Samsudin ada tiga, yakni Haji Ifrad, Haji Tamattu dan Haji Qiran. Sedangkan perjalanan ibadah haji bagi jamaah dari Karimun biasanya menggunakan Haji Tamattu dan terkadang melalui gelombang pertama dan terkadang gelombang kedua.

"Gelombang pertama jalurnya ke Batam terus menuju ke Bandara Madinah Amir Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah, Bir Ali, Makkah, Arafah, Muzdalifah, Mina, Makkah, Madinatul Hajj, dan kembali ke tanah air melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah menuju Batam." ungkapnya.

"Sedangkan gelombang kedua jalurnya ke Batam terus menuju Bandara King Abdul Aziz di Jeddah, Makkah, Arafah, Muzdalifah, Mina, Makkah, Madinah terus kembali ke tanah air melalui Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz di Madinah menuju Batam," lanjutnya.

Selanjutnya H. Samsudin menjelaskan secara mendalam kepada semua peserta tentang rangkaian kegiatan ibadah haji, dimulai dari berihram hingga thawaf wada'.

Soready Latif, SE: Narkoba Bikin Hidup Merana

Karimun (Humas) - Soready Latif, SE Penyuluh Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Karimun, Rabu (26/8/2015) memberikan penyuluhan advokasi kebijakan Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaraan Gelap Narkoba (P4GN) kepada pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun.

Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun ini dihadiri langsung oleh Ka. Kankemenag Kabupaten Karimun Drs. H. Afrizal dan seluruh pegawai.

Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa Indonesia sekarang ini darurat narkoba karena ada 4,5 juta orang indonesia yang sudah menjadi pecandu narkoba dan 40 – 50 orang yang meninggal setiap harinya akibat dampak penyalahgunaan narkotika.

“Kebijakan mengatasi ancaman narkoba diatur dalam undang-undang nomor 35 tahun 2009 dan ada pasal pidana atau hukuman untuk pengedar, penyalahguna dan pecandu,” ungkapnya.

Permasalahan narkoba saat ini, jelas  Soready Latif  masih rendahnya kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba.

“Pasal 4 uu nomor 35 tahun 2009 menjelaskan politik hukum negara dalam menangani permasalahan narkoba; pertama, menjamin ketersediaan narkotika untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan atau pengembangan IPTEK; kedua, mencegah, melindungi dan menyeleamatkan bangsa indonesia dari penyalahgunaan narkotika; ketiga, memberantas peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika dan keempat menjamin pengaturan upaya rehabilitasi medis dan sosial bagi penyalhguna dan pecandu narkotika,”jelasnya.

Arah kebijakan prevalensi penyalahgunaan narkoba  saat ini, lanjut Soready Latif, ada 3 yakni (1). Mengintensifkan upaya sosialisasi bahaya narkoba (demand side); (2). Meningkatkan upaya terapi dan rehabilitasi korban penyalahguna narkoba (demand side); dan (3). Meningkatkan efektifitas pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (supply side).

“Adapun Strategi/kebijakan pokok prevalensi penyalahgunaan narkoba ada 5, yakni; Optimalisasi pelaksanaan P4GN di daerah; Pelibatan lembaga pemerintah dan seluruh komponen masyarakat dalam P4GN; Penyebarluasan informasi tentang bahaya narkoba melalui berbagai media; Penguatan lembaga rehabilitasi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba; dan Penegakan hukum kejahatan narkoba.” ungkapnya.

Sedangkan keluaran pokok prevalensi penyalahgunaan narkoba, lanjut Soready Latif ada 7, yakni; Pelaksanaan P4GN di daerah, Pembinaan lingkungan bersih narkoba di lembaga pemerintah dan masyarakat, Peningkatan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya narkoba, Penguatan lembaga rehabilitasi instansi pemerintah, Peningkatan layanan rehabilitasi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba, Pengungkapan jaringan sindikat tindak pidana narkoba dan Laju peningkatan prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 0.05% per tahun .

“Saat ini angka prevelansi tahun 2014 kepri menempati urutan ke 4 dengan prevelansi mencapai 2.94 dibawah DKI Jakarta, Kalimantan Timur dan Sumatra Utara,” katanya.

“Saat ini jalur masuk narkoba sering melalui jalur malaysia – kepri dengan jalur lama yakni Johor Bahru – Batam Centre dan Kukup – Tg. Balai karimun, tapi karena adanya peningkatan pengawasan ada kemungkinan pergeseran jalur yakni Johor Bahru – Tg. Pinang, karena di jalur lama selalu dilakukan penangkapan terhadap para pelaku,” katanya.

Adapun kriteria keparahan kecanduan narkoba jelasnya lagi, ada 3, yakni tingkat ringan: pengguna coba-coba, penggunaan rekreasional dan pengguna situasional, tingkat sedang, penggunaan teratur lebih 2 kali/minggu baik 1 atau lebih jenis narkoba dan tingkat berat, pengguna setiap hari, pengguna narkoba suntik, pengguna dengan komplikasi media maupun psikis.

“Untuk itu kita minta pengguna narkoba dan keluarga secara sukarela melaporkan diri kepada Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk memperoleh perawatan dan rehabilitasi sehingga dapat pulih dan tidak kambuh kembali. Karena jika tertangkap maka bisa dipidana, tapi jika melaporkan sendiri akan direhabilitasi,” jelasnya lagi.

Beberapa faktor penyebab penyalahgunaan narkoba ini menurut Soready Latif diantaranya ingin terlihat lebih bergaya, karena narkoba membuat pemakainya merasa pede dan kreatif atau ikut-ikutan, ingin tahu, ingin mencoba. Ada juga karena sikap permisif dari masyarakat dan sikap asertif pada para pelajar dan remaja serta tempat pelarian dalam menyelesaikan dan melupakan masalah yang sedang dihadapi.

“Efek atau bahaya narkoba ini ada tiga macam, pertama Depresant , ini menekan sistem saraf pusat dan bisa mengakibatkan rasa rileks, mengurangi ketegangan, bicara kacau, tingkah laku seperti mabuk. Jika over dosis bisa mengakibatkan nafas tersengal, pupil mata mengecil, nadi cepat dan lemah serta bisa membuat koma dan mati. Dan jika putus obat, bisa menyebabkan rasa gelisah, susah tidur, mengigau dan tertawa tak wajar,’ jelasnya. 

Efek kedua, jelasnya lagi adalah Halusinogen yang bisa mengacaukan sistem saraf pusat sehingga membuat pengguna tidak punya gambaran ruang dan waktu, perubahan mental yang hebat, mengkhayal/halusinasi, gelisah, paranoid, dan bila Over Dosis dapat sebabkan kematian.

“Dan yang ketiga, efek Stimulant yang merangsang sistem saraf pusat dan bisa membuat pemakai narkoba lebih waspada dan bergairah, nafsu makan hilang, sukar tidur, percaya diri meningkat, perilaku agresif. Jika Over Dosis maka bisa menimbulkan rasa gelisah, suka berkhayal, dan dapat menyebabkan kematian. Dan jika putus obat bisa membuat badan lesu, malas dan tidur lama serta depresi dan tidak dapat mengendalikan diri.” Tambahnya. 

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Dan Strategi Nasional Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap
Narkoba Tahun 2011 – 2015 menjelaskan kepada semua Kementerian/Lembaga dan Kepala Daerah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing, dalam rangka pelaksanaan lakstranas P4GN Tahun 2011 - 2015, yang meliputi bidang seperti 1. Pencegahan; 2. Pemberdayaan Masyarakat; 3. Rehabilitasi; dan 4. Pemberantasan. 

Soerady Latif menjelaskan ada tiga istilah yang harus dibedakan kepada Pemakai Narkoba yakni antara Penyalahguna Narkoba, Pecandu Narkoba dan Ketergantungan Narkoba.

“Penyalahguna Narkoba adalah orang  yang menggunakan narkotika tanpa hak atau melawan hukum. Terdapat 2 (dua) jenis/bentuk  penyalahguna Narkotika, yaitu : Penyalahguna Narkotika terhadap orang lain, yang diancam pidana sebagaimana diatur pada pasal 116, 121 dan 126, dan ; Penyalahguna Narkotika bagi diri sendiri, yang diancam pidana sebagaimana diatur pasal 127. Termasuk dalam kategori ini adalah pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika.” Jelasnya.

Sedangkan Pecandu Narkoba adalah orang yg menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dan dlm keadaan ketergantungan pd narkotika, baik secara pisik maupun psikis. (UU No.35/2009 ttg Narkotika)
“Dan ketiga adalah Ketergantungan Narkotika, ini adalah kondisi yang ditandai oleh dorongan untuk menggunakan Narkotika secara terus-menerus dengan takaran yang meningkat agar menghasilkan efek yang sama dan apabila penggunaannya dikurangi dan/atau dihentikan secara tiba-tiba, akan menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas.” Terangnya.

Soready Latif  menutup materi penyuluhan Narkobanya dengan sebait pantun Pergi  Berlayar  Ke  Selat  Malaka, Sarat  Muatan  Ikan  Tetuka, Sekali  Anda  Mencoba  Narkoba, Seumur  Hidup  Badan  Merana.

BNNK Karimun Beri Penyuluhan Bahaya Narkoba Pada Pegawai Kemenag Karimun




Karimun (Humas) - Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Karimun, Rabu (26/8/2015) memberikan penyuluhan advokasi kebijakan Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaraan Gelap Narkoba (P4GN) kepada pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun.
Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun ini dihadiri langsung oleh Ka. Kankemenag Kabupaten Karimun Drs. H. Afrizal dan seluruh pegawai.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh BNNK Karimun melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka program advokasi Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaraan Gelap Narkoba (P4GN) kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan mengangkat tema "Mari Bersinergi Menyelematkan Bangsa."

Dalam sambutannya, Drs. H. Afrizal menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh BNNK Karimun ini karena bisa memberikan pengetahuan kepada pegawai Kemenag Kabupaten Karimun akan bahaya Narkoba.

”Terimakasih kepada BNNK Karimun yang memprogramkan kegiatan penyuluhan kepada kami, sehingga bisa memberikan pengetahuan lebih mendalam tentang bahaya Narkoba ini.” ungkapnya.

Drs. H. Afrizal juga menyampaikan bahwa Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun juga sering bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya Narkoba dalam kegiatan pembinaan siswa madrasah.

”Beberapa kali kegiatan pembinaan kepada siswa madrasah, kita juga menghadirkan narasumber dari pihak kepolisian untuk memberikan tentang bahaya narkoba ini.” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kesiapan pegawai Kemenag Kabupaten Karimun untuk dilakukan tes urin untuk memastikan bahwa pegawai di Kantor Kemenag Kabupaten Karimun tidak ada yang menjadi pemakai Narkoba.

”Insya Allah, pegawai kita tidak ada yang memakai narkoba, dan kita siap untuk dites untuk memastikan bahwa tidak ada yang memakai narkoba,” tegasnya.

Usai kata sambutan dari Ka. Kankemenag Karimun, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Soready Latif, SE Penyuluh dari BNNK Karimun.

Inilah Kasus-Kasus Yang Sering Terjadi Pada Jamaah Calon Haji

Written By Kemenag Karimun on Wednesday, 26 August 2015 | 16:38

Ibu-Ibu Calon Jamaah Haji Kabupaten Karimun Tahun 2015 M/1436 H Usai Mengikuti Kegiatan Gladi Posko, Minggu (23/8/2015) di Masjid Baiturrahman
Karimun (Humas) – Dalam menjalankan tugas, Karu (Ketua Regu) dan Karom (Ketua Rombongan) akan menemui berbagai masalah dan kasus yang terjadi dalam regu atau rombongannya. Berikut pemaparan H. Jamzuri saat menyampaikan permasalahan yang sering terjadi pada jamaah dan solusi penyelesaiannya pada acara pembinaan Karu dan Karom yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, Sabtu (22/8/2015) lalu.

(1) JAMAAH HAJI SESAT
  • Setelah terima laporan, catat identitas lengkap dan sebab-sebabnya.
  • Ketua kloter, Karu/Karom, TPHD  (petugas)  mencari
  • Ketua kloter melaporkan  ke Sub sektor
  • Bila sudah kembali  agar diberi petunjuk dan nasehat agar tidak sesat lagi
(2) KEHILANGAN BARANG
  • Tdk terbawa kloternya (Kt. Kloter melapor sektor sebelum berangkat, setelah sampai melapor sektor tujuan, menanyakan kepada sektor setiap laporan harian)
  • Tidak terbawa bus (saat tiba melapor ke sektor, menanyakan ke sektor setiap laporan harian)
  • Jika terbawa ke kamar / pemondokan lain (Melapokan ke Maktab, mencari langsung ke kamar kamar,  kalau perlu lapor ke sektor)
(3) KEHILANGAN UANG
  • Di Bandara (membuat laporan tertulis ke sektor dengan saksi karu/karom)
  • Di bus antar kota (Membuat laporan ke sektor / sub sektor, jika memungkinkan  langsung menghubungi perusahaan bus tersebut)
  • Di Pemondokan /luar  (karena lalai laporkan ke sektor, jika karena di bongkar paksa laporkan ke maktab /majmu’ah dan biarkan  posisinya , jika memungkinkan minta ganti rugi)
(4) KEHILANGAN PASPOR
  • Melaporkan ke sektor bersama jamaahnya
  • Sektor melaporkan ke Daker
  • Dibuatkan surat keterangan jalan
  • Sampai di Jeddah lapor ke Daker dan petugas pemulangan jamaah utk dibuatkan surat  perjalanan laksana paspor (SPLP) ke imigrasi perwakilan RI Jeddah, dengan memberikan  surat pengantar permohonan dan keterangan hilang.
(5) JAMAAH WAFAT
  • Dalam Perjalanan ( ketika sampai  melapor ke sektor, dokter membuat COD, mencatat tirkahnya, menyerahkan tirkahnya kpd ahli waris atau sektor, mengurus pemakamanya bersama majmuah/maktab/wukala)
  • Di Pemondokan ( Melaporkan ke maktab, membuat COD, Mecatat tirkah dan dan menyerahkanya, mengurus pemakamanya, jika ingin di sholatkan di Majid Nabawi/ masjidil haram agar mengurunya bersama majmuah/ maktab) dan jika di RSAS atau BPHI menyesuaikan.
(6) PINDAH KLOTER/TANAZUL
  • Melaporkan ke Sektor bersama jamaah
  • Mengurus perpindahan kloter  ke Daker bersama jamaah
  • Mengurus prosesi kepindahanya bersama jamaah
  • Semua biaya yg timbul menjadi tanggung jawab jamaah yang bersangkutan
(7) TIDAK MAU MENEMPATI  PEMONDOKAN
  •  Memberikan pengertian kpd jamaah bahwa ini sudah hasil qur’ah
  •  Berkoordinasi dg sektor, maktab/majmuah utk membantu jamaah memasuki / menempati pemondokan
(8) REGU TIDAK MAU MASUK KAMAR
  • Memberikan pengertian kpd jamaah tentang hak jamaah dan kapasitas kamar
  • Berkoordinasi dg sektor, maktab/majmu’ah utk membantu penempatan jamaah
(9) TANAZUL MABIT DI MINA 9 DZULHIJAH
  •  Menginformasikan dan menginfetarisir jamaah yg akan mabit di Mina.
  • Semu yg timbul akibat tanazul ini menjadi tanggung jawal masing masing.
  • Yang bersangkutan berkoordinasi dengan Maktab
  • Untuk menjaga segala kemungkinan yang bersangkutan membuat surat pernyataan
(10) ANGKUTAN ARMINA TDK DPT MENAMPUNG
  • Petugas berkoordinasi dg maktab dan sektor menenangkan jamaah utk sabar menunggu bus berikutnya, sebab semua jamaah dijamin akan diangkut.
  • Berkoordinasi dengan petugas kloter lainya, agar tdk terjadi salah faham.
(11) JAMAAH KECELAKAAN
  • Petugas melapor ke sektor, dan bersama sama melapor ke kantor polisi, minta ambulan.
  • Melaporkan ke Maktab dan Daker, minta tenaga penghubung utk membantu mengurusnya.
  • Bila disodori form isian utk ditanda tangani, kalau tak faham minta diartikan dulu.
  • Bila tdk ada yang mewakili dlm sidang dpt minta kepada KJRI bidang urusan haji.
(12) SAKIT TDK MAU DIRUJUK
  • Dokter mengusahakan semaksimal mungkin agar mau dirujuk
  • Mencari sebabnya kenapa tdk mau dirujuk
  • Minta bantu petugas lain utk ikut menjelaskanya
  • Bila terpaksa tak mau diminta  membuat surat pernyataan
(13) MENDERITA PENYAKIT KRONIS
  • Dokter memeriksa buku kesehatanya
  • Dirujuk ke rumah sakit, jika belum sembuh sudah disuruh pulang maka langsung dibawa ke BPHI
  • Diingatkan agar memperhatikan jadwal pemeriksaan rutin
(14) KBIH MEMBLOKIR  KAMAR & BUS
  • Petugas menegur dan memberikan penejelsan kepada KBIH
  • Melaporkan ke sektor dan maktab
  • Meminta bantuan kepada sektor staf bidang perumahan dan pemberangkatan utk menyelelesaikanya
(15) KEBAKARAN DI PEMONDOKAN
  • Petugas menenangkan jamaah dan diminta mengamankan barang barang berharga
  • Berusaha memadamkan api  dengan tabung dan pemadam
  • Meminta bantuan maktab/majmu’ah
  • Mendata kerugian
(16) KELEBIHAN BAWAAN
  • Petugas menghubungi jamaah ybs
  • Menjelaskan bahwa kelebihan barang bawaan menjadi tanggung jawab pribadi
  •  Mengusahakan utk tetap diangkut selama jumlah kolektif masih mencukupi
(17) JAMAAH DIEVAKUASI KE MEKAH TANPA IKHRAM
  • Petugas memantau kondisi jamaah
  • Melaporkan kepada seksi pelayanan umum dan ibadah bahwa jamaah tersebut belum ikhram haji/umrah
  • Seksi ibadah memberikan bimbingan utk berikram di Mekah dan tidak  kena dam karena hukumnya sama dengan orang mukim
(18) PEMULANGAN DINI JAMAAH SAKIT
  • Jamaah sakit dinyatakan layak utk pulang
  •  Dicek apakah sudah tawaf ifadah
  • Dokter menyiapkan rekaman medis, utk kelengkapan pengiriman ke Jeddah
  • Di Jeddah dirawat di BPHI sambil menunggu jadwal penerbangan
(19) PEMULANGAN AKHIR JAMAAH SAKIT
  • Petugas melapokan ke BPHI
  •  BPHI menerima, menginventarisir  dan mengurus jamaah yang bersangkutan
  • Petugas daker akan mengurus kepulangan jamaah yang bersangkutan
  • Bila sampai kloter terakhir masih dirawat di RSAS kepulanganganya akan diurus oleh KJRI tanpa dipungut biaya
(20) KETERLAMBATAN PESAWAT
  • Petugas  kloter mengumumkan tentang keterlambatan tersebut.
  • Berusaha menenangkan jamaah, kalau jamaah sudah masuk gate agar sektor meminta kepada pihak penerbangan utk menyediakan makan.
  • Menginformasikan utk penundaan pemberangkatan kloter berikutnya
(21) TAK MAU MELAKSANAKAN RUKUN HAJI
  • Petugas membujuk agak mau melaksanakan rukun  haji
  • Mencari kelemahan utk menggugah kesadaranya agar mau melaksanakan rukun haji
  • Meminta orang yang ahli atau tokoh masyakat yang disegani membujuk agar mau melaksanakan rukun haji
(22) TDK NIAT IKHRAM SDH MELEWATI MIQOT
  • Yang bersangkutan membayar dam isa’ah/ kesalahan
  • Atau ambil miqot yg  telah di lampaui
  • Bila sudah sampai di Tanah Haram, harus keluar dan mengambil miqot yang terdekat bukan jikronah atau tan’im

(23) SAKIT BLM TAWAF IFADAH KLOTER AKAN PULANG
  • Petugas mengecek jamaah yang bersangkutan apakah dirawat di pemondokan,  BPHI atau RSAS
  • Jika dipemondokan maka segera di tawafkankan , sa’i dan tahalul dengan menggunakan tandu.
  • Bila dirawat di BPHI atau RSAS, maka dilaporkan kepada  kasi pelayanan umum dan ibadah bahwa yang bersangkutan belum tawaf ifadah dan sa’i, pengurusan selanjutnya oleh Daker.
(24) MINTA PULANG  SEBELUM WUKUF
  • Diberikan  penjelasan selama di pemondokan dan selama dalam perjalanan. Sebab ia belum melaksanakan haji.
  • Sebelum menuju bandara, diupayakan jamaah diajak tinggal di Teknis urusan haji Jeddah utk dinasehati.
  • Bila tetap tdk mau maka diminta  membuat surat pernyataan.
(25) KELUHAN JAMAAH
  • Fasilitas pemondokan yang  kurang bagus (Mengecek kebenaranya, memberitaukan ke maktab/majmu’ah, lapor ke sektor/Daker, menenangkan jamaah)
  •  Pelayanan Pemondokan (Mengecek kebenaranya, memberitaukan ke maktab/majmu’ah, lapor ke sektor/Daker utk menyelesaikanya)
  • Pemerasan oleh oknum petugas maktab (sama)
 
Support : Creating Website | Edited By Muntazhir | Mas Template
Copyright © 2011. Kantor Kemenag Kabupaten Karimun - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger